PERADABAN NUSANTARA DARI MASA PRA-AKSARA, HINDU-BUDDHA, HINGGA ISLAM
A. Pendahuluan: Pendekatan Periodisasi dan Perubahan Sosial
Peradaban di Nusantara berkembang melalui tiga masa besar: Praaksara (sebelum mengenal tulisan), Hindu-Buddha, dan Islam. Setiap masa memiliki karakteristik sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang khas, namun juga terjadi akulturasi dan kesinambungan. Memahami ketiga periode ini secara terintegrasi penting untuk melihat akar kebudayaan Indonesia modern.
B. Masa Praaksara: Fondasi Peradaban Awal
1. Periodisasi dan Karakteristik Zaman
Masa praaksara di Indonesia dibagi berdasarkan teknologi dan pola hidup:
| Zaman | Ciri Utama | Hasil Budaya | Pola Hidup |
|---|---|---|---|
| Paleolitikum (Zaman Batu Tua) | Alat batu kasar, kapak genggam, kapak perimbas | Kapak genggam, alat serpih | Berburu dan meramu (food gathering), nomaden |
| Mesolitikum (Zaman Batu Tengah) | Alat batu lebih halus, lukisan gua, kjokkenmoddinger, abris sous roche | Lukisan cap tangan di Gua Leang-Leang, pebble culture | Berburu meramu tingkat lanjut, semi-sedenter |
| Neolitikum (Zaman Batu Muda) | Alat batu halus, kapak bahu, kapak lonjong, gerabah | Kapak bahu, kapak lonjong, perhiasan | Bercocok tanam, beternak, hidup menetap (sedenter) |
| Megalitikum (Zaman Batu Besar) | Bangunan dari batu besar | Dolmen, menhir, sarkofagus, punden berundak, waruga | Kepercayaan terhadap roh leluhur, upacara |
| Perundagian (Zaman Logam) | Pengolahan logam (perunggu, besi) | Nekara, moko, kapak corong, candrasa, bejana perunggu | Teknik cetak bivalve dan a cire perdue, sistem keahlian (undagi) |
Masa pra-aksara tertua di Indonesia adalah Paleolitikum. Manusia purba seperti Pithecanthropus erectus hidup pada masa Paleolitikum, demikian pula Meganthropus paleojavanicus dan Homo soloensis. Homo soloensis diperkirakan sejaman dengan Pithecanthropus pekinensis (ditemukan di Cina). Sementara itu, Homo wajakensis sudah lebih maju dan mendekati Homo sapiens.
2. Jenis Manusia Purba dan Sebarannya
Pithecanthropus erectus (manusia kera yang berjalan tegak) – ditemukan di Trinil, Ngawi, oleh Eugene Dubois.
Meganthropus paleojavanicus (manusia raksasa dari Jawa) – ditemukan di Sangiran.
Homo soloensis – ditemukan di Ngandong, Solo.
Homo wajakensis – ditemukan di Wajak, Tulungagung, lebih modern.
Semua jenis ini hidup pada Paleolitikum, bukan pada masa Neolitikum atau Megalitikum.
3. Kehidupan Ekonomi dan Teknologi
Ekonomi pada masa Paleo-Mesolitikum: berburu, meramu, menangkap ikan. Pada masa Neolitikum: bercocok tanam dan beternak (bidang ekonomi, bukan sosial atau budaya).
Teknologi logam (Perundagian): Masyarakat sudah mampu mengolah perunggu dan besi. Dua teknik utama:
Teknik bivalve (cetak ganda): Cetakan terbuat dari batu atau tanah liat yang terdiri dari dua bagian yang diikat, kemudian dituang perunggu cair. Cetakan ini tidak dapat dipakai berulang untuk benda yang berbeda bentuk.
Teknik a cire perdue (cetak lilin hilang): Langkah-langkah:
Membuat model cetakan dari lilin atau bahan sejenis.
Membungkus model lilin dengan tanah liat.
Memanaskan sehingga lilin mencair dan keluar, meninggalkan rongga.
Mengisi rongga dengan cairan perunggu hingga penuh.
Setelah dingin, cetakan tanah liat dipecah, dan benda logam jadi. Cetakan tidak dapat digunakan kembali.
Teknik a cire perdue menghasilkan benda dengan detail rumit seperti nekara dan arca perunggu.
4. Sistem Kepercayaan Praaksara
Berdasarkan bukti artefak, masyarakat praaksara memiliki kepercayaan:
Animisme: Percaya pada roh (semangat) yang menghuni benda-benda alam (pohon, batu, sungai). Bukti: upacara pemakaman dengan bekal kubur.
Dinamisme: Percaya pada kekuatan gaib yang terdapat pada benda-benda tertentu (jimat, keris, dll). Lukisan cap tangan di Gua Leang-Leang (Sulawesi Selatan) menunjukkan kepercayaan dinamisme – tangan sebagai simbol kekuatan atau perlindungan.
Totenisme: Percaya pada hubungan khusus antara manusia dengan hewan atau tumbuhan tertentu (nenek moyang berasal dari hewan). Bukti: lukisan babi rusa di gua-gua.
Belum ditemukan bukti monoteisme pada masa praaksara.
5. Peninggalan Megalitikum
Ciri khas Megalitikum adalah bangunan dari batu besar:
Dolmen – meja batu untuk meletakkan sesaji.
Menhir – tiang batu sebagai tanda pemujaan arwah leluhur.
Sarkofagus – peti mati batu.
Punden berundak – bangunan bertingkat untuk pemujaan, menjadi cikal bakal candi.
Waruga – kubur batu di Sulawesi Utara.
C. Masa Hindu-Buddha: Akulturasi dan Kerajaan Klasik
1. Teori Masuknya Hindu-Buddha
Ada beberapa teori tentang proses masuknya agama dan budaya India ke Nusantara:
Teori Brahmana (J.C. Van Leur): Para brahmana diundang raja lokal untuk melakukan upacara keagamaan.
Teori Ksatria (F.D.K. Bosch, C.C. Berg, Mookerji): Para ksatria (prajurit) yang membawa pengaruh, karena banyak kerajaan India yang ekspansi atau para bangsawan yang melarikan diri ke Nusantara. Teori ini menempatkan pengaruh para bangsawan sebagai faktor dominan.
Teori Waisya (N.J. Krom): Para pedagang yang menyebarkan agama.
Teori Sudra (Van der Plas): Para budak atau imigran, kurang populer.
Teori yang paling banyak diterima untuk menjelaskan pendirian kerajaan adalah Teori Ksatria, karena bukti adanya pendiri kerajaan seperti Mulawarman (Kutai) yang bergelar "Warmans" yang lazim di India.
2. Prasasti sebagai Bukti Sejarah
Beberapa prasasti penting beserta sifat dan asal kerajaannya:
Prasasti Nalanda (abad ke-9 M) – bersifat Buddhis, berasal dari kerajaan Sriwijaya (dikeluarkan oleh Raja Balaputradewa). Prasasti ini ditemukan di India dan menyebut pendirian asrama bagi pelajar Sriwijaya di Nalanda.
Prasasti Tugu (abad ke-5 M) – bersifat Hinduistis, berasal dari kerajaan Tarumanegara (Purnawarman). Menyebut penggalian sungai Candrabhaga dan Gomati.
Prasasti Kedukan Bukit (683 M) – bersifat Buddhis, berasal dari kerajaan Sriwijaya. Menyebut tentang Siddhayatra (ekspedisi suci).
Prasasti Canggal (732 M) – bersifat Hinduistis, berasal dari kerajaan Mataram Kuno (Rakai Mataram). Menyebut pendirian lingga oleh Raja Sanjaya.
3. Arsitektur Candi: Fungsi dan Akulturasi
Fungsi awal candi pada masa Hindu-Buddha:
Tempat beribadah (memuja dewa/Buddha).
Tempat pendeta mengajar agama (pusat pendidikan keagamaan).
Tempat pemakaman raja (terutama candi yang menyimpan abu jenazah, seperti Candi Kidal).
Bukan tempat raja bertemu rakyat (fungsi politik di keraton).
Candi Hinduistis: Candi Prambanan (Loro Jonggrang), Candi Penataran, Candi Sukuh. Ciri: arsitektur dengan puncak ratna (stupa kecil), relief epik Ramayana dan Mahabharata.
Candi Buddha: Candi Borobudur, Mendut, Pawon. Ciri: stupa, relief Jataka dan Lalitavistara.
Akulturasi dengan budaya asli Indonesia: Bangunan stupa dan candi merupakan hasil akulturasi antara pengetahuan keagamaan Hindu-Buddha dengan bangunan asli Indonesia yaitu punden berundak. Punden berundak adalah tempat pemujaan leluhur dari masa megalitikum. Bentuk bertingkat-tingkat diadopsi menjadi candi.
4. Pengaruh Hindu-Buddha terhadap Sosial Budaya
Sistem kasta: Dalam kehidupan sosial keagamaan, sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra) didasarkan pada garis keturunan. Namun, di Indonesia sistem kasta tidak sekeras di India; lebih longgar dan hanya berlaku di lingkungan istana atau upacara keagamaan.
Stratifikasi sosial masyarakat menjadi lebih hierarkis (raja, bangsawan, rakyat biasa).
Unsur-unsur kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke dalam budaya Indonesia, seperti bahasa Sansekerta, aksara Pallawa, sistem kalender Saka, epik Ramayana-Mahabharata, dan seni arca.
Proses akulturasi melahirkan budaya Indonesia yang baru, bukan menghilangkan unsur asli. Contoh: wayang kulit yang awalnya ritual leluhur diisi dengan cerita Ramayana.
Pengaruh ini masih terlihat pada masa Islam, misalnya toleransi antar umat beragama dan pemeliharaan alam sebagai konsep "mandala" (hutan suci).
D. Masa Islam: Jaringan Dagang dan Perubahan Sosial
1. Bukti dan Kronologi Masuknya Islam
Ada beberapa pendapat tentang kapan Islam pertama kali masuk ke Indonesia:
| Pendapat | Abad | Bukti |
|---|---|---|
| Hamka | Abad I H (7 M) | Kesamaan gelar raja Samudra Pasai "Al Malik" dengan raja Mesir; orang Indonesia belajar mazhab Syafi'i di Yordania; berita Dinasti Tang |
| Teori abad VII M | 7 M | Berita Dinasti Tang (618-907) tentang adanya orang Arab di pantai barat Sumatra; penemuan nisan di Desa Leran, Gresik (berangka 475 H = 1082 M? masih diperdebatkan) |
| Teori abad XI (abad ke-11) | 11 M | Batu nisan Sultan Malik Al Saleh (wafat 696 H/1297 M) – ini abad ke-13, bukan ke-11. Soal menyebut abad ke-11 didukung batu nisan Malik Al Saleh? Perlu koreksi: Malik Al Saleh abad ke-13. Namun catatan Marco Polo (1292) juga menyebut adanya kerajaan Islam Perlak. |
| Teori abad ke-13 | 13 M | Batu nisan Fatimah binti Maimun (475 H/1082 M di Leran Gresik – ini abad ke-11, tapi sering dipakai untuk abad ke-13 juga); batu nisan Sultan Malik as-Saleh (1297); catatan perjalanan Marcopolo (1292) |
Fakta yang mendukung masuknya Islam pada abad ke-13: (1) Batu nisan Fatimah binti Maimun (Gresik), (2) Batu nisan Sultan Malik as-Saleh (Samudra Pasai), (3) Catatan perjalanan Marcopolo. Sedangkan catatan Ibnu Batutah (1345-1346) lebih ke abad ke-14.
Bukti Islam abad VII M: Berita Dinasti Tang tentang adanya orang Arab di Kalah (Barus) dan penemuan nisan di Leran Gresik (meski diperdebatkan).
2. Kronologi Kerajaan Islam
Urutan kerajaan Islam di Nusantara (berdiri):
Samudra Pasai (Aceh, sekitar 1267 M) – kerajaan Islam pertama.
Demak (1475 M) – kerajaan Islam pertama di Jawa.
Tidore (akhir abad ke-15) – masuk Islam melalui Gresik.
Pajang (1568 M) – penerus Demak.
Banten (1526 M) – lepas dari Demak.
Aceh Darussalam (1514 M) – puncak kejayaan abad ke-17.
Banjar (Kalimantan Selatan, 1526 M) – berdasarkan Hikayat Banjar.
Goa-Tallo (Makassar, 1605 M) – setelah masuk Islam menjadi Kesultanan Gowa.
Urutan yang benar: Samudra Pasai – Demak – Tidore – Banjarmasin atau Samudra Pasai – Demak – Pajang – Banten tergantung pilihan.
3. Jalur dan Saluran Islamisasi
Perdagangan: Para pedagang Gujarat, Persia, Arab, Cina singgah di pelabuhan pesisir.
Perkawinan: Pedagang menikah dengan penduduk setempat.
Kesenian: Sunan Bonang menggunakan tembang suluk, gending asmarandana, tembang tombo ati, dan ajaran tasawuf. Saluran yang dilakukan Sunan Bonang adalah kesenian.
Pendidikan: Pesantren.
Tasawuf: Ajaran mistik Islam menarik minat para bangsawan.
Masuknya Islam di Kerajaan Tidore melalui kota Gresik (para ulama dari Gresik, seperti Syekh Mansur, menyebarkan Islam di Maluku).
4. Tokoh dan Bukti Penting
Kanjeng Matoaya (Sultan Alauddin Riayat Syah) adalah raja Ternate yang keempat (memerintah 1582-1606), pemeluk Islam pertama di Ternate, dan terkisahkan dalam sumber sejarah "Lontara Bilang" (naskah Bugis-Makassar). Ia meninggal dalam pembuangan di Srilangka? Tidak benar. Faktanya: Ia wafat di Ternate.
Sultan Malik Al Saleh (Samudra Pasai) – batu nisannya menjadi bukti awal kerajaan Islam.
Fatimah binti Maimun – nisannya di Leran Gresik (475 H/1082 M), dianggap bukti awal komunitas Islam di Jawa.
5. Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal
Proses masuknya Islam tidak menghilangkan budaya yang sudah ada, tetapi terjadi akulturasi. Bukti:
Seni wayang kulit yang bertema hikayat para wali (seperti wayang Menak, kisah Amir Hamzah) – merupakan hasil akulturasi.
Ornamen Meru pada bangunan masjid (atap bertingkat seperti punden berundak) – contoh Masjid Agung Demak, Masjid Kudus.
Ragam hias kaligrafi Arab dipadukan dengan ukiran khas Jawa.
Kesusastraan bernafaskan Islam seperti Hikayat Raja-raja Pasai, Babad Tanah Jawi, Serat Centhini.
Peninggalan sinkretisme (perpaduan Islam dengan budaya sebelumnya): Menara Masjid Kudus yang berbentuk seperti candi (menara dari bata merah mirip bangunan Majapahit), Menara Masjid Agung Demak (atap tumpang tiga), Menara Masjid Agung Banten (pengaruh Eropa dan Jawa). Masjid Ampel, Baiturahman, Sultan Badaruddin lebih bergaya Timur Tengah atau lokal tanpa sinkretisme kuat.
6. Perubahan Sosial Akibat Islam
Runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha tidak serta-merta; ada yang bertahan dan beralih.
Munculnya sistem kerajaan kesultanan (sultan sebagai penguasa).
Munculnya gelar kyai dan sunan dalam struktur masyarakat sebagai pemimpin agama.
Penerapan nilai-nilai Islam dalam pengendalian kekuasaan (hukum Islam, qadi, baitul mal).
Perbedaan stratifikasi sosial dengan masa Hindu: Islam tidak mengenal kasta, semua manusia sama di hadapan Allah. Namun dalam praktiknya, di beberapa wilayah tetap ada lapisan sosial (bangsawan, ulama, rakyat). Perbedaan mendasar: stratifikasi sosial – Hindu-Buddha tegas berdasarkan keturunan (kasta), Islam lebih fleksibel dan berdasarkan takwa serta peran sosial.
7. Pendidikan pada Masa Islam: Pesantren
Lembaga pendidikan khas Islam di Indonesia adalah pesantren. Ciri-cirinya:
Dipimpin oleh seorang Kyai yang tinggal di lingkungan yang sama dengan para santri.
Para santri tinggal di asrama (kobong, pondok) – tidak dibuat oleh orang tua, melainkan disediakan pesantren.
Hubungan Kyai-santri seperti keluarga (bukan sekadar guru-murid formal). Ini adalah ciri utama pada awal kemunculannya.
Pelajaran meliputi membaca Al-Qur'an, fikih, tauhid, tasawuf, bahasa Arab.
Tidak di bawah pengawasan kerajaan; pesantren bersifat mandiri.
Para santri mendapat pelajaran menulis, menghitung, dan membaca huruf latin? Tidak, yang dipelajari huruf Arab Pegon, bukan latin.
8. Perbandingan Kehidupan Sosial Budaya Hindu-Buddha vs Islam
| Aspek | Hindu-Buddha | Islam |
|---|---|---|
| Stratifikasi sosial | Sistem kasta berdasarkan keturunan | Tidak mengenal kasta, lebih egaliter |
| Tempat pendidikan | Candi/asrama (pendeta mengajar) | Pesantren (kyai-santri) |
| Proses akulturasi | Dengan punden berundak, animisme | Dengan wayang, arsitektur Meru, sastra |
| Toleransi | Relatif toleran terhadap budaya lokal | Juga toleran (walisongo akulturatif) |
| Kesenian | Relief candi, arca, sendratari Ramayana | Tembang suluk, gamelan, wayang kulit Islami |
E. Integrasi Lintas Masa: Kesinambungan dan Perubahan
1. Dari Megalitikum ke Candi
Punden berundak (praaksara) menjadi dasar arsitektur candi (Hindu-Buddha), lalu bentuk atap bertingkat (Meru) diadopsi masjid (Islam). Ini menunjukkan kesinambungan bentuk.
2. Sistem Kepercayaan
Animisme dan dinamisme tetap hidup di masyarakat pedalaman hingga masa Islam, bercampur dengan ajaran baru.
3. Teknologi
Teknik a cire perdue dari masa perundagian terus digunakan untuk membuat benda logam hingga masa Hindu-Buddha (arca perunggu) dan Islam (bejana, koin).
4. Bahasa dan Sastra
Aksara Pallawa dan Sansekerta (Hindu-Buddha) mempengaruhi aksara Jawa, Bali, Bugis. Pada masa Islam, huruf Arab Pegon digunakan untuk menulis teks Melayu dan Jawa.
5. Persamaan Alasan Kedatangan Bangsa Eropa (relevansi dengan periode Islam)
Bangsa Portugis dan Belanda datang ke Indonesia dengan persamaan alasan: kesulitan memperoleh rempah-rempah akibat jatuhnya Konstantinopel (1453) yang menguasai jalur perdagangan. Ini terjadi pada akhir masa Islam di Nusantara (abad ke-16).
LATIHAN SOAL
1. Masa
pra-aksara tertua di Indonesia adalah….
A. paleolitikum
B. mesolitikum
C. neolitikum
D. megalitikum
2. Pernyataan
berikut yang benar adalah
A. pithecanthropus erectus hidup pada masa megalitikum
B. meganthropus paleojavanicus hidup pada masa neolitikum
C. pithecanthropus erectus hidup pada masa mesolitikum
D. homosoloensis hidup pada masa paleolitikum
3. Teori
yang dikemukakan oleh F.D.Bosch merupakan pemikiran yang didukung oleh fakta
berikut….
A. penaklukan Sriwijaya oleh Kekaisaran Cina
B. pendirian asrama bagi pelajar Sriwijaya yang belajar di India
C. perdagangan antara Sriwijaya dengan India
D. perdagangan Sriwijaya dengan Cina
4. Islam
masuk ke Indonesia pada abad ke XI, pendapat tersebut didukung oleh fakta
berikut ini….
A. catatan perjalanan Marco Polo
B. catatan perjalanan Ibnu Batutah
C. batu nisan Sultan Malik Al Saleh
D. Mesjid Demak
5. Masuknya
Islam di Kerajaan Tidore melalui kota,
A. Banjarmasin
B. Banten
C. Padang
D. Gresik
6. Persamaan
alasan kedatangan bangsa Portugis dan bangsa Belanda ke Indonesia, adalah:
A. untuk menyebarkan agama yang sama
B. mengalami kekalahan perang dari Spanyol
C. kesulitan memperoleh rempah-rempah
D. untuk mengembangkan wilayah
7. Masa
pra-aksara periode zaman batu tua disebut ….
A. Palaeolithikum
B. Neolithikum
C. Mesolithikum
D. Megalithikum
8. Manusia
masa Pra-aksara di Indonesia yang diperkirakan sejaman Pithecanthropus
Pekinensis adalah....
A. Homo Wajakensis
B. Homo Soloensis
C. Homo Erectus
D. Homosapien
9. Masuknya
Agama Hindu-Buddha ke Indonesia yang menempatkan pengaruh para Bangsawan
sebagai faktor dominan adalah teori ....
A. Brahmana
B. Ksatria
C. Waisya
D. Sudra
10. Prof.
Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) menyatakan bahwa Islam masuk ke
Indonesia pada abad pertama Hijriyah. Pemikiran ini di dukung oleh adanya
bukti....
A. Kesamaan gelar antara raja Samudra Pasai dengan raja-raja di Mesir yakni Al
Malik
B. Ditemukan bukti orang-orang Indonesia yang menggali ideologi Islam aliran
Syafi'i di Yordania
C. Ditemukan bukti orang-orang Indonesia yang menggali ideologi Islam aliran
Maliki di Mekah
D. Adanya laporan perjalanan Ibnu Batutah ke Demak
11. Fakta
yang berkaitan dengan tokoh Kanjeng Matoaya sebagai pemeluk Islam yang pertama
adalah...
A. Tokoh yang berasal dari Bali
B. Raja Ternate yang keempat
C. Meninggal dalam pembuangan di Srilangka
D. Terkisahkan dalam sumber sejarah "Lontara Bilang"
12. Kegiatan
bercocok tanam dan beternak adalah cara kehidupan pada masyarakat prasejarah
dalam bidang kehidupan ...
A. sosial
B. ekonomi
C. budaya
D. politik
13. Peninggalan
yang bersifat Hinduistis adalah candi ...
A. Mendut
B. Pawon
C. Borobudur
D. Prambanan
14. Bukti
bahwa Islam telah sampai di Indonesia pada abad VII M didasarkan atas ...
A. berita dari Dinasti Tang
B. penduduk Perlak semuanya beragama Islam
C. batu nisan di Trologo pada zaman Majapahit
D. penemuan nisan di Desa Leran Gresik
15. Ciri-ciri
kehidupan manusia neolitikum adalah …
A. berburu dan meramu
B. menguburkan mayat dalam keranda batu
C. cara hidup menetap
D. teknik a cire perdue
16. Pernyataan
yang berkaitan dengan peninggalan teknologi manusia zaman megalitikum adalah ….
A. kapak lonjong dan kapak bahu
B. Nekara dan Sarkopagus
C. Moko dan Kapak Perimbas
D. Dolmen dan Menhir
17. Perhatikan
fungsi candi berikut ini!
(1) Tempat beribadah
(2) Pemakaman raja
(3) Tempat raja bertemu rakyat
(4) Pendeta mengajar agama
Fungsi awal candi sebagai peninggalan jaman Hindu-Buddha ditunjukan pada
pilihan...
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (2) dan (3)
D. (1) dan (4)
18. Pernyataan
di bawah ini yang menggambarkan masuk dan berkembangnya agama Hindu-Budha di
Indonesia sehingga mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia adalah...
A. stratifikasi sosial masyarakat Indonesia pada masa kini
B. unsur-unsur kebudayaan Hindu-Budha dalam budaya Indonesia
C. proses akulturasi yang melahirkan budaya Indonesia yang baru
D. lunturnya unsur-unsur asli kebudayaan Indonesia
19. Pengaruh
kebudayaan Hindu-Budha terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia
pada masa Islam terlihat dari...
A. lembaga pendidikan yang mengembangkan sistem asrama
B. stratifikasi sosial masyarakat yang terus berubah setiap waktu
C. pemeliharaan kelestarian alam untuk meningkatkan kemakmuran rakyat
D. toleransi antar umat beragama yang diwujudkan dalam kegiatan beribadah
20. Pernyataan
benar yang menunjukkan karakteristik kehidupan di bidang sosial budaya pada
masa Kerajaan Malaka adalah...
A. munculnya kelompok masyarakat golongan majikan dan buruh
B. menghasilkan karya sastra yang menggunakan Bahasa Jawi
C. menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar perdagangan
D. munculnya ahli-ahli tasawuf seperti Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniri
21. Perbedaan
kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa Hindu Budha dengan masyarakat pada
masa Islam terletak pada...
A. tempat pendidikan
B. stratifikasi sosial
C. sistem mata pencaharian
D. proses akulturasi
22. Perhatikan
peninggalan sejarah berikut ini!
(1) Menara Masjid Ampel
(2) Menara Masjid Agung Demak
(3) Menara Masjid Agung Banten
(4) Menara Masjid Sultan Badaruddin Palembang
(5) Menara Masjid Raya Baiturahman Aceh
(6) Menara Masjid Kudus
Peninggalan yang menunjukkan adanya aspek sinkretisme dengan Budaya sebelumnya
adalah...
A. (1), (2) dan (4)
B. (1), (3) dan (6)
C. (2), (4) dan (5)
D. (4), (5) dan (6)
23. Sistem
kasta dalam kehidupan sosial keagamaan Masyarakat Indonesia pada masa Hindu
didasarkan pada garis...
A. keturunan, yang teridentifikasi pada kewenangan masyarakat
B. kebangsawanan, sebagaimana teridentifikasi dari status priyayi
C. kekuasaan sebagaimana teridentifikasi
D. kekayaan yang teridentifikasi pada kekayaan raja/bangsawan
24. Bangunan
stupa dan candi sebagai cerminan kehidupan sosial budaya, merupakan hasil
akulturasi antara pengetahuan keagamaan Hindu dan Budha dengan bangunan asli
Indonesia, yaitu
A. Menhir
B. Dolmen
C. Sarkofagus
D. Punden berundak
25. Perhatikan
fakta-fakta berikut!
(1) Batu nisan Fatimah binti Maimun
(2) Batu nisan Sultan Malik as-Saleh
(3) Batu nisan Maulana Malik Ibrahim
(4) Catatan perjalanan Marcopolo
(5) Catatan perjalanan Cheng Ho
(6) Catatan perjalanan Ibnu Batutah
Fakta yang mendukung masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia pada abad ke-13
ditunjukkan pada
A. (1), (2) dan (4)
B. (2), (3) dan (6)
C. (3), (4) dan (5)
D. (4), (5) dan (6)
26. Peninggalan
seni wayang kulit yang bertema hikayat para wali, ornamen Meru pada bangunan
masjid, ragam hias dan kesusastraan bernafaskan Islam di Indonesia, merupakan
bukti masuknya Islam ke Indonesia melalui proses…
A. Akulturasi
B. Enkulturasi
C. Asimilasi
D. Asosiasi
27. Kronologi
kerajaan Islam di Indonesia yang benar adalah...
A. Ternate — Banten — Pajang — Aceh — Goa
B. Samudra Pasai — Demak — Tidore — Banjarmasin
C. Samudra Pasai — Demak — Pajang — Banten
D. Banten — Aceh — Samudra Pasai — Cirebon
28. Pernyataan
yang benar terkait sifat prasasti dan asal kerajaan ditunjukkan pada...
A. Prasasti Nalanda bersifat buddhis berasal dari kerajaan Kutai
B. Prasasti Tugu bersifat hinduistis berasal dari kerajaan Mataram Kuno
C. Prasasti Kedukan Bukit bersifat buddhis berasal dari kerajaan Sriwijaya
D. Prasasti Canggal bersifat hinduistis berasal dari kerajaan Majapahit
29. Arsitektur
peninggalan kebudayaan yang bersifat hinduistis dengan jelas dapat kita lihat
pada sumber sejarah benda ….
A. Candi Penataran
B. Yupa
C. Punden berundak
D. Candi Borobudur
30. Pendidikan
pada masa Islam berlangsung di lembaga yang disebut Pesantren. Adapun ciri-ciri
dari lembaga tersebut adalah … .
A. Para santrinya mendapat pelajaran menulis, menghitung dan membaca huruf
latin
B. Para santri tinggal di asrama atau kobong yang dibuat oleh masing-masing
orang tua
C. Dipimpin oleh seorang Kyai yang tinggal di lingkungan yang sama dengan para
santri
D. Dibawah pengelolaan dan pengawasan kerajaan yang menetapkan pelajaran yang
dikembangkan
31. Bacalah
pernyataan di bawah ini:
No 1: Tome Pires seorang pengelana asal Portugis memberikan informasi mengenai
penduduk daerah-daerah pesisir Nusantara yang telah memeluk agama Islam dalam
bukunya Max Havelaar
No 2: Ibnu Batutah seorang Pengelana asal Maroko memberikan informasi mengenai
Kerajaan Samudera Pasai
No 3: Pengislaman Raja Pattani oleh ulama Samudera Pasai adalah bukti pengaruh
Samudera Pasai di wilayah Asia Tenggara
No 4: Informasi masuknya Islam di Kalimantan Selatan didapat dari Hikayat
Banjar
Urutan jawaban yang benar dari pernyataan di atas no.1-4 adalah:
A. Benar-Salah-Salah-Salah
B. Salah-Benar-Benar-Benar
C. Benar-Salah-Benar-Benar
D. Benar-Salah-Salah-Benar
32. Perhatikan
cara-cara penyebaran Agama Islam yang dilakukan Wali Songo berikut ini:
1. Suluk
Wijil
2. Tembang
Suluk
3. Gending
Asmarandana
4. Tembang
Tombo Ati
5. Permainan
Jelungan
6. Ajaran
Tasawuf
Cara-cara yang digunakan Sunan Bonang untuk menyebarkan agama Islam di
Nusantara adalah......
A. 1-3-5
B. 2-4-6
C. 3-4-5
D. 4-5-6
33. Zaman
Perundagian menunjukkan adanya perkembangan manusia purba dalam membuat
benda-benda dengan bahan perunggu dan besi. Mereka berhasil menciptakan teknik
cetakan yaitu teknik bivalve dan teknik a cire perdue.
Berikut teknik pengolahan logam:
1. membuat
model cetakan atau model benda dengan lilin atau bahan sejenis
2. membungkus
benda yang akan dicetak dengan cara melapisi tanah liat
3. rongga
bekas lilin kemudian diisi dengan cairan perunggu hingga penuh
4. cetakan dilepas setelah cairan perunggu dingin dan dapat digunakan kembali
Pernyataan diatas yang menunjukkan langkah-langkah yang ditempuh dalam menghasilkan
benda-benda bahan logam menggunakan teknik a cire perdue diantaranya nomor ....
A. 1,2,3
B. 1,3
C. 2,4
D. 4
34. Pada
masa perundagian, manusia sudah mampu mengolah logam untuk membuat berbagai
peralatan. Teknik yang digunakan dalam pembuatan benda logam dengan cara
menuangkan cairan logam ke dalam cetakan adalah teknik ….
A. cetak batu
B. a cire perdue
C. bivalve
D. teknik anyaman
35. Pembuatan
alat-alat perunggu pada masa praaksara menggunakan berbagai macam teknik.
Karakteristik teknik berikut ini yang digunakan masyarakat praaksara pada masa
Perundagian adalah….
A. Cetakan terbuat dari lilin yang diisi dengan cairan perunggu
B. Cetakan dibungkus dengan tanah liat yang diberi lubang ditengahnya
C. Cetakan terdiri dari logam campuran antara tembaga dan timah
D. Cetakan terdiri dari dua bagian diikat kemudian dituangkan perunggu cair
36. Ciri-ciri
kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia pada periode Mezolitikum adalah
tradisi…
A. Kapak Lonjong dan berburu meramu tingkat sederhana
B. Lukisan di dinding gua dan berburu meramu tingkat lanjut
C. Lukisan di dinding gua dan bercocok tanam
D. Candrasa dan bercocok tanam
37. Sistem
kepercayaan pada masyarakat praaksara dapat dilihat pada bukti-bukti berupa
artefak gambar atau simbol lainnya. Sifat sistem kepercayaan masyarakat
praaksara yang ditemukannya pada lukisan cap tangan di Gua Leang-Leang Sulawesi
Selatan adalah....
A. Dinamisme
B. Totenisme
C. Animisme
D. Monoteisme
38. Datangnya
Islam mempengaruhi sistem kehidupan sosial masyarakat Indonesia, antara lain
...
A. runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
B. munculnya sistem kerajaan kesultanan
C. munculnya gelar kyai dan sunan dalam struktur masyarakat
D. penerapan nilai-nilai Islam dalam pengendalian kekuasaan
39. Sunan
Bonang merupakan tokoh Walisongo yang melakukan penyebaran Islam dengan cara
menggubah tembang-tembang yang bernuansa religi Islami. Cara yang dilakukan
oleh Sunan Bonang merupakan saluran Islamisasi melalui ….
A. perdagangan
B. pendidikan
C. kesenian
D. tasawuf
40. Pendidikan
masa perkembangan Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya lembaga
Pesantren dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Ciri utama lembaga
pendidikan tersebut pada awal kemunculannya adalah
A. penetapan jumlah iuran per bulan
B. penetapan gaji para pengajar oleh Kyai
C. hubungan Kyai-Santri seperti keluarga
D. penetapan pembelajaran pola klasikal
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments