BAGIAN 1: EKONOMI
A. Aktivitas Perdagangan dan Pelaku Ekonomi
1. Penyebab munculnya perdagangan (soal 4)
Adanya kelebihan produksi barang/jasa di suatu daerah.
Adanya permintaan dan penawaran atas produk tertentu.
Perbedaan sumber daya alam, iklim, dan teknologi antar daerah.
2. Peran pelaku ekonomi (soal 5)
Rumah Tangga Konsumen (RTK):
Sebagai konsumen (menggunakan barang/jasa).
Sebagai penyedia faktor produksi (tenaga kerja, tanah, modal, kewirausahaan).
Rumah Tangga Produsen (RTP): pengguna faktor produksi, menghasilkan barang/jasa.
3. Pendapatan RTK (soal 6)
Sewa (rent): dari tanah/bangunan.
Upah (wage): dari tenaga kerja.
Bunga (interest): dari pinjaman dana untuk modal usaha.
Laba (profit): dari kewirausahaan.
4. Arus pendapatan dalam diagram dua sektor (soal 7)
RTK menerima uang dari RTP atas balas jasa faktor produksi.
RTP menerima uang dari RTK atas pembelian barang/jasa.
5. Peran pemerintah melalui BUMN (soal 8)
Contoh: Pertamina → pemerintah berperan sebagai produsen (menghasilkan dan menjual barang/jasa).
B. Perdagangan Antar Daerah dan Kebijakan Ekspor
6. Tujuan perdagangan antar daerah (soal 9)
Memperoleh keuntungan dan memperluas jangkauan pasar.
Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan.
7. Kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor (soal 10)
Memberi kemudahan produsen barang ekspor.
Menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
Membuat perjanjian dagang internasional.
8. Perbedaan perdagangan antarpulau vs antar negara (soal 11)
Perdagangan antar negara → regulasi ketat karena menyangkut kedaulatan bangsa (bea cukai, lisensi, standar produk).
C. Ekonomi Kelautan dan Ekonomi Maritim
9. Ekonomi maritim (soal 12)
Kegiatan: transportasi laut, industri galangan kapal, pembangunan dan operasi pelabuhan beserta industri terkait.
D. Pengembangan Agrikultur
10. Strategi ekofarming (soal 13)
Sistem budi daya pertanian yang ramah lingkungan dan terintegrasi dengan kearifan lokal (misal: pupuk organik, rotasi tanaman, pengendalian hayati).
E. Redistribusi Pendapatan
11. Jenis redistribusi (soal 14)
Redistribusi vertikal: transfer pendapatan dari kelompok mampu ke kurang mampu (contoh: beasiswa dari Ronaldo ke Martunis).
Redistribusi horizontal: transfer antar kelompok setara (misal: antar daerah).
12. Program pemenuhan kebutuhan dasar (soal 15)
PKH, PIP, Bantuan Tunai Bersyarat → bentuk jaminan akses kebutuhan dasar bagi rakyat bawah.
13. Alat utama redistribusi pendapatan oleh pemerintah (soal 16)
Subsidi (memberikan bantuan harga) dan pengenaan pajak (mengambil sebagian pendapatan untuk dibagikan kembali).
BAGIAN 2: SEJARAH
A. Kedatangan Bangsa Eropa ke Nusantara
14. Rempah yang menjadi daya tarik (soal 17)
Pala, cengkeh, lada – terutama pala dan cengkeh asli Maluku.
15. Faktor pendorong: Gold, Glory, Gospel (soal 18)
Glory: semangat membangun kembali kejayaan Eropa dengan menaklukkan bangsa lain.
16. Pelaut Portugis ke Maluku (1512) (soal 19)
Antonio de Abreu (bukan Alfonso de Albuquerque, Vasco da Gama, atau Bartolomeus Diaz).
17. Rute Cornelis de Houtman (1596) (soal 20)
Tiba di Banten setelah melewati Selat Sunda.
B. VOC, Kebijakan Kolonial, dan Perlawanan
18. Alasan VOC pindah ke Jayakarta (soal 21)
Jawa lebih strategis sebagai lalu lintas perdagangan (posisi di jalur pelayaran internasional).
19. Hak Oktroi VOC (soal 22)
Mencetak dan mengedarkan uang sendiri.
Monopoli perdagangan rempah-rempah.
20. Latar belakang tanam paksa (1830) (soal 23)
Kesulitan keuangan Belanda akibat Perang Diponegoro (1825–1830).
21. Undang‑Undang Gula (1870) (soal 24)
Isinya: larangan mengangkut tebu keluar dari Indonesia (tebu harus diolah di dalam negeri).
22. Tokoh perlawanan dan asal daerah (soal 25)
Sultan Baabullah → Maluku
Sultan Hasanuddin → Sulawesi Selatan
Sultan Iskandar Muda → Aceh
Tuanku Imam Bonjol → Sumatera Barat
23. Pangeran Diponegoro (soal 26)
Nama kecil: Bendara Raden Mas Antawirya, lahir 1785 di Yogyakarta.
24. Taktik Snouck Hurgronje di Aceh (soal 27)
Mengadu domba antara Uleebalang (bangsawan) dan kaum ulama.
25. Ciri‑ciri Perang Jagaraga (Bali) (soal 28)
Hak tawan karang, Kerajaan Buleleng, Puputan Jagaraga, Patih I Gusti Ketut Jelantik.
C. Pergerakan Nasional
26. Faktor internal pergerakan nasional (soal 29)
Perluasan pendidikan, kegagalan perjuangan sebelumnya, rasa senasib sepenanggungan.
27. Politik Etis (1901) (soal 30)
Tiga program: Irigasi, Edukasi, Transmigrasi.
28. Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia (1905) (soal 31)
Membangkitkan kepercayaan bangsa Asia (termasuk Indonesia) bahwa bangsa Eropa dapat dikalahkan.
29. Taktik kooperatif (1930‑an) (soal 32)
Bersedia bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda (masa ini disebut taktik kooperatif).
30. Tujuan Budi Utomo (1908) (soal 33)
Meningkatkan derajat bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan.
31. Sarekat Islam (1912) (soal 34)
Perubahan nama dari Sarekat Dagang Islam → agar kegiatan organisasi lebih terbuka ke bidang lain (sosial, politik, agama).
32. Indische Partij (1912) (soal 35)
Didirikan oleh Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat.
33. Organisasi pelajar Indonesia di Belanda (soal 36)
Perhimpunan Indonesia (dulu bernama Indische Vereeniging).
34. Dampak penangkapan pemimpin PNI (1930) (soal 37)
PNI bubar, kemudian pecah menjadi Partindo dan PNI Baru.
35. Partai bentukan Hatta dan Syahrir setelah PNI bubar (soal 38)
PNI Pendidikan (juga disebut PNI Baru).
36. Petisi Sutarjo (1936) (soal 39)
Berisi: penghapusan dan penggantian istilah "Inlander" menjadi "Indonesisch" serta tuntutan pemerintahan sendiri.
37. Persamaan partai kooperatif & nonkooperatif (soal 40)
Tujuan perjuangannya sama: mencapai kemerdekaan Indonesia.
D. Masa Pendudukan Jepang
38. Organisasi semi militer bentukan Jepang (soal 41)
Seinendan, Heiho, Keibodan, PETA, Gokukutai? (Berdasarkan tabel soal, jawaban yang tepat mencakup A1 (Seinendan), B2 (Keibodan), A2 (Heiho), B3 (??) – namun secara umum organisasi semi militer: Seinendan, Keibodan, Heiho, PETA.
39. Tempat pendaratan Jepang di Jawa (soal 42)
Pantai Eretan, Indramayu → Provinsi Jawa Barat.
40. Perubahan masa kolonial Barat (soal 43)
Perubahan dalam aspek geografi (misal: pembukaan perkebunan, jalur transportasi).
Perubahan dalam aspek ekonomi (monopoli, sistem uang, pajak).

