thumbnail

Materi OSN Matematika SMP Topik Bilangan

 


🧮 Materi Bilangan untuk OSN Matematika SMP

1. Operasi Bilangan Bulat dan Sifat-sifatnya

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, 3, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...). Memahami operasi dan sifatnya adalah fondasi utama.

  • Operasi Dasar: Penjumlahan (+), Pengurangan (-), Perkalian (×), dan Pembagian (÷).

  • Sifat-sifat Penting:

    • Komutatif: Hanya berlaku untuk penjumlahan dan perkalian. a+b=b+a dan a×b=b×a.

    • Asosiatif: Hanya berlaku untuk penjumlahan dan perkalian. (a+b)+c=a+(b+c) dan (a×b)×c=a×(b×c).

    • Distributifa×(b+c)=(a×b)+(a×c).

    • Unsur Identitas: 0 adalah identitas penjumlahan (a+0=a), dan 1 adalah identitas perkalian (a×1=a).

Contoh Soal Sederhana: Hitunglah (12)+7(3)×2.
Penyelesaian: Ingat urutan operasi (kali lebih dulu). (12)+7(6)=5+6=1.

2. Operasi Bilangan Rasional dan Sifat-sifatnya

Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pq dengan p dan q bilangan bulat, dan q0. Ini mencakup pecahan biasa, pecahan campuran, dan desimal (yang berulang atau berhenti).

  • Operasi Dasar:

    • Penjumlahan/Pengurangan: Samakan penyebutnya dengan mencari KPK dari penyebut-penyebut tersebut. Contoh: 23+12=46+36=76.

    • Perkalian: Kalikan pembilang dengan pembilang, penyebut dengan penyebut. Contoh: 23×12=26=13.

    • Pembagian: Ubah menjadi perkalian dengan kebalikan pecahan pembagi. Contoh: 23÷12=23×21=43.

Contoh Soal Sederhana: Hitunglah 34÷112+0,25.
Penyelesaian: Ubah semua ke pecahan biasa. 34÷32+14=34×23+14=12+14=34.

3. Bilangan Berpangkat (Eksponen) dan Sifat-sifatnya

Bilangan berpangkat adalah cara penulisan sederhana untuk perkalian berulang. an=a×a×...×a (sebanyak n kali).

  • Sifat-sifat Eksponen (untuk a,b0 dan m,n bilangan bulat):

    • am×an=am+n

    • am÷an=amn

    • (am)n=am×n

    • (a×b)n=an×bn

    • (ab)n=anbn

    • a0=1

    • an=1an

Contoh Soal Sederhana: Sederhanakan (23×32)224×33.
Penyelesaian(2^3)^2 \times (3^2)^2}{2^4 \times 3^3} = \frac{2^6 \times 3^4}{2^4 \times 3^3} = 2^{6-4} \times 3^{4-3} = 2^2 \times 3^1 = 4 \times 3 = 12.

4. Bentuk Akar dan Sifat-sifatnya

Bentuk akar adalah akar dari suatu bilangan rasional yang hasilnya merupakan bilangan irasional . Contohnya 2353. Ingat, 4=2 bukan bentuk akar karena hasilnya rasional.

  • Sifat-sifat Bentuk Akar (untuk a,b0:

    • a×b=a×b

    • ab=ab, dengan b0

    • a+b tidak bisa disederhanakan jika ab. Kecuali jika bentuk akarnya sama, misal pc+qc=(p+q)c.

    • ab tidak bisa disederhanakan jika ab. Kecuali jika bentuk akarnya sama, misal pcqc=(pq)c .

  • Merasionalkan Penyebut: Proses menghilangkan bentuk akar pada penyebut pecahan. Caranya dengan mengalikan pembilang dan penyebut dengan bentuk sekawan penyebut .

    • Untuk ab, kalikan dengan bb.

    • Untuk ab+c, kalikan dengan bcbc.

Contoh Soal Sederhana: Rasionalkan 48.
Penyelesaian48×88=488=82=222=2. (Karena 8=4×2=22).

5. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)

Kedua konsep ini sangat erat kaitannya dengan faktorisasi prima.

  • Faktorisasi Prima: Menguraikan bilangan menjadi perkalian faktor-faktor prima .

  • FPB (Faktor Persekutuan Terbesar): Bilangan terbesar yang dapat membagi habis semua bilangan yang dimaksud.

    • Cara Mencari: Kalikan faktor-faktor prima yang sama dari semua bilangan, dengan pangkat terkecil .

  • KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil): Bilangan terkecil yang habis dibagi oleh semua bilangan yang dimaksud.

    • Cara Mencari: Kalikan semua faktor prima yang muncul, dengan pangkat terbesar .

Contoh Soal Sederhana: Tentukan FPB dan KPK dari 24 dan 36.
Penyelesaian:

  • 24=23×3

  • 36=22×32

  • FPB: Ambil faktor sama dengan pangkat terkecil: 22×3=4×3=12.

  • KPK: Ambil semua faktor dengan pangkat terbesar: 23×32=8×9=72.

6. Basis Bilangan

Basis bilangan adalah sistem bilangan yang menggunakan basis atau radiks tertentu. Yang paling umum adalah basis 10 (desimal). Namun, dalam OSN SMP, sering muncul basis lain seperti basis 2 (biner), basis 8 (oktal), dan basis 16 (heksadesimal) .

  • Konsep Dasar: Suatu bilangan dalam basis b dituliskan sebagai (akak1...a1a0)b dan nilainya adalah:
    ak×bk+ak1×bk1+...+a1×b1+a0×b0.
    Nilai setiap digit ai harus kurang dari b.

  • Konversi Antar Basis:

    • Dari basis lain ke desimal: Gunakan rumus di atas.

    • Dari desimal ke basis lain: Lakukan pembagian berulang dengan basis tujuan, sisa pembagiannya adalah digit-digit dari kanan ke kiri.

Contoh Soal Sederhana: Konversikan bilangan biner (1101)2 ke desimal.
Penyelesaian(1101)2=1×23+1×22+0×21+1×20=8+4+0+1=13.

7. Sisa Pembagian

Konsep ini adalah jantung dari teori bilangan. Biasanya dinyatakan dalam bentuk: a=b×k+s, di mana a adalah bilangan yang dibagi, b adalah pembagi, k adalah hasil bagi (bilangan bulat), dan s adalah sisa pembagian, dengan 0s<b.

  • Teorema Sisa:

    • Sisa oleh (xk): Jika suatu suku banyak f(x) dibagi oleh (xk), maka sisanya adalah f(k) . Konsep ini juga berlaku untuk bilangan bulat.

    • Keterbagian: Suatu bilangan habis dibagi oleh pembagi jika sisanya 0.

Contoh Soal Sederhana: Tentukan sisa pembagian 2024 oleh 7.
Penyelesaian7×289=2023, sehingga 2024=7×289+1. Jadi, sisanya adalah 1.


Kumpulan Soal OSN Bilangan 

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments