thumbnail

Soal Seleksi Substansi BCKS

 



Soal 1

Ilustrasi:
Pak Budi, kepala sekolah SMA Harapan, selalu merenungkan setiap keputusan yang diambilnya. Ia mengakui kesalahan saat programnya gagal dan berusaha memperbaiki diri. Ia juga rutin mengikuti pelatihan kepemimpinan.

Berdasarkan ilustrasi, kompetensi utama yang paling menonjol pada Pak Budi adalah…
A. Kompetensi sosial
B. Kompetensi profesional
C. Pengembangan diri melalui refleksi
D. Orientasi berpusat pada peserta didik
E. Keterlibatan organisasi dan jejaring

Jawaban: C


Soal 2

Studi Kasus:
SD Cendekia mengalami konflik internal antar guru. Kepala sekolah, Ibu Sari, memanggil semua pihak, mendengarkan keluhan, dan memfasilitasi dialog untuk mencari solusi bersama. Hasilnya, guru-guru kembali rukun dan fokus pada pembelajaran.

Kompetensi yang paling dominan diterapkan Ibu Sari adalah…
A. Kompetensi kepribadian
B. Kompetensi profesional
C. Kematangan moral dan emosi
D. Pemberdayaan warga satuan pendidikan
E. Kolaborasi peningkatan kualitas

Jawaban: C (kematangan moral dan emosi – karena mampu mengelola konflik dengan tenang dan bijaksana)


Soal 3

Pernyataan:
Seorang kepala sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua peserta didik, termasuk yang berkebutuhan khusus.

Kompetensi yang paling sesuai dengan pernyataan di atas adalah…
A. Kompetensi sosial
B. Orientasi berpusat pada peserta didik
C. Keterlibatan organisasi dan jejaring
D. Level kompetensi
E. Kompetensi profesional

Jawaban: B


Soal 4

Ilustrasi:
Kepala sekolah SMP Terpadu, Pak Rudi, membentuk tim pengembang kurikulum yang terdiri dari guru-guru muda. Ia memberi mereka kebebasan berinovasi namun tetap dalam pengawasan. Hasilnya, sekolah berhasil membuat proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang diakui dinas.

Tindakan Pak Rudi mencerminkan kompetensi…
A. Kompetensi profesional
B. Pemberdayaan warga satuan pendidikan
C. Kompetensi kepribadian
D. Kolaborasi peningkatan kualitas
E. Pengembangan diri melalui refleksi

Jawaban: B


Soal 5

Studi Kasus:
Di SMK Bina Bangsa, kepala sekolah menggandeng perusahaan teknologi untuk magang siswa, pelatihan guru, dan bantuan perangkat lab. Ia juga aktif dalam forum kepala sekolah SMK se-kabupaten.

Kompetensi yang ditunjukkan adalah…
A. Kompetensi sosial
B. Keterlibatan organisasi dan jejaring
C. Kolaborasi peningkatan kualitas
D. Kompetensi profesional
E. Orientasi berpusat pada peserta didik

Jawaban: B (keterlibatan organisasi dan jejaring) – karena menggandeng pihak luar dan aktif di forum


Soal 6

Pernyataan:
"Kepala sekolah harus mampu menjadi teladan dalam kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Sikap dan perilakunya sehari-hari diamati oleh guru, staf, dan siswa."

Kompetensi yang paling relevan adalah…
A. Kompetensi kepribadian
B. Kompetensi profesional
C. Kematangan emosi
D. Pemberdayaan warga
E. Level kompetensi

Jawaban: A


Soal 7

Ilustrasi:
Bu Ani sebagai kepala sekolah selalu meminta umpan balik dari guru dan siswa tentang kinerjanya. Ia juga membuat jurnal refleksi mingguan untuk mengevaluasi keputusan yang diambil.

Hal ini menunjukkan penerapan dari kompetensi…
A. Orientasi berpusat pada peserta didik
B. Pengembangan diri melalui refleksi
C. Kolaborasi peningkatan kualitas
D. Kompetensi sosial
E. Keterlibatan organisasi

Jawaban: B


Soal 8

Studi Kasus:
SDN 03 Pagi memiliki nilai ujian rendah. Kepala sekolah, Pak Hasan, tidak serta merta menyalahkan guru. Ia justru mengadakan workshop penyusunan soal HOTS, melakukan supervisi akademik, dan memberikan penghargaan bagi guru yang siswanya paling meningkat.

Kompetensi profesional kepala sekolah ditunjukkan oleh…
A. Memberi penghargaan
B. Mengadakan workshop penyusunan soal HOTS
C. Tidak menyalahkan guru
D. Melakukan supervisi akademik
E. B dan D benar

Jawaban: E (supervisi akademik dan workshop adalah bagian kompetensi profesional)


Soal 9

Pernyataan:
Seorang kepala sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Ia harus mampu membangun tim kerja yang solid, melibatkan komite sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi yang mendasari pernyataan tersebut adalah…
A. Kompetensi kepribadian
B. Kompetensi sosial
C. Kematangan spiritual
D. Level kompetensi
E. Pengembangan diri

Jawaban: B


Soal 10

Ilustrasi:
Kepala sekolah Taman Siswa memutuskan untuk mengubah sistem penilaian dari hanya ujian tulis menjadi portofolio dan proyek. Ia mendasarkan keputusan ini pada hasil survei bahwa siswa lebih termotivasi dengan penugasan praktik.

Kompetensi yang paling dominan adalah…
A. Kompetensi profesional
B. Orientasi berpusat pada peserta didik
C. Pemberdayaan warga
D. Kolaborasi peningkatan kualitas
E. Kematangan emosi

Jawaban: B


Soal 11

Studi Kasus:
Di sekolah yang baru dipimpinnya, Ibu Dewi mendapati banyak guru yang mengajar dengan metode ceramah. Ia kemudian mengajak guru-guru untuk belajar bersama model pembelajaran berbasis proyek, dan meminta guru senior menjadi mentor.

Strategi Ibu Dewi mencerminkan kompetensi…
A. Kompetensi profesional (pengembangan keprofesian)
B. Kolaborasi peningkatan kualitas
C. Keterlibatan organisasi
D. A dan B benar
E. Semua benar

Jawaban: D (profesional – meningkatkan kompetensi guru; kolaborasi – belajar bersama dan mentor)


Soal 12

Pernyataan:
"Kepala sekolah perlu memiliki kemampuan untuk mengelola emosi diri sendiri dan orang lain, terutama saat menghadapi tekanan dari dinas pendidikan atau orang tua murid."

Kompetensi yang dimaksud adalah…
A. Kematangan moral, emosi, dan spiritual
B. Kompetensi sosial
C. Kompetensi kepribadian
D. Pengembangan diri
E. Level kompetensi

Jawaban: A


Soal 13

Ilustrasi:
Pak Joko menjabat sebagai kepala sekolah di daerah 3T. Ia aktif mengikuti pelatihan online, membaca jurnal pendidikan, dan mencoba menerapkan metode baru meskipun sarana terbatas.

Dari ilustrasi ini, level kompetensi Pak Joko berada pada tahap…
A. Dasar
B. Menengah
C. Mahir
D. Lanjut (karena proaktif belajar mandiri dan beradaptasi)
E. Pemula

Jawaban: D


Soal 14

Studi Kasus:
Sekolah X memiliki banyak guru dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Kepala sekolah menyusun program peningkatan kompetensi berbasis kebutuhan individual, lalu membentuk kelompok kerja guru.

Tindakan ini merupakan implementasi dari…
A. Pemberdayaan warga satuan pendidikan
B. Kolaborasi peningkatan kualitas
C. Kompetensi profesional
D. A dan B
E. Semua salah

Jawaban: D (pemberdayaan – menyusun program berbasis kebutuhan; kolaborasi – kelompok kerja)


Soal 15

Pernyataan:
Kepala sekolah yang baik harus mampu memotivasi staf untuk terus belajar, berinovasi, dan berbagi praktik baik secara sukarela.

Kompetensi yang paling erat adalah…
A. Kompetensi sosial
B. Keterlibatan organisasi
C. Kolaborasi peningkatan kualitas
D. Orientasi berpusat pada peserta didik
E. Pengembangan diri melalui refleksi

Jawaban: C


Soal 16

Ilustrasi:
Setiap bulan, Kepala SD Permata mengadakan pertemuan dengan komite sekolah dan perwakilan orang tua untuk membahas perkembangan sekolah, menampung aspirasi, dan mencari solusi atas masalah bersama.

Ini adalah contoh penerapan kompetensi…
A. Sosial
B. Kolaborasi
C. Pemberdayaan warga
D. A dan B
E. Keterlibatan organisasi dan jejaring

Jawaban: D (sosial – membangun hubungan; kolaborasi – kerjasama dengan orang tua/komite)


Soal 17

Studi Kasus:
Seorang kepala sekolah terkenal dengan sikapnya yang selalu tenang, tidak mudah marah, dan memaafkan kesalahan bawahan selama ada itikad baik. Ia juga rutin mengajak guru dan siswa untuk melakukan kegiatan sosial keagamaan.

Kompetensi yang paling menonjol adalah…
A. Kompetensi kepribadian
B. Kematangan spiritual dan emosi
C. Kompetensi sosial
D. Level kompetensi
E. Pengembangan diri

Jawaban: B


Soal 18

Pernyataan:
"Kepala sekolah tidak hanya harus pintar mengelola administrasi, tetapi juga mampu menjadi supervisor yang membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran."

Kompetensi yang ditekankan adalah…
A. Kompetensi manajerial (implisit)
B. Kompetensi profesional
C. Kompetensi sosial
D. Orientasi peserta didik
E. Pemberdayaan warga

Jawaban: B (profesional – supervisi akademik)


Soal 19

Ilustrasi:
Kepala sekolah SMA Maju menerapkan sistem reward bagi guru yang berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Selain itu, ia juga memberikan punishment edukatif bagi guru yang lalai. Semua kebijakan didiskusikan bersama.

Tindakan ini mencerminkan kompetensi…
A. Kematangan moral
B. Kolaborasi peningkatan kualitas
C. Pemberdayaan warga
D. A dan C
E. B dan C

Jawaban: E (kolaborasi – didiskusikan bersama; pemberdayaan – memberi reward & punishment edukatif untuk memotivasi)


Soal 20

Studi Kasus Terintegrasi:
Di sebuah sekolah, kepala sekolah mampu mengubah sekolah dengan reputasi buruk menjadi favorit dalam 2 tahun. Langkahnya: (1) membangun kepercayaan guru dengan refleksi bersama, (2) melibatkan orang tua dalam program sekolah, (3) menjalin kerjasama dengan lembaga luar, (4) memusatkan semua kebijakan pada kebutuhan siswa, dan (5) secara rutin mengevaluasi diri.

Kompetensi yang TIDAK secara eksplisit disebutkan dalam ilustrasi adalah…
A. Orientasi berpusat pada peserta didik
B. Keterlibatan organisasi dan jejaring
C. Kompetensi sosial
D. Level kompetensi (tahap pencapaian)
E. Pengembangan diri melalui refleksi

Jawaban: D (level kompetensi tidak disebut secara eksplisit, meskipun bisa disimpulkan tinggi, tetapi bukan tindakan nyata)

Soal 21

Ilustrasi Permasalahan:
Di SMP Nusantara, terjadi penurunan motivasi belajar siswa secara drastis. Hasil survei internal menunjukkan siswa merasa pembelajaran membosankan dan guru jarang memberikan apresiasi. Kepala sekolah ingin mengambil tindakan.

Solusi terbaik yang paling sesuai dengan kompetensi orientasi berpusat pada peserta didik adalah…
A. Memanggil orang tua siswa untuk memberikan peringatan
B. Mengganti semua guru dengan guru baru yang lebih muda
C. Mengadakan pelatihan guru tentang pembelajaran aktif dan apresiasi, serta melibatkan siswa dalam pemilihan metode belajar
D. Memperbanyak tugas rumah agar siswa lebih disiplin
E. Membiarkan guru menyesuaikan sendiri tanpa intervensi

Jawaban: C


Soal 22

Studi Kasus:
Kepala sekolah SD Mawar mendapati dua guru berselisih paham soal pembagian jam mengajar. Keduanya saling menyalahkan dan suasana kerja menjadi tegang. Murid-murid mulai terganggu.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi kematangan moral, emosi, dan spiritual adalah…
A. Memindahkan salah satu guru ke sekolah lain
B. Memberi teguran keras kepada keduanya di depan staf
C. Memanggil masing-masing secara pribadi, mendengarkan, lalu memfasilitasi mediasi bersama untuk mencapai kesepakatan
D. Mengabaikan karena dianggap masalah kecil
E. Langsung melapor ke dinas pendidikan

Jawaban: C


Soal 23

Pernyataan Masalah:
Kepala sekolah merasa program-program yang dijalankan kurang efektif karena tidak pernah dievaluasi secara sistematis. Ia sadar perlu meningkatkan kualitas dirinya.

Solusi terbaik yang mencerminkan kompetensi pengembangan diri melalui refleksi adalah…
A. Menyuruh wakil kepala sekolah membuat laporan tahunan
B. Membuat jurnal refleksi mingguan, mengumpulkan umpan balik dari guru dan siswa, serta mengikuti pelatihan evaluasi program
C. Memotong anggaran untuk kegiatan ekstrakurikuler
D. Meminta dinas pendidikan mengevaluasi sekolah
E. Mengganti semua program dengan yang baru

Jawaban: B


Soal 24

Ilustrasi:
Di SMK Teknologi, banyak guru yang enggan berinovasi karena takut gagal. Mereka lebih nyaman dengan metode ceramah. Kepala sekolah ingin memberdayakan guru-guru tersebut.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi pemberdayaan warga satuan pendidikan adalah…
A. Memecat guru yang tidak mau berinovasi
B. Memberi bonus hanya pada guru yang inovatif
C. Membentuk komunitas belajar guru, memberikan ruang aman untuk mencoba hal baru, dan memberi penghargaan atas usaha perbaikan
D. Memerintahkan semua guru mengikuti diklat tanpa pilihan
E. Menyerahkan sepenuhnya pada pengawas sekolah

Jawaban: C


Soal 25

Studi Kasus:
Kepala sekolah SD Harapan Bangsa kesulitan mengajak orang tua murid berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Hanya sedikit yang hadir saat rapat komite. Padahal dukungan orang tua sangat dibutuhkan.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi sosial adalah…
A. Memaksa orang tua hadir dengan ancaman sanksi
B. Mengganti komite sekolah seluruhnya
C. Melakukan kunjungan rumah, menjalin komunikasi personal, dan mengadakan pertemuan di waktu yang fleksibel sesuai kesepakatan orang tua
D. Mengabaikan karena bukan tanggung jawab sekolah
E. Meminta siswa memaksa orang tuanya

Jawaban: C


Soal 26

Pernyataan Masalah:
Nilai ujian nasional sekolah menurun. Kepala sekolah cenderung menyalahkan guru. Hal ini membuat guru tertekan dan tidak termotivasi.

Solusi terbaik yang mencerminkan kompetensi kepribadian (teladan dan bijaksana) adalah…
A. Memanggil guru satu per satu untuk diinterogasi
B. Mengakui bahwa penurunan nilai adalah tanggung jawab bersama, lalu mengajak guru menganalisis penyebab dan menyusun program perbaikan bersama
C. Meminta dinas menurunkan standar kelulusan
D. Memberi tugas tambahan kepada siswa tanpa diskusi
E. Membiarkan saja karena bukan salah kepala sekolah

Jawaban: B


Soal 27

Ilustrasi:
Kepala sekolah SMA Merdeka ingin meningkatkan kualitas pembelajaran tetapi anggaran terbatas. Ia memiliki banyak guru yang potensial namun kurang terlatih.

Solusi terbaik berbasis kompetensi profesional dan kolaborasi peningkatan kualitas adalah…
A. Meminjam uang ke bank untuk pelatihan
B. Mengadakan lesson study dan peer teaching antar guru secara rutin tanpa biaya besar, serta memanfaatkan sumber belajar daring gratis
C. Memotong gaji guru untuk biaya pelatihan
D. Hanya mengandalkan guru senior tanpa pengembangan
E. Menyerahkan pada pihak luar sepenuhnya

Jawaban: B


Soal 28

Studi Kasus:
Sebuah sekolah terpencil kekurangan tenaga administrasi. Kepala sekolah kewalahan mengurus tugas administrasi sendiri sehingga lalai dalam supervisi akademik.

Solusi terbaik berdasarkan pemberdayaan warga dan kompetensi sosial adalah…
A. Merekrut tenaga honorer dari luar meski tanpa dana
B. Melibatkan orang tua siswa dan komite untuk membantu administrasi sukarela, serta memberdayakan guru secara rotasi untuk tugas ringan
C. Mengabaikan supervisi akademik
D. Melapor ke dinas dan berhenti bekerja
E. Memindahkan semua administrasi ke guru

Jawaban: B


Soal 29

Pernyataan Masalah:
Kepala sekolah mendapati bahwa program-program sekolah tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja. SMK-nya lulusan banyak yang menganggur.

Solusi terbaik yang mencerminkan keterlibatan organisasi dan jejaring adalah…
A. Mengganti kurikulum sendiri tanpa konsultasi
B. Menjalin kerjasama dengan industri dan dunia usaha, mengadakan magang guru, dan merevisi kurikulum berbasis masukan dari mitra
C. Menambah jam pelajaran teori
D. Melarang siswa bekerja sebelum lulus
E. Mengikuti semua instruksi dinas tanpa adaptasi

Jawaban: B


Soal 30

Ilustrasi:
Kepala sekolah sering mengambil keputusan sepihak tanpa mendengar aspirasi guru. Akibatnya, banyak guru yang pasif dan tidak bertanggung jawab atas tugasnya.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi sosial dan kolaborasi peningkatan kualitas adalah…
A. Tetap mempertahankan gaya otoriter karena lebih cepat
B. Membentuk tim pengambil keputusan bersama yang terdiri dari perwakilan guru, staf, dan siswa untuk setiap kebijakan penting
C. Memecat guru yang pasif
D. Menyerahkan semua keputusan pada wakil kepala sekolah
E. Mengadakan lomba antar guru untuk mencari yang terbaik

Jawaban: B


Soal 31

Studi Kasus:
Seorang guru berprestasi tiba-tiba menurun kinerjanya karena masalah pribadi (keluarga sakit). Kepala sekolah awalnya tidak peduli dan hanya menuntut target.

Solusi terbaik yang menunjukkan kematangan emosi dan spiritual adalah…
A. Memberi peringatan tertulis
B. Menggantinya dengan guru lain
C. Mendekati secara pribadi, mendengarkan masalahnya, memberi dukungan moral dan fleksibilitas jadwal sementara, lalu memotivasinya kembali
D. Memotong tunjangan kinerjanya
E. Melaporkan ke dinas untuk dipindahkan

Jawaban: C


Soal 32

Pernyataan Masalah:
Kepala sekolah ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Saat ini banyak isu negatif tentang mutu sekolah.

Solusi terbaik berbasis kompetensi sosial dan keterlibatan jejaring adalah…
A. Membuat papan pengumuman besar di depan sekolah
B. Mengundang media untuk meliput kegiatan sekolah positif secara rutin, membuka kelas untuk orang tua, dan membuat program keterbukaan informasi
C. Menyembunyikan masalah dari publik
D. Menyalahkan pihak lain
E. Menambah biaya SPP untuk promosi

Jawaban: B


Soal 33

Ilustrasi Permasalahan:
Di sekolah inklusi, kepala sekolah kurang memahami cara menangani siswa berkebutuhan khusus. Guru-guru juga tidak terlatih. Akibatnya sering terjadi penanganan yang salah.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi profesional (pengembangan diri dan staf) adalah…
A. Menolak siswa berkebutuhan khusus masuk
B. Mengikuti pelatihan penanganan ABK bersama guru, mengundang ahli, dan menyusun program individual untuk siswa
C. Memasukkan semua siswa ke kelas reguler tanpa pendampingan
D. Menyerahkan sepenuhnya pada orang tua siswa
E. Membiarkan guru belajar sendiri

Jawaban: B


Soal 34

Studi Kasus:
Kepala sekolah baru diangkat. Ia mendapati banyak kebijakan lama yang tidak efektif, tetapi guru-guru senior resisten terhadap perubahan.

Solusi terbaik yang mencerminkan pemberdayaan warga dan kematangan emosi adalah…
A. Memaksakan perubahan dengan ancaman
B. Mengabaikan resistensi dan tetap berjalan seperti biasa
C. Melibatkan guru senior dalam evaluasi kebijakan lama, mendengarkan keberatan mereka, lalu bersama-sama merancang perubahan bertahap dengan bukti manfaat
D. Memindahkan guru senior ke sekolah lain
E. Memberhentikan guru senior

Jawaban: C


Soal 35

Pernyataan Masalah:
Kepala sekolah merasa program peningkatan mutu sudah baik tetapi hasil belajar siswa tidak kunjung meningkat. Ia curiga karena tidak ada kolaborasi antar guru.

Solusi terbaik berbasis kolaborasi peningkatan kualitas adalah…
A. Menambah jam belajar siswa
B. Membuat kelompok kerja guru mata pelajaran dengan jadwal rutin berbagi praktik baik dan analisis hasil belajar siswa secara bersama
C. Meminta setiap guru membuat laporan sendiri
D. Mengadakan lomba guru terbaik
E. Membandingkan sekolah lain tanpa tindak lanjut

Jawaban: B


Soal 36

Ilustrasi Permasalahan:
Kepala sekolah kurang mampu mengelola emosi saat menghadapi kritik dari pengawas. Ia sering marah dan defensif, sehingga hubungan dengan pengawas memburuk.

Solusi terbaik untuk mengembangkan kompetensi kematangan emosi adalah…
A. Menghindari pertemuan dengan pengawas
B. Meminta guru lain menghadap pengawas
C. Melatih diri menerima kritik dengan sikap terbuka, berlatih teknik relaksasi, dan meminta umpan balik secara teratur untuk perbaikan
D. Melaporkan pengawas ke atasannya
E. Mengkritik balik pengawas

Jawaban: C


Soal 37

Studi Kasus:
Kepala sekolah ingin menerapkan pembelajaran berdiferensiasi tetapi guru-guru mengeluh karena persiapan lebih banyak. Mereka malah kembali ke metode lama.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi pemberdayaan dan orientasi peserta didik adalah…
A. Memaksa guru dengan ancaman sanksi
B. Memberi contoh langsung mengajar di salah satu kelas, lalu memfasilitasi workshop singkat dengan pendampingan berkelanjutan, dan mengapresiasi usaha kecil
C. Membatalkan program
D. Meminta dinas pendidikan turun tangan
E. Menyerahkan pada guru yang mau

Jawaban: B


Soal 38

Pernyataan Masalah:
Kepala sekolah jarang terlibat dalam jejaring dengan kepala sekolah lain. Akibatnya, sekolah tertinggal dalam informasi kebijakan baru dan praktik unggulan.

Solusi terbaik berbasis keterlibatan organisasi dan jejaring adalah…
A. Aktif mengikuti forum kepala sekolah, KKG/MGMP lintas sekolah, dan berbagi sumber daya dengan sekolah lain
B. Membayar konsultan untuk memberi informasi
C. Membaca sendiri tanpa diskusi
D. Menunggu instruksi dari dinas
E. Mengisolasi sekolah dari luar

Jawaban: A


Soal 39

Ilustrasi Permasalahan:
Kepala sekolah menghadapi dilema: seorang guru favorit siswa terlibat pelanggaran ringan (terlambat terus). Jika ditegur, takut guru tersebut kecewa. Jika dibiarkan, guru lain akan mencontoh.

Solusi terbaik yang mencerminkan kompetensi kepribadian (adil dan berani) adalah…
A. Membiarkan saja karena guru favorit
B. Menegur secara tertutup dengan bijak, memberikan kesempatan memperbaiki, dan tetap konsisten dengan aturan yang berlaku tanpa diskriminasi
C. Memecat guru tersebut
D. Memindahkan ke sekolah lain
E. Memberi penghargaan agar tidak kecewa

Jawaban: B


Soal 40

Studi Kasus Terintegrasi:
Kepala sekolah di daerah dengan konflik SARA ringan antar warga sekolah. Ada kelompok guru yang cenderung memisahkan diri berdasarkan latar belakang. Suasana tidak kondusif.

Solusi terbaik berdasarkan kompetensi kematangan spiritual, sosial, dan pemberdayaan adalah…
A. Membiarkan karena bukan masalah sekolah
B. Memecah kelompok dan melarang pergaulan
C. Mengadakan kegiatan kebersamaan lintas latar belakang (outbond, bakti sosial), menegaskan nilai toleransi, dan memberi teladan bersikap inklusif
D. Melaporkan ke polisi
E. Memindahkan guru yang bermasalah

Jawaban: C


Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments