thumbnail

PANCASILA KELAS VIII SEMESTER 1

 

KELAS VIII SEMESTER 1

BAB 1: SEJARAH DAN KEDUDUKAN PANCASILA



A. Sejarah Lahirnya Pancasila

1. Sidang BPUPKI

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dibentuk pada tanggal 29 April 1945. Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945.

Tokoh-tokoh yang menyampaikan usulan dasar negara:

TokohTanggalUsulan
Mr. Muhammad Yamin29 Mei 1945- Peri Kebangsaan
- Peri Kemanusiaan
- Peri Ketuhanan
- Peri Kerakyatan
- Kesejahteraan Rakyat
Prof. Dr. Soepomo31 Mei 1945- Persatuan
- Kekeluargaan
- Keseimbangan lahir dan batin
- Musyawarah
- Keadilan rakyat
Ir. Soekarno1 Juni 1945- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
- Mufakat atau Demokrasi
- Kesejahteraan Sosial
- Ketuhanan yang Maha Esa

2. Lahirnya Istilah Pancasila

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato menyampaikan pemikirannya tentang lima dasar negara Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila.

  • Panca = lima

  • Sila = asas atau dasar

Tanggal 1 Juni 1945 kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

3. Perumusan dan Pengesahan Pancasila

  • 22 Juni 1945: Panitia Sembilan menyusun Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang memuat rumusan Pancasila.

  • 18 Agustus 1945: PPKI mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945.


B. Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945

Rumusan resmi Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alenia Keempat:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya.

3. Persatuan Indonesia

Mengedepankan persatuan dan kesatuan di atas segala kepentingan.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan melalui musyawarah mufakat.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata.


BAB 2: KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA


A. Kedudukan Pancasila

1. Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila menjadi dasar dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Segala peraturan dan kebijakan negara harus bersumber pada Pancasila.

Fungsi Pancasila sebagai Dasar Negara:

  • Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan negara

  • Sebagai sumber dari segala sumber hukum

  • Sebagai landasan idili (cita-cita) negara

2. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa (Way of Life)

Pancasila menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Makna:

  • Pancasila memberikan arah dan tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

  • Pancasila menjadi filter dalam menghadapi pengaruh budaya asing

  • Pancasila menjadi pemersatu bangsa dalam keberagaman

3. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa

Pancasila mencerminkan jati diri dan karakter bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain.

Ciri khas:

  • Ramah dan sopan santun

  • Gotong royong

  • Musyawarah mufakat

  • Religius

4. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa

Pancasila menjadi semangat dan jiwa yang menghidupi bangsa Indonesia sejak zaman dahulu.

5. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur

Pancasila merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa yang disahkan melalui PPKI sebagai wakil rakyat.

6. Pancasila sebagai Ideologi Negara

Pancasila sebagai ideologi negara berarti Pancasila menjadi sistem nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia.


B. Fungsi Pancasila

1. Sebagai Dasar Negara

  • Mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan

  • Menjadi sumber dari segala sumber hukum

2. Sebagai Ideologi Negara

  • Memberikan arah dan tujuan bangsa

  • Menjadi pedoman dalam pembangunan nasional

3. Sebagai Pandangan Hidup

  • Menjadi pedoman perilaku sehari-hari

  • Menjadi filter dalam menghadapi pengaruh asing

4. Sebagai Alat Pemersatu

  • Mempersatukan bangsa dalam keberagaman

  • Menjaga keutuhan NKRI

5. Sebagai Sumber Hukum

  • Semua peraturan perundang-undangan harus bersumber pada Pancasila

  • Setiap hukum tidak boleh bertentangan dengan Pancasila


BAB 3: NILAI-NILAI PANCASILA


A. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai-nilai yang Terkandung:

  1. Religius: Percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing

  2. Toleransi: Menghormati antar umat beragama

  3. Kerukunan: Hidup rukun antar pemeluk agama yang berbeda

Contoh Penerapan:

  • Melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing

  • Menghormati teman yang sedang beribadah

  • Tidak memaksakan agama kepada orang lain

  • Mengadakan kegiatan keagamaan bersama


B. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nilai-nilai yang Terkandung:

  1. Penghormatan HAM: Mengakui hak asasi setiap manusia

  2. Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil

  3. Perlindungan harkat martabat: Menghargai martabat manusia

Contoh Penerapan:

  • Menolong teman yang kesulitan

  • Tidak mengejek atau mengucilkan teman

  • Tidak melakukan perundungan (bullying)

  • Menghormati hak orang lain

  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan

  • Berani membela kebenaran dan keadilan


C. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Nilai-nilai yang Terkandung:

  1. Nasionalisme: Cinta tanah air

  2. Persatuan: Menjaga kesatuan bangsa

  3. Semangat kebangsaan: Rela berkorban untuk negara

Contoh Penerapan:

  • Menggunakan produk dalam negeri

  • Menjaga nama baik bangsa dan negara

  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar

  • Mengikuti upacara bendera dengan khidmat

  • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa

  • Menjaga persatuan dan kesatuan


D. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai-nilai yang Terkandung:

  1. Demokrasi: Kedaulatan di tangan rakyat

  2. Musyawarah: Pengambilan keputusan secara bersama

  3. Partisipasi: Peran aktif dalam pemerintahan

Contoh Penerapan:

  • Menghormati hak berpendapat orang lain

  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan

  • Menerima keputusan bersama dengan lapang dada

  • Aktif berpartisipasi dalam pemilihan (ketua kelas, OSIS, dll)

  • Tidak memaksakan kehendak sendiri


E. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai-nilai yang Terkandung:

  1. Keadilan: Perlakuan yang sama tanpa membeda-bedakan

  2. Gotong royong: Kerja sama dan saling membantu

  3. Kesejahteraan: Kesejahteraan untuk seluruh rakyat

Contoh Penerapan:

  • Bergotong royong membersihkan lingkungan

  • Membantu korban bencana alam

  • Membayar pajak untuk pembangunan negara

  • Tidak bergaya hidup mewah/boros

  • Suka bekerja sama

  • Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi


BAB 4: PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA


A. Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata:

  • Idea = gagasan, konsep, cita-cita

  • Logos = ilmu

Pengertian: Ideologi adalah seperangkat konsep dan sistem nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi dasar pemikiran serta memberikan arah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


B. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka berarti Pancasila dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman namun tetap mempertahankan nilai-nilai dasarnya.

Ciri-ciri Ideologi Terbuka:

NoCiriPenjelasan
1Nilai dasar tetapNilai-nilai Pancasila tidak berubah
2FleksibelDapat mengikuti perkembangan zaman
3Digali dari budaya bangsaBerasal dari kekayaan moral dan rohani budaya Indonesia
4Ditemukan oleh masyarakatTidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan oleh masyarakat Indonesia
5DinamisDapat berkembang sesuai kebutuhan zaman

Makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka:

  1. Dimensi Realita: Pancasila sesuai dengan kenyataan yang ada dalam masyarakat

  2. Dimensi Idealisme: Pancasila memberikan harapan dan motivasi untuk masa depan yang lebih baik

  3. Dimensi Fleksibilitas: Pancasila dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman


C. Tantangan Pancasila di Era Globalisasi

Dampak Positif Globalisasi:

  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

  • Pertukaran budaya dan informasi

  • Peningkatan kerja sama internasional

Dampak Negatif Globalisasi:

  • Masuknya budaya asing yang bertentangan dengan nilai Pancasila

  • Individualisme dan materialisme

  • Lunturnya nilai gotong royong

  • Hoaks dan ujaran kebencian di media sosial

Cara Menyikapi Pengaruh Negatif Globalisasi:

  1. Menyaring budaya asing yang masuk

  2. Memperkuat identitas bangsa dengan mengamalkan Pancasila

  3. Melestarikan budaya lokal dan produk dalam negeri

  4. Kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial

  5. Menjaga persatuan di tengah pengaruh asing


BAB 5: IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


A. Implementasi di Lingkungan Keluarga

  1. Berbakti kepada orang tua

  2. Menghormati anggota keluarga

  3. Melaksanakan ibadah bersama

  4. Membantu pekerjaan rumah

  5. Menjaga kerukunan dalam keluarga


B. Implementasi di Lingkungan Sekolah

  1. Menaati tata tertib sekolah

  2. Menghormati guru dan karyawan sekolah

  3. Menghargai teman yang berbeda agama, suku, dan budaya

  4. Melaksanakan piket kelas dengan tanggung jawab

  5. Berdiskusi dengan baik dalam tugas kelompok

  6. Tidak mengejek, mengintimidasi, atau mengucilkan teman

  7. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat

  8. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar


C. Implementasi di Lingkungan Masyarakat

  1. Gotong royong membersihkan lingkungan

  2. Menghormati tetangga yang berbeda agama

  3. Membantu korban bencana alam

  4. Menjaga keamanan lingkungan (siskamling)

  5. Berpartisipasi dalam musyawarah desa

  6. Membayar pajak tepat waktu


D. Implementasi di Lingkungan Bangsa dan Negara

  1. Menjaga persatuan dan kesatuan NKRI

  2. Mencintai produk dalam negeri

  3. Menggunakan hak pilih dalam pemilu

  4. Menaati peraturan perundang-undangan

  5. Membela negara jika diperlukan

  6. Menjaga nama baik bangsa di kancah internasional


BAB 6: PANCASILA SEBAGAI SUMBER HUKUM


A. Pengertian

Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum berarti semua peraturan perundang-undangan di Indonesia harus bersumber pada Pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Hierarki Peraturan Perundang-undangan (UU No. 12 Tahun 2011):

TingkatPeraturan
1UUD 1945
2TAP MPR
3Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu)
4Peraturan Pemerintah (PP)
5Peraturan Presiden (Perpres)
6Peraturan Daerah (Perda)

B. Makna Pancasila sebagai Sumber Hukum

  1. Pancasila mengatur segala hukum yang berlaku di Indonesia

  2. Setiap hukum tidak boleh bertentangan dengan Pancasila

  3. Semua hukum harus tunduk dan bersumber pada Pancasila

  4. Pancasila menjadi landasan idili penyelenggaraan negara

  5. Pancasila menjadi dasar sumber tertib hukum Indonesia


C. Kewajiban Warga Negara dalam Menaati Hukum

  1. Mematuhi aturan lalu lintas

  2. Memiliki akta kelahiran (administrasi kependudukan)

  3. Tidak main hakim sendiri

  4. Tidak melakukan perbuatan melawan hukum

  5. Menaati tata tertib di sekolah dan masyarakat


SOAL LATIHAN


A. Pilihan Ganda

  1. Istilah Pancasila dalam kehidupan kewarganegaraan pertama kali dikenalkan oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI pada tanggal...

    • A. 28 Mei 1945

    • B. 29 Mei 1945

    • C. 1 Juni 1945

    • D. 2 Juni 1945

  2. Rumusan resmi Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia...

    • A. Pertama

    • B. Kedua

    • C. Ketiga

    • D. Keempat

  3. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan nilai Pancasila yaitu...

    • A. Nilai Religius

    • B. Nilai Kebangsaan

    • C. Nilai Kerakyatan

    • D. Nilai Moral

  4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa berarti...

    • A. Sumber dari segala sumber hukum

    • B. Pandangan hidup bangsa (way of life)

    • C. Jiwa bangsa Indonesia

    • D. Dasar Negara

  5. Sikap saling menghormati antar umat beragama merupakan wujud dari nilai Pancasila sila...

    • A. Ketuhanan Yang Maha Esa

    • B. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    • C. Persatuan Indonesia

    • D. Keadilan Sosial

  6. Pancasila sebagai dasar negara memiliki sifat yang universal dan dinamis. Maksudnya adalah...

    • A. Pancasila dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa mengubah nilai dasarnya

    • B. Pancasila hanya berlaku untuk zaman tertentu

    • C. Pancasila tidak dapat berubah sama sekali

    • D. Pancasila berasal dari ideologi asing

  7. Contoh perilaku yang mencerminkan sila kedua Pancasila adalah...

    • A. Melaksanakan ibadah tepat waktu

    • B. Menolong teman yang kesulitan

    • C. Mengikuti upacara bendera

    • D. Bergotong royong membersihkan lingkungan

  8. Dalam rapat kelas, siswa-siswa berdiskusi untuk menentukan kegiatan sosial. Mereka saling menyampaikan ide dan mendengarkan dengan baik. Proses ini sesuai dengan sila...

    • A. Pertama

    • B. Kedua

    • C. Ketiga

    • D. Keempat

  9. Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh presiden untuk menjalankan perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi disebut...

    • A. Peraturan Pemerintah

    • B. Keputusan Presiden

    • C. Peraturan Presiden

    • D. Instruksi Presiden

  10. Sikap cinta tanah air dan menjaga persatuan bangsa menunjukkan...

    • A. Apatisme

    • B. Nasionalisme

    • C. Individualisme

    • D. Etnosentrisme


B. Soal Esai

1. Pancasila sebagai dasar negara memiliki sifat yang universal dan dinamis. Apa maksudnya dan bagaimana sifat-sifat ini memungkinkan Pancasila untuk tetap relevan dalam menghadapi perkembangan zaman?

Jawaban:

Sifat Universal: Pancasila memiliki nilai-nilai yang bersifat umum dan dapat diterima oleh seluruh bangsa Indonesia karena digali dari nilai-nilai budaya dan moral bangsa Indonesia sendiri.

Sifat Dinamis: Pancasila dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat tanpa mengubah nilai-nilai dasarnya.

Relevansi Pancasila:

  • Pancasila tetap menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman

  • Nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam konteks modern

  • Pancasila menjadi filter dalam menyaring pengaruh globalisasi

  • Pancasila memberikan arah yang jelas bagi pembangunan bangsa


2. Indonesia dikenal sebagai negara yang majemuk dengan beragam suku, agama, ras, dan budaya. Bagaimana Pancasila berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman tersebut? Jelaskan dengan contoh konkret!

Jawaban:

Peran Pancasila:

  1. Sila Ketuhanan → Menjaga toleransi antar umat beragama

    • Contoh: Menghormati teman yang sedang beribadah

  2. Sila Kemanusiaan → Mengakui persamaan hak dan martabat manusia

    • Contoh: Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku atau agama

  3. Sila Persatuan → Mengutamakan persatuan di atas perbedaan

    • Contoh: Slogan "Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda tetapi tetap satu)

  4. Sila Kerakyatan → Mengambil keputusan melalui musyawarah

    • Contoh: Menyelesaikan konflik antar warga melalui musyawarah

  5. Sila Keadilan → Memberikan perlakuan yang adil bagi semua

    • Contoh: Pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia


3. Bagaimana peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan Pancasila sebagai ideologi bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks?

Jawaban:

Peran Generasi Muda:

  1. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

  2. Menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila

  3. Menyaring budaya asing yang masuk dan mengambil hal positif

  4. Kritis terhadap informasi hoaks dan ujaran kebencian di media sosial

  5. Melestarikan budaya lokal dan produk dalam negeri

  6. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan positif di masyarakat

  7. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

  8. Menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab

  9. Mengikuti pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dengan serius

  10. Mengembangkan potensi diri untuk kemajuan bangsa


4. Jelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah!

Jawaban:

Sila 1 (Ketuhanan):

  • Melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing

  • Menghormati teman yang sedang beribadah

Sila 2 (Kemanusiaan):

  • Membantu teman yang kesulitan

  • Tidak mengejek, mengintimidasi, atau mengucilkan teman

  • Menghormati hak berpendapat teman

Sila 3 (Persatuan):

  • Berteman tanpa membeda-bedakan suku dan agama

  • Mengikuti upacara bendera dengan khidmat

  • Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik

Sila 4 (Kerakyatan):

  • Berdiskusi dengan baik dalam tugas kelompok

  • Mengambil keputusan melalui musyawarah

  • Menerima keputusan bersama

Sila 5 (Keadilan):

  • Melaksanakan piket kelas dengan tanggung jawab

  • Bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah

  • Membagi tugas secara adil dalam kelompok


5. Globalisasi membawa berbagai pengaruh budaya asing ke Indonesia. Bagaimana Pancasila dapat menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa?

Jawaban:

Cara Pancasila Menjadi Benteng:

  1. Sila Ketuhanan → Memperkuat iman dan moral agar tidak terpengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai agama

  2. Sila Kemanusiaan → Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, menolak budaya yang merendahkan martabat manusia

  3. Sila Persatuan → Memperkuat rasa cinta tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia

  4. Sila Kerakyatan → Mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah, menolak budaya individualisme

  5. Sila Keadilan → Mengutamakan gotong royong dan kepentingan bersama, menolak budaya materialisme dan konsumerisme

Strategi Menghadapi Globalisasi:

  • Menyaring budaya asing yang masuk

  • Mengambil hal positif, menolak hal negatif

  • Melestarikan budaya lokal

  • Menggunakan produk dalam negeri

  • Memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila

  • Mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten