Bagian 1: Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
A. Pengertian Taksonomi
Taksonomi adalah cabang biologi yang mempelajari pengelompokan (klasifikasi) makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri. Tujuan utama taksonomi:
Mengidentifikasi dan memberi nama (nomenklatur).
Mengelompokkan (klasifikasi) ke dalam tingkatan (takson).
Mengetahui hubungan kekerabatan (filogeni).
B. Hierarki Taksonomi (Tingkatan Klasifikasi)
Urutan dari tertinggi ke terendah (semakin ke bawah, semakin dekat kekerabatannya):
| Tingkat (Takson) | Akhiran (untuk hewan/tumbuhan) | Contoh (Manusia) |
|---|---|---|
| Domain | - | Eukarya |
| Kerajaan (Regnum) | - | Animalia |
| Filum (Divisio untuk tumbuhan) | -phyta (tumbuhan), -mycota (jamur) | Chordata |
| Kelas (Classis) | -opsida (tumbuhan), -ia (hewan) | Mammalia |
| Bangsa (Ordo) | -ales (tumbuhan), -a (hewan) | Primates |
| Suku (Familia) | -aceae (tumbuhan), -idae (hewan) | Hominidae |
| Marga (Genus) | -us (latin) | Homo |
| Jenis (Spesies) | - | Homo sapiens |
C. Tata Nama Ganda (Binomial Nomenclature) – Carolus Linnaeus
Setiap spesies memiliki nama ilmiah terdiri dari dua kata: Genus (huruf kapital) + spesies (huruf kecil), dicetak miring (atau digarisbawahi).
Contoh: Panthera tigris (harimau), Oryza sativa (padi), Escherichia coli (bakteri).
Manfaat: Nama ilmiah bersifat universal, tidak tergantung bahasa daerah.
Bagian 2: Keanekaragaman Tingkat Gen, Spesies, dan Ekosistem
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) mencakup tiga tingkatan:
A. Keanekaragaman Gen (Genetik)
Definisi: Variasi gen dalam satu spesies yang menyebabkan perbedaan individu (warna, bentuk, ukuran, resistensi penyakit).
Contoh:
Padi: varietas IR64, Ciherang, Inpari (genotipe berbeda, fenotipe berbeda).
Mangga: mangga arum manis, mangga gadung, mangga indramayu.
Manusia: rambut keriting vs lurus, golongan darah A, B, AB, O.
Penyebab: Mutasi, rekombinasi gen, seleksi alam, dan perkawinan silang.
Penting: Sumber variasi untuk adaptasi dan pemuliaan.
B. Keanekaragaman Spesies
Definisi: Variasi jenis (spesies) makhluk hidup di suatu wilayah.
Contoh:
Di hutan hujan tropis Amazon: ribuan spesies pohon, serangga, burung.
Di terumbu karang: berbagai spesies ikan, karang, moluska.
Pengukuran: Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), kekayaan spesies (jumlah spesies), kemerataan (evenness).
Indonesia: Negara megabiodiversitas (peringkat 2 dunia setelah Brasil), memiliki 10% spesies tumbuhan berbunga, 16% spesies reptil & amfibi, 17% spesies burung di dunia.
C. Keanekaragaman Ekosistem
Definisi: Variasi tipe ekosistem (komunitas + lingkungan abiotik) di suatu bentang alam (lanskap).
Contoh ekosistem di Indonesia:
Ekosistem hutan hujan tropis (Kalimantan, Sumatera, Papua).
Ekosistem mangrove (pantai utara Jawa, Sumatera).
Ekosistem terumbu karang (Raja Ampat, Bunaken, Wakatobi).
Ekosistem savana (Nusa Tenggara).
Ekosistem pegunungan (Jawa, Papua).
Penting: Setiap ekosistem memiliki fungsi ekologis unik (penyedia air, pencegah abrasi, penyerap karbon, dll.).
Bagian 3: Delapan Dunia Makhluk Hidup (Regnum)
Sistem klasifikasi terus berkembang seiring penemuan mikroskop elektron dan analisis genetik (rRNA). Sistem 6 kingdom (Whittaker, 1969; kemudian Woese dengan 3 domain) adalah yang paling umum. Namun, beberapa ahli (misal: Thomas Cavalier-Smith) mengusulkan sistem 8 kingdom. Berikut adalah 8 kingdom menurut klasifikasi modern (Cavalier-Smith, 2015):
| No. | Kingdom | Karakteristik | Contoh |
|---|---|---|---|
| 1 | Eubacteria | Prokariota, dinding sel peptidoglikan, uniseluler, autotrof/heterotrof. | Escherichia coli, Bacillus subtilis, Cyanobacteria. |
| 2 | Archaebacteria | Prokariota, dinding sel tanpa peptidoglikan (lipid eter), hidup di lingkungan ekstrem (termofil, halofil, metanogen). | Thermophilus aquaticus, Halobacterium, Methanobacterium. |
| 3 | Protista | Eukariota, uniseluler/multiseluler sederhana, autotrof/heterotrof, tidak membentuk jaringan sejati. | Amoeba, Paramecium, Euglena, ganggang merah (Rhodophyta), ganggang coklat (Phaeophyta). |
| 4 | Chromista | Eukariota, umumnya fotosintetik dengan pigmen klorofil a dan c, dinding sel dari silika atau selulosa, memiliki struktur flagela tripartit. | Diatom (Bacillariophyta), ganggang keemasan (Chrysophyta), Oomycota (jamur air, Phytophthora). |
| 5 | Fungi | Eukariota, heterotrof (absorpsi), dinding sel kitin, multiseluler (kecuali ragi), reproduksi dengan spora. | Jamur kuping, Aspergillus, Saccharomyces, Penicillium. |
| 6 | Plantae | Eukariota, autotrof (fotosintesis), dinding sel selulosa, multiseluler dengan jaringan sejati, memiliki klorofil a dan b. | Lumut, paku, gymnospermae, angiospermae. |
| 7 | Animalia | Eukariota, heterotrof (ingesti), tanpa dinding sel, multiseluler dengan jaringan sejati, motil pada sebagian besar fase hidup. | Invertebrata (serangga, cacing, moluska) dan vertebrata (ikan, amfibi, reptil, burung, mamalia). |
| 8 | Archaezoa (atau Protozoa tanpa mitokondria) | Eukariota primitif, uniseluler, tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, hidup anaerob. | Giardia lamblia, Trichomonas vaginalis. |
Catatan: Beberapa sistem memasukkan Archaezoa ke dalam Protista. Sistem 8 kingdom membedakan Chromista dari Protista (karena perbedaan pigmen dan struktur). Selain itu, ada juga usulan kingdom Virus? Virus bukan sel, sehingga tidak termasuk dalam sistem kingdom (ditempatkan terpisah).
Perbandingan Sistem Klasifikasi:
| Linnaeus (1735) | Haeckel (1866) | Whittaker (1969) | Woese (1990) – 3 Domain | Cavalier-Smith (2015) – 8 Kingdom |
|---|---|---|---|---|
| 2 kingdom (Plantae, Animalia) | 3 kingdom (tambah Protista) | 5 kingdom (Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia) | Bacteria, Archaea, Eukarya (Eukarya dibagi 4-5 kingdom) | Eubacteria, Archaebacteria, Protista, Chromista, Fungi, Plantae, Animalia, Archaezoa |
Bagian 4: Penyebab Terjadinya Keanekaragaman Makhluk Hidup
Keanekaragaman hayati muncul karena dua faktor utama: faktor internal (genetik) dan faktor eksternal (lingkungan) yang berinteraksi dengan proses evolusi.
A. Faktor Genetik
Mutasi – perubahan materi genetik (DNA) menghasilkan alel baru. Mutasi terjadi secara acak dan dapat diwariskan.
Rekombinasi gen – terjadi saat meiosis (crossing over) dan fertilisasi (penggabungan gamet). Menghasilkan kombinasi gen baru.
Aliran gen (migrasi) – perpindahan individu antar populasi membawa alel baru.
B. Faktor Lingkungan
Perbedaan habitat – kondisi fisik (suhu, curah hujan, ketinggian, jenis tanah) menyebabkan tekanan seleksi yang berbeda.
Adaptasi – populasi beradaptasi secara morfologi, fisiologi, atau perilaku terhadap lingkungan lokal.
Isolasi geografis – pemisahan oleh gunung, sungai, laut menyebabkan spesiasi alopatrik (terbentuk spesies baru).
C. Proses Evolusi (Seleksi Alam dan Spesiasi)
Seleksi alam menyaring variasi yang menguntungkan.
Spesiasi adalah terbentuknya spesies baru karena isolasi reproduksi (tidak dapat kawin silang lagi).
D. Waktu dan Sejarah Bumi
Keanekaragaman yang tinggi di daerah tropis karena stabilitas iklim jangka panjang (tidak mengalami glasiasi seperti di kutub).
Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia), serta memiliki banyak pulau (archipelago) → tingkat endemisme tinggi.
Bagian 5: Evolusi
A. Definisi Evolusi
Evolusi adalah perubahan frekuensi alel dalam suatu populasi dari generasi ke generasi. Evolusi menjelaskan asal-usul keanekaragaman makhluk hidup dari nenek moyang yang sama.
B. Teori Evolusi Darwin (Seleksi Alam)
Variasi individu dalam populasi.
Kelebihan keturunan (populasi tumbuh eksponensial, tetapi sumber daya terbatas).
Kompetisi (perebutan sumber daya).
Kelangsungan hidup berbeda (individu dengan sifat adaptif lebih banyak bertahan dan bereproduksi).
Pewarisan (sifat adaptif diwariskan ke keturunan).
C. Bukti Evolusi
| Bukti | Penjelasan |
|---|---|
| Fosil | Urutan fosil menunjukkan perubahan bentuk dari sederhana ke kompleks. Contoh: fosil kuda (Eohippus → Equus). |
| Anatomi perbandingan | Organ homolog (struktur dasar sama, fungsi berbeda) menunjukkan nenek moyang bersama. Contoh: tulang lengan manusia, sayap kelelawar, sirip paus. |
| Embriologi perbandingan | Embrio vertebrata (ikan, amfibi, reptil, burung, mamalia) pada tahap awal sangat mirip (celah insang, ekor). |
| Biogeografi | Distribusi spesies unik di pulau terpencil (Galapagos, Madagaskar, Australia) menunjukkan spesiasi setelah isolasi. |
| Biologi molekuler | Perbandingan DNA dan protein (sitokrom c, rRNA) menunjukkan kekerabatan; semakin mirip urutan DNA, semakin dekat hubungannya. |
D. Mekanisme Evolusi (Selain Seleksi Alam)
Hanyutan gen (genetic drift) – perubahan frekuensi alel secara acak, terutama pada populasi kecil (efek pendiri, bottleneck).
Aliran gen – migrasi membawa alel baru.
Mutasi – sumber variasi baru.
E. Spesiasi
Spesiasi allopatrik: Isolasi geografis → populasi terpisah → evolusi berbeda → isolasi reproduktif.
Spesiasi sympatrik: Isolasi reproduktif terjadi dalam satu wilayah tanpa pemisahan geografis (misal: poliploidi pada tumbuhan).
Bagian 6: Usaha-Usaha dan Pentingnya Pelestarian Keanekaragaman Hayati
A. Pentingnya Keanekaragaman Hayati
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Ekologis | Menjaga keseimbangan ekosistem (daur hara, pengatur iklim, penyerbuk, pengendali hama alami). |
| Ekonomis | Sumber pangan, sandang, papan, obat-obatan, industri (kayu, karet, minyak atsiri). |
| Ilmiah & pendidikan | Objek penelitian, sumber gen untuk pemuliaan, bioindikator lingkungan. |
| Budaya & rekreasi | Nilai estetika, pariwisata alam, spiritual (hutan adat). |
B. Ancaman Keanekaragaman Hayati
Kerusakan habitat (deforestasi, konversi lahan).
Eksploitasi berlebihan (perburuan, penangkapan ikan, penebangan liar).
Polusi (pestisida, limbah, plastik).
Spesies invasif (keong mas, alang-alang, ikan asing).
Perubahan iklim (pemanasan global, kenaikan permukaan laut).
C. Usaha Pelestarian
1. Konservasi In Situ (di habitat asli)
Cagar alam (untuk penelitian, tanpa gangguan manusia).
Suaka margasatwa (perlindungan satwa tertentu).
Taman nasional (pemanfaatan terbatas untuk wisata, pendidikan). Contoh: TN Gunung Leuser, TN Komodo.
Taman hutan raya (koleksi tumbuhan untuk rekreasi dan konservasi).
Kawasan konservasi laut (Taman Laut Bunaken, Wakatobi).
2. Konservasi Ex Situ (di luar habitat asli)
Kebun raya (Kebun Raya Bogor, Bali, Purwodadi) – koleksi tumbuhan hidup.
Bank benih (penyimpanan biji dalam suhu rendah) – misal di LIPI.
Kebun binatang & aquarium (penangkaran satwa, misal: penangkaran harimau Sumatera, komodo, burung cendrawasih).
Kriopresensi (pembekuan sel telur, sperma, embrio, atau jaringan).
3. Pelestarian Berbasis Masyarakat
Hutan desa, hutan kemasyarakatan.
Sistem subak (Bali) untuk konservasi air dan lahan.
Kearifan lokal (sasi di Maluku, larangan menebang pohon tertentu).
4. Regulasi dan Hukum
Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan tentang CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) – perdagangan satwa dan tumbuhan langka.
D. Peran Serta Masyarakat
Mengurangi penggunaan plastik dan bahan kimia berbahaya.
Mendukung produk ramah lingkungan dan sertifikasi (FSC untuk kayu, ekolabel).
Tidak membeli satwa atau tumbuhan langka.
Reboisasi, menanam pohon lokal, tidak membuang sampah ke sungai.
Bagian 7: Metode atau Teknik Klasifikasi
Klasifikasi makhluk hidup awalnya didasarkan pada morfologi (bentuk luar). Saat ini, pendekatan molekuler sangat dominan untuk menentukan hubungan kekerabatan (filogeni).
A. Klasifikasi Tradisional (Fenetik)
Berdasarkan kesamaan morfologi, anatomi, dan fisiologi secara keseluruhan.
Kelemahan: Sifat morfologi bisa bersifat analog (konvergen, karena adaptasi lingkungan yang sama, bukan karena kekerabatan). Contoh: sayap burung dan sayap kupu-kupu (analog, bukan homolog).
B. Klasifikasi Filogenetik (Kladistik)
Berdasarkan nenek moyang bersama dan karakter turunan (apomorfi).
Mengelompokkan organisme dalam klad (kelompok monofiletik: mencakup nenek moyang dan semua keturunannya).
Menggunakan pohon filogeni (kladogram) yang disusun berdasarkan data morfologi dan molekuler.
C. Teknik Molekuler dalam Klasifikasi
| Teknik | Prinsip | Penggunaan |
|---|---|---|
| DNA barcoding | Mengurutkan segmen pendek DNA standar (misal: gen CO1 untuk hewan, gen rbcL atau matK untuk tumbuhan). | Identifikasi spesies, mendeteksi spesies kriptik, forensik satwa liar. |
| Sekuensing DNA (Sanger, NGS) | Menentukan urutan basa nukleotida dari gen atau genom lengkap. | Membangun pohon filogeni yang akurat, menentukan kekerabatan antar kingdom. |
| Analisis rRNA (ribosomal RNA) | Membandingkan urutan gen 16S rRNA (prokariota) atau 18S rRNA (eukariota). | Dasar pembagian 3 domain (Bacteria, Archaea, Eukarya) oleh Carl Woese. |
| Elektroforesis protein (alozim) | Memisahkan protein berdasarkan ukuran dan muatan. | Studi variasi genetik populasi (sebelum DNA murah). |
| PCR-RFLP | Memotong DNA dengan enzim restriksi, lalu membandingkan pola potongan. | Identifikasi spesies, deteksi mutasi. |
D. Teknik Morfologi Modern
Mikroskop elektron (SEM, TEM) untuk melihat struktur ultrastruktur (flagela, dinding sel, organel).
Mikroskop confocal untuk anatomi jaringan.
Kariotipe – susunan kromosom (jumlah, bentuk) membantu membedakan spesies (misal: pada primata).
E. Teknik Biokimia dan Serologi
Reaksi antigen-antibodi – melihat kesamaan protein.
Kromatografi – membandingkan pola metabolit sekunder (misal pada tumbuhan).
F. Sistematika Numerik
Menggunakan banyak karakter (puluhan hingga ratusan) dan dianalisis secara statistik (analisis klaster, PCA) untuk mengelompokkan organisme secara objektif.
G. Contoh Penerapan: Revisi Klasifikasi Fungi
Dulu jamur dimasukkan ke dalam tumbuhan (karena tidak bergerak, berdinding sel). Setelah analisis molekuler (rRNA), diketahui bahwa jamur lebih dekat ke hewan daripada tumbuhan. Sekarang jamur berdiri sendiri sebagai kingdom Fungi.
Soal HOTS
Soal Nomor 1
Amatilah gambar hewan-hewan di bawah ini!
(Gambar hewan-hewan: laba-laba, udang, kelabang, belalang)
Hewan tersebut tergolong ke dalam kelas ..... .
A. Arachnida
B. Crustacea
C. Diplopoda
D. Insecta
(Sumber: soal nomor 7, halaman 3)
Soal Nomor 2
Di sebuah taman nasional, terdapat beragam jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai tipe habitat, mulai dari hutan hujan, padang rumput, hingga sungai. Perhatikan pernyataan berikut:
Populasi jagung di lahan pertanian memiliki berbagai varietas dengan sifat tahan kekeringan dan tahan hama.
Berbagai tipe habitat seperti hutan, sungai, dan rawa memberikan kondisi lingkungan yang berbeda bagi makhluk hidup.
Di taman nasional tersebut ditemukan lebih dari 200 jenis burung yang berbeda.
Pernyataan manakah yang menunjukkan keanekaragaman pada tingkat gen, spesies, dan ekosistem secara berurutan?
A. 1, 2, 3
B. 2, 3, 1
C. 3, 2, 1
D. 1, 3, 2
Alasan jawaban:
Keanekaragaman hayati terdiri atas tiga tingkat, yaitu genetik, spesies, dan ekosistem. Pernyataan nomor 1 menunjukkan keanekaragaman genetik, karena menggambarkan adanya varietas jagung yang berbeda dalam satu spesies berdasarkan sifat genetik (tahan kekeringan dan tahan hama). Pernyataan nomor 3 menggambarkan keanekaragaman spesies, yaitu adanya lebih dari 200 jenis burung berbeda yang merupakan spesies yang beragam. Sedangkan pernyataan nomor 2 menunjukkan keanekaragaman ekosistem, yaitu adanya berbagai tipe habitat (hutan, sungai, rawa) yang memiliki kondisi lingkungan berbeda.
*(Sumber: soal nomor 3, halaman 52-53, Kumpulan Soal OSN)*
Soal Nomor 3
Kingdom makhluk hidup yang memiliki ciri prokariotik, uniseluler, dan hidup di kondisi ekstrim adalah….
A. Protista
B. Archaebacteria
C. Fungi
D. Animalia
Alasan jawaban:
Kingdom makhluk hidup yang memiliki ciri prokariotik (tidak memiliki membran inti sel), uniseluler (bersel satu), dan mampu hidup di lingkungan ekstrem seperti mata air panas, danau asam, atau tempat dengan kadar garam tinggi adalah Archaebacteria.
(Sumber: soal nomor 4, halaman 53, Kumpulan Soal OSN)
Soal Nomor 4
Dalam sebuah penelitian ditemukan populasi kupu-kupu di suatu hutan yang warnanya bervariasi dari terang hingga gelap. Setelah beberapa generasi, kupu-kupu dengan warna gelap lebih banyak bertahan hidup karena sulit terlihat oleh predator di batang pohon yang gelap akibat polusi. Fenomena ini merupakan contoh dari proses evolusi yang disebut…
A. Mutasi genetik
B. Seleksi alam
C. Migrasi populasi
D. Rekombinasi genetik
Alasan jawaban:
Dalam proses ini, individu dengan sifat yang lebih sesuai dengan lingkungan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan berkembang biak, sehingga sifat tersebut menjadi lebih dominan dalam populasi. Dalam kasus ini, kupu-kupu gelap lebih terseleksi secara alami karena sulit terlihat oleh predator, sehingga frekuensi warna gelap meningkat dari generasi ke generasi.
*(Sumber: soal nomor 5, halaman 53-54, Kumpulan Soal OSN)*
Soal Nomor 5
Sekelompok siswa melakukan survei tumbuhan di taman nasional dengan cara mengelompokkan jenis tumbuhan berdasarkan bentuk daun, warna bunga, dan ukuran batang tanpa mempertimbangkan hubungan evolusi atau genetika. Tujuannya adalah untuk memudahkan identifikasi cepat di lapangan. Metode klasifikasi yang mereka gunakan adalah ....
A. Filogenetik
B. Fenetik
C. Molekuler
D. Biokimia
Alasan jawaban:
Metode klasifikasi yang digunakan siswa tersebut adalah fenetik (jawaban B), yaitu sistem klasifikasi berdasarkan kemiripan ciri-ciri morfologi atau fisik luar seperti bentuk daun, warna bunga, dan ukuran batang, tanpa memperhatikan hubungan evolusi atau genetika.
(Sumber: soal nomor 6, halaman 54, Kumpulan Soal OSN)
Soal Nomor 6
Pada kegiatan pengamatan ekosistem diperoleh data beberapa jenis interaksi antar makhluk hidup sebagai berikut:
| Nomor | Interaksi yang Diamati |
|---|---|
| 1 | Ikan kecil memakan jentik nyamuk |
| 2 | Burung jalak memakan kutu di tubuh kerbau |
| 3 | Tumbuhan benalu tumbuh menempel dan mengambil nutrisi dari pohon mangga |
| 4 | Dua ekor kijang jantan saling menyerang untuk memperebutkan wilayah |
| 5 | Lebah menghisap nektar bunga, sementara bunga terbantu dalam penyerbukan |
Berdasarkan data pada tabel, pasangan interaksi yang menunjukkan hubungan simbiosis mutualisme adalah...
A. 1 dan 3
B. 2 dan 5
C. 2 dan 4
D. 3 dan 5
(Sumber: soal nomor 8, halaman 55, Kumpulan Soal OSN)
Soal Nomor 7
Seorang peneliti melakukan pengamatan terhadap empat spesies tumbuhan berbunga di daerah pegunungan dan mencatat ciri-ciri morfologi utama seperti berikut:
| Spesies | Ciri Daun | Bentuk Bunga | Buah | Habitat |
|---|---|---|---|---|
| A | Tunggal, bertepi rata | Lima kelopak, simetris | Buah buni | Lereng terbuka |
| B | Majemuk, bertepi bergerigi | Lima kelopak, tidak simetris | Buah polong | Hutan pegunungan |
| C | Tunggal, ujung runcing | Lima kelopak, simetris | Buah buni | Lereng berbatu |
| D | Tunggal, pertulangan menyirip | Lima kelopak, simetris | Buah kotak | Pinggir sungai |
Diketahui bahwa genus Solanum (misalnya Solanum tuberosum dan Solanum melongena) memiliki ciri umum:
Daun tunggal
Bunga simetris dengan lima kelopak
Buah buni
Tumbuh di daerah terbuka atau berbatu
Berdasarkan data tersebut, spesies manakah yang kemungkinan besar termasuk dalam genus Solanum?
A. A saja
B. B saja
C. A dan C
D. B dan D
*(Sumber: soal nomor 9, halaman 55-56, Kumpulan Soal OSN)*
Soal Nomor 8
Di antara ciri-ciri berikut ini:
Bermuatan negatif
Terdiri base N purin : Sitosin dan Guanin
Terdiri basa N pirimidin : Adenin dan Timin
Gulannya berupa ribose yang tidak kehilangan atom oksigen
Yang bukan merupakan ciri-ciri DNA adalah ....
A. 1, 2 dan 3
B. 2, 3 dan 4
C. 3, 4 dan 1
D. 4, 1 dan 2
(Sumber: soal nomor 10, halaman 25)
Soal Nomor 9
Dalam evolusi konvergen, spesies yang secara genetik tidak berkerabat dapat mengembangkan karakteristik yang serupa.
SEBAB
Tekanan seleksi dan lingkungan terhadap spesies tersebut serupa.
A. Keduanya Benar dan berhubungan
B. Keduanya Benar tetapi tidak berhubungan
C. Salah satu benar
D. Keduanya salah
*(Sumber: soal nomor 21, halaman 28, SEBAB-AKIBAT)*
Soal Nomor 10
Spesies adalah kumpulan individu yang dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertile.
SEBAB
Kumpulan individu yang spesiesnya berbeda dalam suatu habitat dan waktu yang tertentu disebut populasi.
A. Keduanya Benar dan berhubungan
B. Keduanya Benar tetapi tidak berhubungan
C. Salah satu benar
D. Keduanya salah
*(Sumber: soal nomor 32, halaman 49, TIPE-3 SEBAB-AKIBAT)*
Soal Nomor 11
Kingdom berikut ini yang selnya tidak memiliki dinding sel adalah … .
A. fungi
B. bakteri
C. tumbuhan
D. protista
*(Sumber: soal nomor 5, halaman 40, TIPE-1)*
Soal Nomor 12
Keanekaragaman hayati yang tinggi di daerah tropis dimungkinkan oleh adanya faktor berikut kecuali … .
A. curah hujan yang tinggi
B. suhu yang hangat
C. perbedaan suhu yang relatif tinggi
D. cahaya matahari ada sepanjang tahun
*(Sumber: soal nomor 6, halaman 40, TIPE-1)*
Soal MOTS
1. Warna bulu ayam adanya hitam, putih, coklat atau lainnya. Hal tersebut menunjukkan keanekaragaman tingkat... .
A. Gen
B. Spesies
C. Ekosistem
D. Komunitas
2. Berikut adalah informasi mengenai telinga pada manusia: daun telinga, tiga tulang pendengaran, lubang telinga, tiga saluran setengah lingkaran, saluran telinga, saluran Eustachius, gendang telinga. Kombinasi informasi yang benar yang berkaitan dengan telinga adalah .....
(Soal tidak lengkap, tidak ada pilihan)
3. Berdasarkan gambar di atas, bunga tersebut dikelompokkan termasuk bunga....
A. apetal
B. diapetal
C. polypetal
D. sympetal
4. Ditemukan tanaman di tepi sungai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
i. Berwarna hijau
ii. Bentuk seperti lembaran
iii. Tumbuh menjalar horizontal/mendatar
iv. Terdapat alat perkembangan berbentuk mangkuk
v. Mempunyai rambut seperti akar untuk menempel pada tanah.
Berdasarkan ciri-ciri di atas maka tanaman tersebut termasuk kelompok ....
A. Bryophyta
B. Fungi
C. Lichenes
D. Pteridophyta
5. Perhatikan ciri-ciri di bawah ini!
Daun tipis dan lebar
Daun tereduksi seperti jari
Daun tebal dan mempunyai lapisan lilin
Mempunyai akar tunjang yang tinggi
Bunga bentuk mahkota
Kulit batang keras tidak berpori
Akar serabut
Tunas dapat mengapung
Memiliki strobilus
Melakukan metagenesis
Berdasarkan daftar ciri-ciri di atas, ciri yang paling baik untuk beradaptasi tumbuhan yang hidup di daerah pasang surut adalah nomor... .
A. 1, 4, 5, 7 dan 9
B. 2, 3, 6, 8 dan 10
C. 3, 4, 5, 6 dan 8
D. 3, 5, 7, 9 dan 10
6. Suatu bioma mempunyai musim dingin yang panjang serta gelap dan musim panas yang panjang dan terang terus-menerus serta memiliki curah hujan yang rendah. Tumbuhan yang hidup biasanya berupa lumut atau tanaman perintis, rerumputan, tumbuhan biji semusim, dan tumbuhan kayu yang pendek. Pertumbuhan pohon dengan rendahnya suhu lingkungan akan terhambat. Oleh karena itu, daerah ini disebut daerah tanpa pohon. Bioma yang memiliki karakteristik seperti di atas dinamakan...
A. Tundra
B. Taiga
C. Sabana
D. Hutan gugur
7. Perhatikan gambar di bawah ini! (gambar tidak disertakan, naskah menyebut "D. Paramaecium, amoeba, dan Euglena")
(Soal tidak lengkap, hanya pilihan D)
8. Kerajaan makhluk hidup (kingdom) berikut yang beberapa anggota jenisnya bersifat multiseluler adalah.....
A. protista
B. fungi dan protista
C. fungi, protista dan monera
D. animalia dan plantae
9. Kingdom berikut yang sel – sel penyusun tubuhnya bersifat eukariotik adalah.....
A. animalia dan plantae
B. animalia, plantae dan protista
C. animalia, plantae dan fungi
D. animalia, plantae, fungi dan protista
10. Anggota filum berikut hanya memiliki dua lapisan tubuh (diploblastik). Filum yang dimaksud adalah......
A. Coelenterata dan Porifera
B. Platyhelminthes, Nematoda dan Annelida
C. Ctenophora, Coelenterata dan Porifera
D. Platyhelminthes, Porifera dan Ctenophora
11. Kelompok hewan berikut yang paling banyak memiliki persamaan ciri adalah.....
A. Sapi, gajah dan kucing
B. Ayam, gajah dan ikan
C. Katak, ikan dan burung
D. Keong, katak dan ikan
12. Kelompok hewan berikut yang berada pada tingkat takson paling rendah adalah.....
A. kambing, singa dan paus
B. singa, kucing dan harimau
C. katak, ikan dan burung
D. keong, katak dan kan (mungkin "kambing")
13. Lima contoh tumbuhan yang termasuk kelompok Kormofita adalah:
Kelapa (Cocos nucifera)
Nanas (Ananas sativus)
Pisang (Musa paradisiaca)
Jahe (Zingiber officinale)
Rumput teki (Cyperus rotundus)
Persamaan tanda-tanda atau ciri-ciri yang dimiliki oleh ke-5 tumbuhan di atas adalah...
A. akar dan batang berkambium
B. berkas pembuluh pada batang tersebar
C. daun-daunnya kaku
D. tidak mempunyai bunga
14. Diantara urutan berikut yang merupakan daur hidup lumut adalah ...
A. tumbuhan lumut - gamet - zigot - talus
B. tumbuhan lumut - zigot - talus - gamet
C. talus - sel gamet - zigot - tumbuhan lumut
D. talus - zigot - sel gamet - tumbuhan lumut
15. Tumbuhan tebu diberi nama ilmiah Saccharum officinarum, sedangkan tumbuhan gelagah diberi nama ilmiah Saccharum spontaneum. Ini berarti bahwa tumbuhan tebu dan gelagah memiliki ...
A. marga berbeda, spesies berbeda
B. marga sama, spesies sama
C. marga beda, spesies sama
D. marga sama, spesies berbeda
16. Hirarki kategori taksonomik makhluk hidup dari tingkat yang tinggi sampai tingkat rendah adalah ...
A. jenis, marga, bangsa, kelas, suku, divisi
B. jenis, marga, suku, bangsa, kelas, divisi
C. jenis, marga, bangsa, suku, kelas, divisi
D. jenis, marga, bangsa, kelas, suku, divisi
17. Kegiatan yang menyebabkan hilangnya habitat antara lain ...
A. program pemuliaan tanaman
B. pembuatan cagar alam
C. ekstensifikasi pertanian
D. perlindungan satwa
18. Diantara pasangan hewan di bawah ini, pasangan yang hubungan kekerabatannya jauh adalah...
Katak dengan salamander
Gorilla dengan simpanse
Biawak dengan salamander
19. Kelas hewan di bawah ini termasuk filum Arthropoda adalah ...
Crustacea
Myriapoda
Hexapoda
20. Tiap-tiap tingkatan takson disebut kategori takson, dimana semakin tinggi tingkat kategori taksonomi, maka ...
Jumlah/kisaran variasi semakin banyak
Jumlah anggota semakin banyak
Jumlah karakter yang sama, semakin banyak
21. Berikut ini adalah kegiatan yang dapat merusak sumber daya hayati...
erosi gen
bencana alam
ladang berpindah
22. Contoh tempat pelestarian secara in-situ adalah...
Harimau di hutan Sumatera
Komodo di pulau Komodo
Penangkaran hewan liar di Taman Safari
23. Ciri yang termasuk contoh variasi pada sekelompok kucing adalah ....
A. warna rambut, bentuk ekor, ukuran tubuh
B. warna rambut, cara reproduksi, ukuran tubuh
C. bentuk ekor, ukuran tubuh, cara bergerak
D. ukuran tubuh, warna rambut, lama reproduksi
24. Urutan tingkatan taksonomi untuk hewan dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah adalah ....
A. jenis - marga - suku - bangsa - kelas - filum
B. filum - kelas - bangsa - suku - marga - jenis
C. filum - bangsa - suku - marga - kelas - jenis
D. jenis - kelas - marga - suku - bangsa - filum
25. Persamaan antara Mammalia dan Aves adalah....
A. memiliki bulu
B. bertelur
C. suhu tubuh tetap
D. omnivora
26. Level yang termasuk pada tingkatan keanekaragaman makhluk hidup adalah...
A. gen, spesies, ekosistem
B. gen, spesies, genus
C. gen, genus, ekosistem
D. gen, genus, spesies
27. Cara penulisan ilmiah yang benar untuk padi adalah...
A. Oryza sativa
B. Oryza sativa (pilihan A dan B sama)
C. oryza sativa
D. oryza sativa (pilihan C dan D sama, mungkin perbedaan huruf miring atau tidak)
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments