Pendahuluan: Memahami Trilogi Kehidupan Sosial
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk (plural society). Kemajemukan ini bukan hanya realitas sosiologis, tetapi juga takdir geografis dan historis. Memahami tiga konsep kunci—Pluralitas, Konflik, dan Integrasi—adalah kunci untuk membaca dinamika kebangsaan. Pluralitas adalah fakta, konflik adalah potensi risiko, dan integrasi adalah upaya sadar untuk bertahan.
Bagian 1: Ragam Perbedaan sebagai Fondasi Pluralitas
A. Perbedaan Agama
Indonesia mengakui 6 agama resmi (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) serta ratusan aliran kepercayaan lokal.
Implikasi: Perbedaan teologis sering melahirkan etika sosial yang berbeda. Tantangannya adalah menghindari truth claim eksklusif yang mendiskriminasi.
Contoh Potensi: Perbedaan hari raya (Idul Fitri, Natal, Nyepi, Waisak) justru menjadi siklus toleransi jika dikelola dengan baik.
B. Perbedaan Suku Bangsa
Terdapat lebih dari 1.340 suku bangsa di Indonesia (BPS, 2010).
Kearifan Lokal: Sistem kekerabatan matrilineal (Minangkabau), patrilineal (Batak), parental (Jawa).
Tantangan: Primordialisme (kecenderungan mengagungkan kelompok sendiri) dapat menjadi pemicu konflik jika kebijakan tidak berpihak pada keadilan distributif.
C. Perbedaan Jenis Pekerjaan
Stratifikasi sosial vertikal berdasarkan pekerjaan (petani, buruh, pegawai negeri, profesional, pengusaha).
Pluralitas Sektoral: Perbedaan kepentingan antara sektor agraris, industri, dan jasa digital.
Isu: Konflik kepentingan antara buruh dan pemilik modal, atau antara petani lokal dengan perusahaan perkebunan besar.
D. Perbedaan Jenis Kelamin dan Gender
Jenis Kelamin (Sex): Perbedaan biologis (laki-laki/perempuan).
Gender: Konstruksi sosial tentang peran, sifat, dan tanggung jawab (maskulin vs feminin).
Analisis Mendalam: Masyarakat Indonesia mengalami transisi dari budaya patriarkal menuju kesetaraan gender. Potensi konflik muncul ketika stereotype gender membatasi akses pendidikan atau pekerjaan. Contoh: Perempuan dianggap tidak cocok jadi mekanik, laki-laki dianggap "kurang jantan" jika menjadi guru PAUD.
Bagian 2: Potensi Pluralitas Masyarakat Indonesia
Bukan sekadar "kekayaan", pluralitas adalah modal sosial yang dapat diaktifkan:
Sistem Gotong Royong: Berbeda suku/agama, tetapi pola kerja bakti dan sambatan (Jawa), mapalus (Minahasa), atau ngayah (Bali) menunjukkan kohesi.
Akulturasi Budaya: Candi Borobudur (Buddha) dengan relief kehidupan Jawa; wayang dengan cerita Ramayana dan Mahabharata yang diislamkan.
Bahasa Pemersatu: Meskipun memiliki 718 bahasa daerah, Indonesia memiliki Bahasa Indonesia sebagai lingua franca.
Konsep "Pancasila" sebagai Leitstern (Bintang Penuntun): Tidak ada ideologi lain yang lahir dari kompromi berbagai aliran (nasionalis, agamis, komunis di masanya).
Bagian 3: Diaspora Indonesia
Diaspora adalah warga keturunan Indonesia yang tinggal dan menetap di luar negeri, namun tetap memiliki ikatan emosional dan kultural dengan tanah leluhur.
Karakteristik Diaspora Indonesia:
Tersebar: Belanda (Moluccan), Suriname (Jawa), Malaysia (Sumatra, Kalimantan), Amerika Serikat (profesional IT/dokter), Timur Tengah (TKI/TKW dan santri).
Peran Strategis:
Diplomasi Kuliner: Rendang, sate, dan nasi goreng menjadi soft power.
Investasi: Diaspora menjadi jembatan investasi asing dan transfer teknologi.
Mempertahankan Identitas: Melalui organisasi seperti IDN (Indonesia Diaspora Network) dan sekolah komunitas.
Tantangan Diaspora:
Stateless (tanpa kewarganegaraan) bagi keturunan eks-TKI di Sabah.
Dualisme identitas: Menjadi "Indonesia di luar negeri" atau "warga negara asing yang berdarah Indonesia"?
Bagian 4: Konflik dalam Kehidupan Sosial (Faktor Penyebab)
Konflik bukan selalu negatif. Konflik adalah proses sosial disosiatif. Namun, konflik destruktif perlu diantisipasi.
Tipologi Faktor Penyebab:
Perbedaan Individu: Temperamen dan pendirian pribadi.
Perbedaan Kebudayaan: Gaya komunikasi (suku A bicara keras = marah? suku B bicara halus = menjilat?).
Perbedaan Kepentingan Ekonomi: Perebutan lahan, sumber daya alam, pasar.
Perubahan Sosial yang Cepat: Modernisasi yang mengabaikan nilai lokal menyebabkan cultural lag (kesenjangan budaya).
Politik Identitas: Mobilisasi sentimen agama/suku untuk meraih kekuasaan (pemicu konflik horizontal seperti Ambon, Poso, Sampit).
Ilustrasi Kasus:
Vertikal: Demo buruh menolak UU Cipta Kerja (konflik kelas).
Horizontal: Bentrok antarwarga desa karena masalah batas tanah (konflik kelompok).
Bagian 5: Integrasi Sosial, Demokrasi, dan Kebebasan Berpendapat di Era Digital
A. Integrasi Sosial (Social Integration)
Proses penyatuan berbagai kelompok yang terpisah secara fisik, sosial, dan budaya ke dalam satu kesatuan fungsional.
Bentuk: Asimilasi (melebur total) vs Akulturasi (menerima budaya baru tanpa meninggalkan yang lama).
B. Demokrasi sebagai Perekat
Demokrasi bukan hanya voting, tetapi deliberasi (musyawarah). Dalam masyarakat plural, demokrasi menjamin:
Representasi kelompok minoritas.
Rotasi kekuasaan.
Check and balances.
C. Kebebasan Berpendapat Bertanggung Jawab di Era Digital
Era digital (media sosial) adalah "pisau bermata dua".
Ancaman:
Hoaks dan Ujaran Kebencian: Menyulut konflik SARA secara massif.
Echo Chamber: Pengguna hanya membaca konfirmasi opininya sendiri, memperdalam polarisasi.
Cyber Bullying dan Cancel Culture: Membunuh demokrasi deliberatif.
Prinsip Bertanggung Jawab:
Verifikasi: Cek fakta (hoax atau bukan?) sebelum share.
Etika: Tidak melanggar UU ITE (pasal 27-28 tentang pencemaran nama baik dan penyebaran kebencian).
Saling Menghormati: Menyampaikan kritik pada kebijakan, bukan menghujat personal.
Digital Citizenship: Menjadi warga digital yang sadar akan konsekuensi hukum dan sosial.
Bagian 6: Faktor Pendorong Integrasi Sosial
Agar pluralitas tidak pecah menjadi konflik, integrasi harus diciptakan. Faktor pendorongnya antara lain:
Rasa Senasib Sepenanggungan: Trauma sejarah penjajahan dan bencana alam (Tsunami Aceh, gempa Lombok) memunculkan solidaritas lintas kelompok.
Kesepakatan Terhadap Nilai Dasar (Konsensus): Pancasila dan UUD 1945 sebagai common platform.
Mobilitas Geografis (Migrasi): Program transmigrasi, urbanisasi, dan pernikahan campuran menciutkan jarak budaya.
Modernisasi dan Pembangunan Ekonomi: Ketika orang Jawa bekerja di pabrik milik Tionghoa di Kalimantan, terjadi ketergantungan ekonomi yang memaksa integrasi.
Penggunaan Bahasa dan Simbol Nasional: Lagu Indonesia Raya, bendera Merah Putih, dan ritual kenegaraan (upacara) menciptakan ikatan emosional.
Peran Lembaga Penengah: TNI/Polri yang netral, tokoh agama, dan lembaga adat sebagai broker perdamaian.
Latihan Soal
Kelompok 1: Perbedaan agama,
suku bangsa, jenis pekerjaan, jenis kelamin dan gender
1. Penggolongan
masyarakat ke dalam priyayi, santri, dan abangan adalah contoh diferensiasi
kelompok yang memiliki makna bahwa ketiganya adalah .
A. berbeda strata sosialnya
B. berposisi setara dalam masyarakat
C. berbeda kehormatannya
D. seimbang fungsi sosialnya
2. Salah satu ketentuan
bagi kaum pribumi pada masa pergerakan nasional untuk dapat diterima di HBS
(Hogere Burger School) harus berasal dari keluarga priyayi. Fakta tersebut
menunjukkan adanya...
A. stratifikasi sosial
B. mobilitas sosial
C. dinamika sosial
D. interaksi sosial
3. Pola
stratifikasi sosial masyarakat pada masa kolonial Belanda adalah…
A. Timur asing — Eropa — Peranakan
B. Indo Belanda — Timur Asing — Pribumi
C. Eropa — Timur asing — Pribumi
D. Pribumi — Eropa — Timur asing
4. Perhatikan
pernyataan di bawah ini :
(1) Pak Haji Samiun adalah orang terkaya di kampungnya
(2) Ketua RT yang sudah menjabat dua periode
(3) Pak Guru menjadi tokoh yang disegani di kampungnya
(4) Ibunya Rani menjadi Ketua Posyandu di wilayahnya
(5) Ayahnya Tuti menjadi masinis kereta api
Pernyataan yang tepat untuk menggambarkan faktor dominan pembentuk stratifikasi
sosial yaitu...
A. (1) dan (5)
B. (2) dan (4)
C. (3) dan (4)
D. (1) dan (3)
5. Masyarakat di
perkotaan umumnya memiliki sifat individualis, sedangkan masyarakat di
perdesaan masih memiliki sifat kekeluargaan dan gotong-royong. Hal tersebut
menunjukkan pengaruh...
A. wilayah terhadap aspek psikologis masyarakat
B. wilayah terhadap pola interaksi sosial masyarakat
C. modernisasi terhadap aspek psikologis masyarakat
D. pendidikan terhadap aspek sosial masyarakat
6. Suku bangsa
adalah suatu golongan masyarakat yang mengidentifikasi dirinya dengan sesama
berdasarkan....
A. persamaan garis politik, ideologi dan silsilah yang berkembang dominan di
masyarakat
B. karakteristik fisik atau biologis orang yang sama dan diwariskan dari
generasi ke generasi
C. garis keturunan yang dianggap sama dengan merujuk ciri khas seperti: budaya,
bangsa, bahasa, agama dan perilaku
D. sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis
yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu
7. Perhatikan
pernyataan berikut ini!
Suku Mentawai berasal dari etnis Austronesia (Benar/Salah)
Suku Dayak merupakan percampuran Budaya Austro-Asiatik dan Austronesia
(Benar/Salah)
Suku Batak Karo merupakan percampuran etnis Austro-Asiatik dan Dravidia
(Benar/Salah)
Suku Manggarai tinggal di wilayah Nusa Tenggara Barat (Benar/Salah)
Kombinasi jawaban yang tepat adalah…
A. Benar-Benar-Salah-Salah
B. Benar-Salah-Benar-Salah
C. Salah-Salah-Benar-Benar
D. Salah-Benar-Salah-Benar
8. Diskriminasi
terhadap perempuan dapat terjadi karena faktor budaya patriarki yang masih
melekat dalam masyarakat. Lembaga sosial dapat meringankan diskriminasi dengan
cara ….
A. mengutamakan peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan sosial
B. meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemenuhan hak-hak perempuan di
ruang publik
C. lembaga hukum mentoleransi kesalahan yang dilakukan perempuan
D. lembaga pendidikan memberikan kesempatan lebih banyak kepada perempuan
9. Perhatikan
pernyataan berikut ini!
1.
Gender merupakan perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab
laki-laki dan perempuan hasil konstruksi sosial
2.
Tugas laki-laki bekerja di luar rumah dan perempuan bertugas
mengurus rumah dan anak
3.
Jenis kelamin merupakan perbedaan organ biologis laki-laki dan
perempuan, khususnya pada bagian reproduksi
4.
Perempuan tidak perlu bekerja di luar rumah karena hanya sebagai
pelengkap
Urutan jawaban yang benar dari pernyataan di atas, dari nomor 1 sampai 4 adalah
….
A. Benar - Salah - Benar - Salah
B. Benar - Benar - Salah - Benar
C. Benar - Salah - Benar - Benar
D. Benar - Benar - Benar - Salah
10. Perhatikan
pernyataan berikut ini! (Soal nomor 49 sama dengan nomor 9 di atas, cukup satu)
Kelompok 2: Potensi
pluralitas masyarakat Indonesia
1. Perhatikan
pernyataan berikut ini yang menunjukan pemetaan Negara Berkembang dan Negara
Maju pada masa setelah Perang Dunia II hingga tahun 1980 adalah… (tidak
relevan, tetapi ditempatkan di sini)
A. Etiopia dan Mesir
B. Jepang dan Jerman
C. Irak dan Korea Selatan
D. Mexico dan Amerika Serikat
2. Perhatikan
infografis berikut! Pluralitas budaya masyarakat Indonesia salah satunya karena
keragaman artefak yang ada di masyarakat. Berdasarkan infografis di atas, yang
termasuk artefak adalah…
A. Manuskrip, permainan tradisional, teknologi tradisional
B. Tradisi lisan, adat istiadat, seni
C. Olahraga tradisional, ritus, bahasa
D. Manuskrip, bahasa, tradisi lisan
3. Perhatikan
gambar berikut! Kesimpulan yang didapat dari gambar di atas bahwa kebudayaan…
A. menjadi ciri suatu suku bangsa
B. bersifat unik dan universal
C. hanya berwujud materi
D. menunjukkan determinasi lingkungan
4. Berikut adalah
contoh kondisi keberagaman di Indonesia…
1.
Keragaman budaya Indonesia menjadi daya tarik bangsa asing
2.
Perkembangan kebudayaan daerah telah menghilangkan kebudayaan
nasional
3.
Keragaman budaya Indonesia telah mengakibatkan perbedaan yang
dipertentangkan
4.
Keanekaragaman budaya di Indonesia memberikan kesempatan untuk
saling mengisi dan berinovasi
Dari pernyataan diatas, yang menunjukan peran dan fungsi keragaman adalah ….
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 1) dan 4)
D. 2) dan 3)
5. Bacalah narasi
di bawah ini!
Negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki
keberagaman etnis dan agama yang tinggi. Di Indonesia, terdapat suku Jawa,
Sunda, Batak, dan lainnya; di Malaysia terdapat Melayu, Tionghoa, dan India;
sedangkan di Thailand, mayoritas penduduknya beragama Buddha, tetapi terdapat
pula komunitas Muslim di wilayah selatan. Keberagaman ini turut memengaruhi
jenis pekerjaan yang berkembang di tiap wilayah, serta menciptakan interaksi
sosial yang dinamis. Berdasarkan narasi di atas, pernyataan yang menunjukkan
bahwa pluralitas berdampak positif terhadap kondisi sosial masyarakat di
negara-negara ASEAN adalah ….
A. keberagaman etnis mendorong berkembangnya berbagai budaya lokal yang
memperkaya warisan budaya nasional
B. perbedaan agama sering kali menjadi penyebab utama konflik di semua negara
ASEAN
C. pluralitas masyarakat memungkinkan terjadinya eksklusivitas etnis kelompok
D. perbedaan latar belakang pekerjaan menghambat interaksi sosial di masyarakat
multikultural
6. Masyarakat suku
Sasak di Lombok menjadikan kain Tenun sebagai salah satu daya tarik cinderamata
bagi wisatawan. Hal ini merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang
berfungsi sebagai….
(1) daya tarik wisata daerah
(2) identitas budaya nasional
(3) pelestarian kesenian daerah
(4) pemasukan ekonomi keluarga
Kombinasi pilihan jawaban yang benar dari pernyataan di atas adalah.....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
Kelompok 3: Diaspora
Indonesia
1. Perhatikan pernyataan berikut tentang diaspora Indonesia!
Diaspora Indonesia tersebar di berbagai negara seperti Belanda, Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia.
Diaspora Indonesia hanya terdiri dari pekerja migran (TKI/TKW) yang bekerja di luar negeri.
Diaspora Indonesia berperan dalam mempromosikan budaya Indonesia, seperti batik, tari, dan kuliner, di kancah internasional.
Diaspora Indonesia tidak memiliki kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional karena sudah menetap di luar negeri.
Pernyataan yang tepat mengenai diaspora Indonesia ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
2. Perhatikan pernyataan berikut tentang diaspora Indonesia!
| No. | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| 1 | Diaspora Indonesia hanya terbatas pada keturunan etnis Jawa dan Minang | ||
| 2 | Museum Benteng Heritage di Kota Tangerang didirikan oleh diaspora Indonesia keturunan Tionghoa untuk melestarikan budaya | ||
| 3 | Diaspora Indonesia di Belanda mendirikan organisasi "Indonesia Mengglobal" untuk membantu pelajar Indonesia studi di luar negeri | ||
| 4 | Pemerintah Indonesia tidak memiliki program khusus untuk memanfaatkan potensi diaspora |
Berdasarkan tabel di atas, urutan jawaban Benar/Salah yang tepat adalah ….
A. Salah – Benar – Benar – Salah
B. Benar – Salah – Benar – Salah
C. Salah – Benar – Salah – Benar
D. Benar – Salah – Salah – Benar
3. Bacalah wacana berikut!
Diaspora Indonesia di Amerika Serikat membentuk "Indonesian Diaspora Network" yang rutin mengadakan acara "Indonesia Festival" di Washington DC. Acara ini menampilkan tari Saman, batik, kuliner rendang, dan pameran produk UMKM Indonesia. Festival ini dihadiri oleh ribuan pengunjung dari berbagai negara.
Berdasarkan wacana tersebut, peran diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional adalah ….
A. meningkatkan ekspor tenaga kerja terampil ke luar negeri
B. mempromosikan budaya dan produk Indonesia di kancah internasional
C. mengirimkan remitansi yang besar bagi perekonomian nasional
D. membantu pemerintah dalam negosiasi perdagangan internasional
4. Perhatikan nama-nama tokoh berikut!
Maudy Ayunda – Diaspora Indonesia di Inggris – Aktivis lingkungan
Hamish Daud – Diaspora Indonesia di Australia – Pebisnis teknologi
Merry Riana – Diaspora Indonesia di Singapura – Motivator dan penulis
Putri Tanjung – Diaspora Indonesia di Amerika Serikat – Diplomat
Tokoh diaspora Indonesia yang dikenal sebagai motivator dan penulis buku sukses "Mimpi Sejuta Dolar" serta aktif memberdayakan generasi muda Indonesia ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
5. Pemerintah Indonesia membentuk Diaspora Card sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi diaspora Indonesia di luar negeri. Manfaat dari program tersebut bagi pembangunan nasional adalah ….
A. memberikan kemudahan investasi dan kepemilikan properti bagi diaspora
B. membatasi jumlah diaspora yang dapat pulang ke Indonesia
C. mencabut kewarganegaraan Indonesia bagi diaspora yang tinggal di luar negeri
D. mewajibkan diaspora untuk menyumbangkan 10% penghasilannya ke kas negara
Kelompok 4: Konflik dalam
kehidupan sosial (faktor penyebab)
1. Fenomena
berikut ini yang dipengaruhi oleh ledakan jumlah penduduk adalah ….
A. persaingan di pasar kerja semakin ketat karena lapangan kerja yang terbatas
akibat iklim industri belum kondusif
B. penjualan barang konsumtif terus meningkat mengikuti tren permintaan di
perkotaan yang semakin padat
C. interaksi antar sesama anggota keluarga cenderung berkurang karena kesibukan
sehari-hari masing-masing anggotanya
D. target swasembada pangan semakin sulit dicapai karena banyaknya alih fungsi
lahan pertanian untuk industri dan perumahan
2. Dampak negatif
dari munculnya kawasan industri bagi lingkungan terutama pada kondisi udara di
sekitarnya adalah ….
A. pemasangan cerobong asap yang melawan arah angin mengakibatkan menurunnya
kesehatan penduduk sekitar
B. pembakaran bahan bakar fosil mengakibatkan percepatan pelapukan kimia pada
tanah dan besi
C. penggunaan bahan bakar kayu mengakibatkan berkurangnya jumlah pohon penyerap
gas-gas beracun
D. pengolahan hasil industri menggunakan bahan alam mengakibatkan matinya tanaman
dan burung-burung
3. Perhatikan
gambar di bawah ini! (Masyarakat adat Baduy)
Gambar di atas adalah masyarakat adat Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan
Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Mereka adalah contoh masyarakat adat yang
masih melestarikan nilai-nilai budaya. Terdapat aturan pelarangan menggunakan
teknologi seperti telepon pintar, media sosial (medsos) dan drone bagi para
pengunjung atau wisatawan yang datang ke wilayah mereka. Larangan tersebut
sebagai langkah untuk menghindari dampak negatif perkembangan teknologi bagi
masyarakat Baduy.
Berikut ini merupakan permasalahan yang dapat terjadi jika masyarakat adat
berinteraksi dengan teknologi yaitu ….
A. mengurangi kepatuhan terhadap adat istiadat, terutama bagi generasi muda
B. budaya Baduy hanya dipandang sebagai atraksi wisata, bukan lagi bagian aspek
yang sakral
C. menyebabkan pencemaran lingkungan karena pengunjung meninggalkan sampah di
wilayah terlarang
D. perubahan orientasi pola hidup masyarakat Baduy Dalam sehingga menciptakan
kesenjangan
4. Tindakan
korupsi yang dilakukan oknum aparat negara terjadi karena ringannya sanksi
hukum dan sistem keuangan yang mendorong terjadinya korupsi. Korupsi termasuk
kategori perilaku menyimpang sekunder karena dilakukan secara berkelompok,
berulang-ulang dan terjadi secara sistemik. (Soal hubungan pernyataan,
dimasukkan ke konflik)
Pernyataan A: Tindakan korupsi yang dilakukan oknum aparat negara terjadi
karena ringannya sanksi hukum dan sistem keuangan yang mendorong terjadinya
korupsi
Pernyataan B: Korupsi termasuk kategori perilaku menyimpang sekunder karena
dilakukan secara berkelompok, berulang-ulang dan terjadi secara sistemik
Berdasarkan ilustrasi di atas, hubungkan dua pernyataan berikut ini!
A. Pernyataan A dan B benar dan keduanya memiliki hubungan
B. Pernyataan A dan B benar dan keduanya tidak memiliki hubungan
C. Pernyataan A benar dan B salah dan keduanya tidak memiliki hubungan
D. Pernyataan A salah dan B benar dan keduanya tidak memiliki hubungan
Kelompok 5: Integrasi
sosial, demokrasi, kebebasan berpendapat bertanggung jawab di era digital
1. Dalam konteks
mencegah dampak negatif modernisasi, kebersamaan warga dalam acara arisan
sungai di Danau Empangau pada dasarnya adalah mekanisme sosial untuk mencegah …
A. kelestarian lingkungan alam
B. pola hidup konsumtif
C. pola hidup individualistis
D. gaya hidup kebarat-baratan
2. Dalam sidang
BPUPKI 1945 Bung Karno mengembangkan konsep etnis menjadi suku bangsa. Padanan
yang selaras dengan gagasan Bung Karno tersebut adalah...
A. Integrasi bangsa
B. Kemajuan bangsa
C. Perubahan bangsa
D. Dinamika bangsa
3. Keberadaan
teknologi internet dewasa ini merupakan salah satu bentuk...
A. Renovasi
B. Rehabilitasi
C. Invensi
D. Inovasi
4. Bila dihayati
dengan baik, agama menyediakan panduan bertindak sehari-hari, karena agama
menyediakan jawaban atas pertanyaan: dari mana dia berasal, bagaimana dia
hidup, dan ke mana ia setelah mati. Bahkan dalam situasi yang serba tidak pasti
di tengah perubahan sosial budaya yang cepat, agama tetap berfungsi sebagai sumber…
A. pemersatu
B. pembeda
C. penggagas
D. motivasi
5. Pertemuan APEC
di Indonesia pada tanggal 5 November 1994, membuktikan Indonesia berperan
penting dalam organisasi-organisasi regional dan internasional. Salah satu
peran Indonesia dalam APEC adalah ….
A. meningkatkan stabilitas dan keamanan regional dan mematuhi prinsip-prinsip
Piagam PBB
B. mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan bangsa Asia Tenggara
C. menjalankan kebijakan ekonomi secara sehat dengan tingkat inflasi rendah
D. menjaga kestabilan nilai tukar mata uang asing
6. Rapat
Konsultasi Tahunan ke-10 antara Indonesia dan Malaysia pada tanggal 19 Desember
2013 menghasilkan kesepakatan kerjasama kedua negara di bidang ekonomi yaitu …
A. untuk mencapai neraca perdagangan yang lebih berimbang dan mempromosikan
minyak kelapa sawit di pasar global
B. mendukung kesepakatan bahwa Asia sebagai kawasan yang bebas, damai, netral
C. menjadi tempat usaha negara maju untuk membantu negara yang sedang
berkembang
D. mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial dan kebudayaan di wilayah Asia
Tenggara
7. Sikap yang
ditunjukkan oleh negara-negara Asia Afrika terhadap proklamasi kemerdekaan
Indonesia menunjukkan adanya:
A. kerjasama antarnegara Asia-Afrika
B. kesepakatan antarnegara Asia-Afrika
C. solidaritas antarnegara Asia-Afrika
D. perjanjian antarnegara Asia-Afrika
8. Kerjasama
antarnegara memiliki arti yang strategis dalam membangun diplomasi bertetangga
baik. Fakta sejarah yang menjadi bukti kuat keampuhan suatu kerjasama di era
Indonesia mempertahankan kemerdekaan adalah ….
A. konferensi Asia Afrika di Bandung
B. peranan Australia dalam Komisi Tujuh Negara
C. peranan India dalam mempersiapkan Konferensi Inter-Asia
D. peranan India dalam Negara Liga Arab
9. Faktor utama
yang telah terbukti mendukung kemerdekaan Indonesia dan upaya mempertahankannya
adalah…
A. kerjasama dengan Jepang dan Amerika Serikat
B. kerjasama dengan Malaysia dan Inggris
C. kerjasama dengan Afrika Selatan dan Mesir
D. kerjasama dengan India dan Australia
10. Nasionalisme
keindonesiaan pada masa pergerakan nasional dipicu oleh ...
A. munculnya elite terdidik
B. menguatnya peranan partai politik
C. bertambahnya jumlah pengusaha pribumi
D. munculnya serikat-serikat buruh
11. Kerukunan
bangsa adalah aspek yang harus dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, karena berdasarkan penelitian para ahli terhadap suku-suku bangsa di
Indonesia yang memiliki perbedaan karakter lokal seperti bahasa dan dialek
daerah, ternyata ditemukan bahwa keanekaragaman tersebut berakar dari rumpun
bahasa yang sama yaitu…
A. Austro-Asia sublinguistik Melayu-Polinesia
B. Austronesia sublinguistik Melayu-Polinesia
C. Melayu-Polinesia sublinguistik Austronesia
D. Melayu-Austronesia sublinguistik Sumatra-Polinesia
12. Berdasarkan
infografis yang disajikan di atas terlihat bahasa sebagai kekayaan
keanekaragaman masyarakat Indonesia. Menurut data Badan Bahasa Kemendikbud,
dari 34 provinsi di Indonesia, ada sebanyak 718 bahasa daerah yang sudah
teridentifikasi pada tahun 2020 ini. Keanekaragaman bahasa berdasarkan letak
geografis dan persebaran budaya dapat terintegrasi dengan cara ….
A. Penggunaan bahasa daerah melalui penetapan undang-undang
B. Mengajukan bahasa daerah sebagai warisan budaya kepada UNESCO
C. Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
D. Menumbuhkan kebanggaan bahasa etnis dan primordialisme di masyarakat
13. Indonesia
terdiri dari berbagai suku bangsa dengan berbagai adat dan budaya yang berbeda,
sehingga harus saling menghargai dan mengedepankan toleransi.
Pernyataan A: Menghargai dan menghormati budaya, tradisi, dan kebiasaan suku
bangsa lain adalah langkah pertama yang penting dilakukan dalam menghadapi
keragaman
Pernyataan B: Berkomunikasi dengan terbuka dan jujur dapat membantu mengatasi
kesalahpahaman dan membangun hubungan yang lebih baik.
Berdasarkan pernyataan di atas, hubungan dua pernyataan yang tepat berikut ini!
A. pernyataan A benar, pernyataan B benar, ada hubungan
B. pernyataan A benar, pernyataan B benar, tidak ada hubungan
C. pernyataan A benar, pernyataan B salah, tidak ada hubungan
D. pernyataan A salah, pernyataan B benar, tidak ada hubungan
14. Perhatikan
gambar distribusi spasial indeks pembangunan manusia menurut provinsi di
Indonesia tahun 2023 tersebut, maka pernyataan berikut yang paling tepat adalah...
A. pemerataan pembangunan sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 sudah
terlaksana dengan baik
B. pembangunan di pulau-pulau besar cukup tinggi, jauh meninggalkan wilayah
pulau-pulau kecil
C. pembangunan di wilayah timur belum sebanding dengan wilayah barat Indonesia
D. pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Penajam Paser sangat sesuai untuk
pembangunan
Kelompok 6: Faktor pendorong
integrasi sosial
1. Pendidikan
merupakan sarana mobilitas sosial vertikal yang efisien, karena melalui
pendidikan seseorang .
A. memperoleh ijazah
B. meningkatnya wawasan dan ilmu
C. memperoleh pekerjaan layak
D. menjadi terhormat
2. Elang Gumilang
memulai karier sebagai tenaga pemasaran. Berbekal tekad kuat, proyek pertama
pembangunan perumahannya berhasil sehingga melambungkan namanya sebagai
pengusaha properti yang sukses. Pada wacana di atas, mobilitas sosial vertikal
ditunjukkan pada pernyataan …
A. Elang Gumilang seorang pengusaha yang sukses
B. mengembangkan karir dari tenaga pemasaran properti menjadi pimpinan proyek
C. dengan siasat yang tepat dan kedisiplinan, proyek pertamanya tersebut
berhasil
D. keberhasilan proyeknya telah melambungkan namanya dalam bisnis properti
3. Akibat
dijadikannya kawasan industri, maka tata guna lahan, komposisi penduduk, dan
struktur mata pencaharian penduduk di Kecamatan Serdang banyak sekali yang
bergeser. Namun perubahan sosial ekonomi tersebut di mata Andi justru menjadi
peluang. Ia memiliki keterampilan perbengkelan yang diperolehnya sewaktu
bersekolah di SMK. Wacana ini memperlihat adanya fungsi positif dari lembaga
sosial dalam merespon perubahan sosial, yakni lembaga ...
A. keluarga
B. pendidikan
C. ekonomi
D. agama
4. Dr. Eng Khoirul
Anwar merupakan salah satu ilmuan Indonesia yang terkenal di dunia karena
sebagai penemu teknologi 4G LTE yang digunakan dalam teknologi telekomunikasi.
Dilahirkan di Kediri dari keluarga yang kehidupan ekonominya sangat sederhana.
Faktor pendorong mobilitas sosial yang menjadi penentu kesuksesan beliau adalah
… .
A. Penghargaan masyarakat akan kualifikasi dirinya
B. Akses terhadap informasi pekerjaan di luar
C. Pilihannya untuk menetap di luar negeri
D. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments