A. LAPISAN TANAH DAN JENIS TANAH
1. Profil Tanah
Tanah tersusun atas beberapa horizon:
Horizon O: lapisan paling atas, berisi seresah atau sisa tumbuhan/hewan yang belum atau sudah membusuk.
Horizon A: tanah lapisan atas (topsoil), banyak mengandung humus dan akar.
Horizon B: tanah lapisan bawah (subsoil), tempat penumpukan mineral.
Horizon C: bahan induk tanah, berupa batuan yang mulai lapuk.
Horizon R: batuan induk yang masih keras.
2. Jenis Tanah dan Pemanfaatannya
Tanah vulkanik: berasal dari letusan gunung api, sangat subur. Banyak di Jawa, Sumatera, Sulawesi.
Tanah aluvial: endapan sungai, cocok untuk pertanian padi.
Tanah kapur: berasal dari pelapukan batuan kapur, cocok untuk tanaman jati.
Tanah laterit: kurang subur, banyak di daerah tropis dengan curah hujan tinggi.
Kesuburan tanah di Pulau Jawa dipengaruhi oleh aktivitas gunung api dan relief permukaan bumi yang berbukit.
B. HUTAN HUJAN TROPIS
Hutan hujan tropis tersebar di sekitar garis khatulistiwa, yaitu pada kisaran 23,5° LU – 23,5° LS. Ciri-cirinya:
Curah hujan tinggi sepanjang tahun.
Suhu hangat dan lembap.
Vegetasi berlapis dan sangat rapat.
Keanekaragaman hayati tinggi.
Di Indonesia, hutan hujan tropis banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi.
C. BAHAN GALIAN DAN SUMBER DAYA TAMBANG
1. Golongan Bahan Galian
Golongan A (strategis): sangat penting bagi pertahanan dan perekonomian negara. Contoh: minyak bumi, batu bara, timah, nikel, gas alam.
Golongan B (vital): penting untuk industri. Contoh: emas, perak, tembaga.
Golongan C (nonstrategis): untuk bahan bangunan. Contoh: pasir, batu, kerikil.
2. Persebaran Tambang di Indonesia
Bangka, Belitung, Singkep: penghasil timah.
Sulawesi Utara dan Papua Barat: penghasil nikel.
Kalimantan dan Sumatera: penghasil minyak bumi, batu bara, dan gas alam.
Papua: penghasil tembaga dan emas.
3. Peran Ekonomi Indonesia
Indonesia merupakan pengekspor kelapa sawit terbesar di Asia dan salah satu terbesar di dunia.
D. PETA, GLOBE, DAN KOMPONENNYA
1. Globe
Globe lebih bermanfaat daripada peta karena dapat:
Menunjukkan bentuk bumi yang sebenarnya.
Memeragakan arah rotasi bumi.
Memperlihatkan perbedaan siang dan malam.
2. Komponen Peta
Peta yang baik harus memuat:
Judul
Skala
Legenda
Arah mata angin
Garis astronomis (lintang dan bujur)
Sumber dan tahun pembuatan
Inset: peta kecil yang menunjukkan posisi daerah terhadap daerah sekitarnya.
Komponen yang tidak wajib dicantumkan adalah luas.
3. Jenis Peta
Peta topografi: memuat informasi ketinggian tempat, digunakan untuk usaha pertanian, perkebunan, dan militer.
Peta geologi: memuat informasi batuan dan struktur geologi.
Peta tanah: memuat jenis dan persebaran tanah.
Peta hidrologi: memuat informasi perairan.
E. PERHITUNGAN JARAK PADA PETA
1. Jarak Berdasarkan Derajat Lintang/Bujur
1° di ekuator = 111 km (lebih tepat 111,32 km).
Keliling bumi di ekuator = 40.075,16 km.
1° = 40.075,16 : 360 = 111,32 km.
Contoh:
Jarak 2° = 2 × 111,32 = 222,63 km.
Jarak 3° = 3 × 111 = 333 km.
2. Peta Kontur
Peta kontur menunjukkan ketinggian tempat melalui garis-garis kontur.
Garis kontur yang rapat menunjukkan lereng curam.
Garis kontur yang renggang menunjukkan lereng landai.
Titik P yang berada di antara kontur 1000 m dan 1500 m dapat diperkirakan berada pada ketinggian 1.250 m.
Ketinggian 1.250 m cocok untuk perkebunan teh.
F. POLA PEMUKIMAN
Pola pemukiman penduduk dipengaruhi oleh kondisi geografis:
Linier: memanjang mengikuti jalan, rel kereta api, atau sungai. Contoh: pemukiman di sepanjang rel kereta api.
Radial: memusat pada suatu titik dan menyebar ke segala arah.
Memusat: mengelompok pada satu wilayah tertentu.
Menyebar: tersebar di wilayah luas.
Pemukiman penduduk pedalaman di Kalimantan cenderung mendekati aliran sungai karena sungai menjadi jalur transportasi dan sumber air.
G. GEMPA BUMI
Gempa bumi dibedakan menjadi:
Gempa tektonik: akibat pergeseran lempeng bumi.
Gempa vulkanik: akibat aktivitas gunung api.
Gempa runtuhan: akibat longsoran atau runtuhnya gua/ tambang.
Indonesia berada di zona subduksi, sehingga sering terjadi gempa tektonik dan vulkanik. Gempa akibat aktivitas gunung api disebut gempa vulkanik.
H. ZONA LAUT BERDASARKAN KEDALAMAN
| Zona | Kedalaman | Ciri |
|---|---|---|
| Litoral | 0 – 200 m | Masih terkena sinar matahari, banyak biota |
| Neritik | 0 – 200 m | Terumbu karang tumbuh subur |
| Bathyal | 200 – 2.000 m | Sinar matahari tidak mencapai dasar, biota terbatas |
| Abisal | > 2.000 m | Gelap, tekanan tinggi, biota sangat terbatas |
Laut dengan kedalaman 1.500–1.800 m termasuk zona bathyal.
Terumbu karang tumbuh subur pada zona neritik.
I. LETAK INDONESIA DAN PENGARUHNYA
1. Letak Geografis
Indonesia terletak di antara:
Dua benua: Asia dan Australia.
Dua samudra: Hindia dan Pasifik.
Pengaruh letak geografis:
Indonesia berada pada jalur persimpangan lalu lintas dunia.
Memengaruhi iklim muson.
Menjadi jalur perdagangan internasional.
Pernyataan yang paling tepat: Indonesia berada di antara dua benua, Asia dan Australia.
2. Letak Astronomis
Indonesia terletak pada:
95° BT – 141° BT
6° LU – 11° LS
Pengaruh letak astronomis:
Beriklim tropis.
Memperoleh panas matahari sepanjang tahun.
Memiliki tiga daerah waktu: WIB, WITA, WIT.
Tidak menyebabkan langsung keanekaragaman hayati yang tinggi.
Faktor utama kondisi iklim Indonesia adalah letak astronomis.
J. ANGIN MUSON DAN CURAH HUJAN
1. Angin Muson
Muson barat: bertiup dari Asia ke Australia, Oktober–April, membawa musim hujan.
Muson timur: bertiup dari Australia ke Asia, April–Oktober, membawa musim kemarau.
Gambar angin dari Asia ke Australia menyebabkan Indonesia mengalami musim penghujan.
2. Curah Hujan
Hujan lebat Desember–Februari di Sumatra dan Jawa disebabkan oleh angin muson barat yang melewati perairan laut luas dan bergerak menuju Indonesia timur.
Curah hujan rendah di NTT menyebabkan wilayahnya berupa sabana.
Pola umum curah hujan di Indonesia: curah hujan di dataran rendah lebih sedikit daripada di pegunungan.
Wilayah Kalimantan memiliki pola hujan Equatorial (Af).
Wilayah Indonesia bertipe iklim Af antara lain Sumatera.
K. FLORA DAN FAUNA INDONESIA
1. Flora
Kayu meranti, kayu hitam, trembesi, dan rotan banyak tersebar di Sumatera dan Kalimantan.
Jati cocok pada tanah kapur.
2. Fauna
Anoa: fauna khas Sulawesi.
Tarsius: fauna yang terisolasi dari pengaruh Asiatis dan Australis.
Babi rusa dan anoa: hewan khas wilayah timur garis Wallacea.
Orangutan dan bekantan: hewan langka Kalimantan yang terancam akibat pembukaan perkebunan dan perburuan liar.
3. Garis Wallacea
Garis Wallacea memisahkan fauna Asiatis dan Australis. Wilayah di antara kedua garis tersebut memiliki fauna endemik, seperti anoa, babi rusa, tarsius, dan komodo.
L. LEMPENG TEKTONIK DAN SUMBER DAYA
Indonesia dilalui tiga lempeng aktif:
Lempeng Eurasia
Lempeng Hindia Australia
Lempeng Pasifik
Pertemuan ketiga lempeng tersebut berada di Kepulauan Banda.
Dampak pertemuan lempeng:
Banyak gunung berapi.
Sering terjadi gempa tektonik dan vulkanik.
Kaya akan bahan tambang dan mineral.
Nilai positif pertemuan lempeng Australia dan Eurasia bagi kemajuan bangsa adalah tingginya bahan tambang dan mineral sebagai aset negara.
M. KEMARITIMAN DAN LINGKUNGAN
1. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Batas ZEE adalah 200 mil dari garis pangkal darat atau pantai terluar suatu negara.
2. Mangrove
Fungsi biologi mangrove:
Sebagai habitat alami biota darat dan biota laut.
Menahan abrasi.
Menyerap karbon.
Menahan sedimen.
3. Pulau-Pulau Kecil
Potensi sumber daya hayati yang dapat dikembangkan di pulau-pulau kecil adalah pengembangan seagrass (lamun).
4. Ikan Pelagis
Ciri ikan pelagis:
Hidup di permukaan laut.
Berbentuk roket.
Bergerak cepat.
Contoh: tuna, tongkol, cakalang.
N. SUMBER ENERGI DAN POTENSI INDONESIA
1. Energi Ramah Lingkungan
Sumber energi ramah lingkungan yang banyak dijumpai di Indonesia:
Geothermal (panas bumi)
Air terjun
Ombak
Biomassa
2. Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju
Faktor geografis potensial:
Luas wilayah dan kesuburan tanah.
Sumber daya alam melimpah.
Destinasi wisata indah.
Nilai luhur budaya bangsa.
Potensi keunggulan Indonesia berdasarkan letak geografis ditunjukkan oleh:
Sumber daya alam melimpah.
Banyak destinasi wisata alam.
Nilai luhur budaya bangsa.
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments