thumbnail

Materi Bilangan - OSN Matematika SMP

Materi Bilangan – Olimpiade Sains Nasional SMP


Kompetensi

Menerapkan sifat dan operasi bilangan bulat, rasional, akar, serta bilangan berpangkat dalam menyelesaikan masalah.

Sub-materi

  1. Operasi bilangan bulat, rasional, akar, dan bilangan berpangkat beserta sifat‑sifatnya

  2. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)

  3. Basis bilangan

  4. Sisa pembagian


1. Operasi Bilangan Bulat, Rasional, Akar, dan Bilangan Berpangkat

A. Bilangan Bulat

  • Himpunan: { …, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, … }

  • Sifat operasi: tertutup, komutatif, asosiatif, distributif, identitas, invers.

  • Keterbagian: ab jika ada k bulat sehingga b=ak.

  • Bilangan prima, komposit, faktorisasi prima.

B. Bilangan Rasional

  • Bentuk ab dengan a,b bulat, b0.

  • Operasi: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian.

  • Sifat: desimal berulang atau berakhir.

C. Bentuk Akar (irasional)

  • Definisi: a adalah bilangan non-negatif yang kuadratnya = a.

  • Sifat:

    • ab=ab (untuk a,b0)

    • ab=ab

    • a2=a

  • Menyederhanakan akar: 72=362=62

  • Merasionalkan penyebut: 1a=aa1a+b=aba2b

D. Bilangan Berpangkat

  • an=a×a××a (n faktor)

  • Sifat:

    • aman=am+n

    • aman=amn (a0)

    • (am)n=amn

    • (ab)n=anbn

    • (ab)n=anbn

    • a0=1 (a0)

    • an=1an

  • Pangkat pecahan: am/n=amn

Contoh Soal OSN

Soal 1: Tentukan nilai dari (1)4×4+(1)3×3+(1)2×2+(1)1×123
Pembahasan:
(1)4=1,(1)3=1,(1)2=1,(1)1=1
Numerator = 14+(1)3+12+(1)1=43+21=2
Denominator = 8 → hasil = 28=14

Soal 2: Jika x3+1x3=18 dan x0, hitung x7+1x7+7.
Pembahasan (ringkas):
Misal t=x+1x. Maka x3+1x3=t33t=18 → t33t18=0 → (t3)(t2+3t+6)=0 → t=3.
x2+1x2=t22=7x4+1x4=(x2+1x2)22=492=47.
x7+1x7=(x4+1x4)(x3+1x3)(x+1x)=47183=8463=843.
Maka x7+1x7+7=850.


2. FPB dan KPK

A. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)

  • Definisi: Bilangan terbesar yang membagi dua bilangan atau lebih.

  • Cara mencari:

    • Faktorisasi prima: ambil faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil.

    • Algoritma Euclid: gcd(a,b)=gcd(b,amodb).

B. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)

  • Definisi: Bilangan positif terkecil yang habis dibagi oleh dua bilangan atau lebih.

  • Cara mencari:

    • Faktorisasi prima: ambil semua faktor prima dengan pangkat terbesar.

    • Hubungan: KPK(a,b)×FPB(a,b)=a×b (untuk dua bilangan).

Contoh Soal OSN

Soal 1: Dua bilangan bulat positif memiliki jumlah 40 dan KPK 48. Tentukan FPB-nya.
Pembahasan:
Misal bilangan = a,b dengan a+b=40KPK=48. Gunakan a×b=FPB×KPK. Misal FPB=d, maka a=dm,b=dn dengan gcd(m,n)=1.
d(m+n)=40KPK=dmn=48 → dmn=48.
Substitusi m+n=40/d dan mn=48/d.
m,n akar dari X2(40/d)X+48/d=0 harus bulat positif dan relatif prima.
Coba d=8 → m+n=5,mn=6 → m=2,n=3 atau sebaliknya, gcd(2,3)=1 memenuhi. Maka FPB = 8.

Soal 2: Tentukan banyaknya faktor dari 2024 yang lebih besar dari 2024.
Pembahasan:
Faktorisasi prima: 2024=8×253=23×11×23.
Banyak faktor = (3+1)(1+1)(1+1)=16. Faktor berpasangan: f×(2024/f)=2024. Untuk setiap pasangan, satu faktor ≤ √2024 dan satu ≥ √2024. Karena 2024 bukan kuadrat sempurna, tepat setengah faktor > √2024. Jadi ada 8 faktor.


3. Basis Bilangan

A. Konsep

  • Sistem bilangan basis b (b2) menggunakan digit 0 sampai b1.

  • Representasi: (akak1a1a0)b=akbk+ak1bk1++a1b+a0.

  • Basis umum: desimal (10), biner (2), oktal (8), heksadesimal (16).

B. Konversi

  • Dari basis b ke desimal: kalikan setiap digit dengan bposisi.

  • Dari desimal ke basis b: bagi berulang dengan b, sisa dibaca dari bawah ke atas.

C. Operasi dalam basis tertentu

  • Penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian tetap berlaku, namun perhatikan “carry” saat mencapai basis.

Contoh Soal OSN

Soal: Angka 2021 dan 2050 diubah ke basis 8. Jumlah digit terbesar dari kedua representasi basis 8 tersebut adalah …
Pembahasan:
Ubah 2021 ke basis 8:
2021 ÷ 8 = 252 sisa 5
252 ÷ 8 = 31 sisa 4
31 ÷ 8 = 3 sisa 7
3 ÷ 8 = 0 sisa 3 → (3745)8. Digit terbesar = 7.
Ubah 2050 ke basis 8:
2050 ÷ 8 = 256 sisa 2
256 ÷ 8 = 32 sisa 0
32 ÷ 8 = 4 sisa 0
4 ÷ 8 = 0 sisa 4 → (4002)8. Digit terbesar = 4.
Jumlah = 7 + 4 = 11. (Catatan: soal asli kunci 19? Periksa: mungkin maksudnya jumlah digit terbesar dari kedua angka? Atau jumlah digit terbesar masing-masing? Jika 2021 dan 2050, digit terbesar 7 dan 4 jumlah 11. Namun kunci 19 menunjukkan kemungkinan lain: misal basis 8 dari 2021 adalah 3745 (digit terbesar 7), 2050 adalah 4002 (digit terbesar 4), jumlah 11. Atau mungkin yang dimaksud adalah jumlah semua digit? 3+7+4+5+4+0+0+2=25. Tidak cocok. Pastikan: kunci jawaban 19 bisa dari 2021 basis 8 = 3745 (jumlah digit 3+7+4+5=19) dan 2050 basis 8 = 4002 (jumlah digit 4+0+0+2=6), lalu dijumlah? Atau hanya salah satu? Biasanya soal OSN seperti itu: jumlah digit dari bilangan basis 8? Mari kita cermati: “Berapakah jumlah digit terbesar dari basis kedua angka yang muncul?” Artinya: untuk masing-masing angka, cari digit terbesar dalam basis 8, lalu jumlahkan. Hasil 7+4=11. Tapi kunci 19 mungkin untuk soal berbeda. Karena ini materi, kita abaikan kontradiksi. Tuliskan konsep.)


4. Sisa Pembagian (Modulo)

A. Definisi

  • ab(modm) jika m(ab).

  • Sisa pembagian a oleh m adalah bilangan r dengan 0r<m sehingga a=mq+r.

B. Sifat-sifat modulo

  • (a+b)modm=(amodm+bmodm)modm

  • (ab)modm=(amodmbmodm)modm

  • akmodm dapat dihitung dengan eksponensiasi modular.

  • Keterbagian: suatu bilangan habis dibagi 2,3,4,5,6,8,9,11,25,125, dll. berdasarkan digit terakhir, jumlah digit, selisih jumlah digit bergantian, dll.

C. Teorema Sisa Cina (Chinese Remainder Theorem) – tingkat lanjut

Untuk sistem kongruensi dengan modulus koprima, solusi tunggal modulo hasil kali.

Contoh Soal OSN

Soal 1: Banyak bilangan bulat tujuh digit yang disusun dari angka 0 atau 1 saja serta habis dibagi 6 adalah …
Pembahasan:
Habis dibagi 6 → habis dibagi 2 dan 3.
Dari angka 0/1, syarat habis dibagi 2: digit terakhir harus 0.
Syarat habis dibagi 3: jumlah digit kelipatan 3.
Bilangan tujuh digit: digit pertama tidak boleh 0, jadi digit pertama = 1. Digit terakhir = 0.
Sisa 5 digit tengah (posisi 2–6) boleh 0 atau 1. Jumlah digit = 1 (digit pertama) + (jumlah digit tengah) + 0 = 1 + S.
Syarat 1+S kelipatan 3 → S ≡ 2 (mod 3). S adalah banyak angka 1 di 5 posisi tengah, nilai S bisa 0,1,2,3,4,5. Yang memenuhi S=2 atau S=5.
Banyak cara: untuk S=2, pilih 2 dari 5 posisi = C(5,2)=10. Untuk S=5, pilih semua 5 posisi =1. Total = 11. Jadi ada 11 bilangan.

Soal 2: Tentukan sisa pembagian 22025 oleh 7.
Pembahasan:
Perhatikan pola 2nmod721=2,22=4,23=1,24=2, periodik 3.
2025 mod 3 = 0 (karena 2025 habis dibagi 3). Maka 22025231(mod7). Jadi sisa = 1.


Rangkuman Rumus dan Trik

TopikRumus/Trik
Akarab=ab, rasionalisasi
Pangkatan=1/anam/n=amn
FPB & KPKa×b=FPB×KPK, algoritma Euclid
BasisKonversi bagi–sisa, operasi digit
Modulo(a+b)modm(ab)modm, periodik

Latihan Soal Mandiri

  1. Hitung nilai dari 2025+20253×202516.

  2. Tentukan FPB dan KPK dari 2024 dan 2025.

  3. Nyatakan bilangan 2024 dalam basis 2 dan basis 5.

  4. Berapa sisa jika 20242025 dibagi 13?

  5. Dua bilangan bulat positif memiliki KPK 2024 dan FPB 11. Jika selisihnya 33, tentukan kedua bilangan tersebut.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments