thumbnail

MATERI ESENSIAL OSN IPS SMP - SEJARAH

 




1. ASAL-USUL & MIGRASI NENEK MOYANG

  • Zaman Praaksara (Urutan Tertua ke Termuda): Paleolitikum (Batu Tua) → Mesolitikum (Batu Tengah) → Neolitikum (Batu Muda) → Megalitikum (Batu Besar).

  • Jenis Manusia Purba & Ciri:

    • Pithecanthropus Erectus: Manusia yang berjalan tegak (ditemukan Dubois).

    • Meganthropus Paleojavanicus & Pithecanthropus Erectus: Hidup pada masa Paleolitikum.

    • Homo Soloensis & Homo Wajakensis: Jenis Homo Sapiens awal.

  • Gelombang Migrasi ke Nusantara:

    • Proto Melayu (Melayu Tua): Gelombang pertama (sekitar 1500 SM). Membawa budaya Kapak Lonjong (jalur timur) dan Kapak Persegi/Kapak Bahu (jalur barat). Suku turunannya: Dayak, Nias, Toraja.

    • Deutro Melayu (Melayu Muda): Gelombang kedua (sekitar 500 SM). Membawa budaya Kapak Corong dan kebudayaan Dongson (Perunggu). Datang dari Yunnan atau Indocina.

  • Teori Asal-Usul:

    • Teori Yunan: Nenek moyang berasal dari Yunnan (didukung bukti bahasa Austronesia, alat batu serupa).

    • Teori Out of Africa: Berdasarkan kesamaan DNA.

    • Teori Nusantara: Pendapat Muhammad Yamin, M. Ali, H. Kern.

  • Peninggalan Penting:

    • Kjokkenmoddinger (sampah dapur) & Abris Sous Roche (gua penghuni).

    • Kapak Genggam (Paleolitikum) → Kapak Perimbas → Kapak Lonjong (Neolitikum, jalur Timur) → Nekara, Moko, Dolmen, Menhir, Sarkofagus (Megalitikum/Perundagian).

  • Teknik Pengolahan Logam (Masa Perundagian):

    • Bivalve: Cetakan batu dua sisi yang diikat.

    • A Cire Perdue: Cetakan tanah liat yang diisi lilin, kemudian lilin dibakar dan diganti logam cair. Cara ini lebih rumit dan cetakan hanya sekali pakai.


2. KERAJAAN, PERDAGANGAN & PENGARUH HINDU-BUDDHA-ISLAM

  • Kerajaan Maritim Sriwijaya:

    • Peran: Sebagai pelabuhan transito (persinggahan) penting di Selat Malaka.

    • Bukti hubungan dengan India: Prasasti Nalanda (asrama pelajar Sriwijaya di India).

    • Keruntuhan: Karena ekspansi Kerajaan Singasari (bertambahnya faktor politik).

  • Kerajaan Agraris (Hindu-Buddha): Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Kediri, Singasari, Majapahit.

  • Peninggalan Hindu-Buddha:

    • Candi Prambanan (Hinduistis), Candi Borobudur (Buddhis).

    • Arsitektur asli Indonesia yang mempengaruhi candi/stupa: Punden Berundak.

    • Sistem kasta didasarkan pada garis keturunan.

    • Prasasti: Tugu (Mataram Kuno), Kedukan Bukit (Sriwijaya), Canggal (Mataram Kuno).

  • Masuknya Islam:

    • Teori Ksatria (pengaruh bangsawan), Teori GujaratTeori Mekkah (Hamka: abad ke-1 H/7 M).

    • Bukti masuk Islam abad ke-11 (Gujarat): Makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik).

    • Bukti abad ke-13: Makam Sultan Malik al-Saleh (Samudra Pasai) dan catatan perjalanan Marco Polo.

    • Saluran Islamisasi: Perdagangan (kerajaan di pesisir), PerkawinanPendidikan (Pesantren), Kesenian (Wayang, Tembang oleh Sunan Bonang), Tasawuf.

    • Ciri Khas Masjid Kudus: Menaranya masih menunjukkan sinkretisme dengan budaya Hindu (bangunan seperti candi).

  • Kerajaan Malaka: Menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar perdagangan dan akar dari bahasa Indonesia.


3. KOLONIALISME, IMPERIALISME & PERLAWANAN

  • Latar Belakang:

    • Jatuhnya Konstantinopel (1453) ke tangan Turki Usmani, menyulitkan Eropa mendapatkan rempah.

    • Motivasi 3G: Gold (kekayaan/rempah), Glory (kejayaan), Gospel (penyebaran agama).

  • Kedatangan Bangsa Eropa:

    • Portugis: ke arah Timur (sesuai Perjanjian Tordesillas). Berhasil menguasai Malaka (1511) sebelum ke Maluku.

    • Belanda: Rute awal: Pantai Barat Afrika - Tanjung Harapan - Samudra Hindia - Selat Sunda - Banten. Tidak melewati Malaka untuk menghindari Portugis.

    • Persamaan motivasi utama Portugis & Belanda: Kesulitan memperoleh rempah-rempah.

  • VOC:

    • Tujuan awal: menyaingi Portugis. Akhirnya bubar karena korupsi di kalangan pegawai.

    • Politik Devide et Impera (pecah belah).

    • Hak Ekstirpasi (mencabut tanaman rempah untuk mengatur harga) & Pelayaran Hongi (mengawasi/mencegah perdagangan gelap).

  • Sistem Ekonomi Kolonial:

    • Tanam Paksa (Cultuurstelsel): Gubernur Jenderal Van den Bosch (1830-1870). Ciri: 20% tanah desa untuk tanaman ekspor (kopi, tebu, nila), kelebihan pajak dibayar dengan kerja paksa (75 hari), gagal panen resiko petani.

    • Sistem Sewa Tanah (Land Stelsel): Masa Inggris (Raffles). Gagal karena belum tersosialisasi sistem uang.

  • Perlawanan Rakyat:

    • Paling sulit & biaya besar: Perang Aceh (1873-1910).

    • Pattimura (Thomas Matulessy): Maluku (1817). Keberhasilan perjuangannya karena dukungan rakyat.

    • Perang Jawa (Diponegoro): 1825-1830.

    • Perang Padri (Tuanku Imam Bonjol): Sumatera Barat.


4. REVOLUSI INDUSTRI & DAMPAKNYA (1750-1850)

  • Dampak pada Kolonialisme Barat:

    • Kebutuhan bahan baku industri (tekstil, perkebunan) dan pasar.

    • Transportasi: Pembangunan jalan kereta api oleh Hindia Belanda (sejak 1867) untuk mengangkut hasil perkebunan dari pedalaman ke pelabuhan.

  • Dampak di Indonesia:

    • Perlunya sistem ekonomi yang lebih ekstraktif dan efisien.


5. POLITIK ETIS & PERGERAKAN NASIONAL

  • Politik Etis (1901): Irigasi, Edukasi, Imigrasi.

  • Dampak Pendidikan:

    • Melahirkan golongan terpelajar yang sadar akan nasib bangsanya.

    • Sekolah: HIS (Hollandsch-Inlandsche School) untuk pribumi, HBS (Hogere Burger School) untuk priyayi/Eropa.

    • Tujuan utama pendidikan kolonial: Mendidik calon pegawai rendahan pemerintah Belanda.

  • Stratifikasi Sosial Kolonial: Eropa (tertinggi) → Timur Asing (Tionghoa, Arab) → Pribumi (terendah).

  • Organisasi Pergerakan:

    • Budi Utomo (1908): Berdiri pertama, bersifat etnik Jawa (budaya & pendidikan).

    • Sarekat Islam (awalnya Sarekat Dagang Islam): Latar belakang persaingan dagang dengan orang Cina di Jawa.

    • Indische Partij (1912): Didirikan Douwes Dekker, Cipto, Suwardi. Partai politik pertama.

    • Perhimpunan Indonesia: Memperkenalkan istilah "Indonesia" sebagai jati diri nasional.

    • GAPI (Gabungan Politik Indonesia): Menuntut "Indonesia Berparlemen" (1939).

    • PNI (Partai Nasional Indonesia): Tujuan utamanya menyatukan dan memerdekakan.

  • Tokoh Penting:

    • Ki Hajar Dewantara: Pendiri Taman Siswa.

    • Wahidin Sudirohusodo: Pencetus Budi Utomo, menggalang dana beasiswa pendidikan pribumi.

    • Tan Malaka: Gagasan tentang kemandirian bangsa dan kesadaran kelas sosial.

  • Sumpah Pemuda (1928): Menyepakati Bahasa Persatuan (bahasa Indonesia). Bukan dari keragaman bahasa daerah, melainkan untuk mempersatukan identitas.


6. PENDUDUKAN JEPANG

  • Tujuan Kebijakan: Mendukung Perang Asia Timur Raya.

  • Dampak Ekonomi: Romusha (kerja paksa).

  • Dampak Sosial: Seikerei (penghormatan kepada Kaisar) yang memicu perlawanan. Perlawanan bersifat sporadis (tidak terkoordinasi, mudah dipadamkan).

  • Dampak Positif: Dibentuknya organisasi militer PETA dan Heiho (melatih kemampuan militer Indonesia). Bahasa Indonesia mulai diizinkan sebagai bahasa pengantar.

  • Sikap Awal Jepang: Menutup lembaga publik Belanda untuk memastikan kontrol penuh dan menghapus pengaruh Belanda.


7. PROKLAMASI & PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

  • Perumusan Naskah Proklamasi: Soekarno, Hatta, Achmad Soebardjo.

  • Peristiwa Rengasdengklok: Tujuan: Mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan, bukan melindungi dari penculikan.

  • Pertempuran Oktober 1945 (banyak korban): Medan Area, Ambarawa, Surabaya.

  • Perundingan:

    • Linggarjati: Wilayah RI = Jawa, Madura, Sumatera.

    • Renville: Merugikan Indonesia karena wilayah RI semakin mengecil.

    • Roem-Royen: Mengakhiri Agresi Militer II.

    • KMB (Konferensi Meja Bundar): Hasil terpenting: Belanda mengakui kedaulatan RIS. Dampak: munculnya negara-negara bagian dan penolakan di daerah (RMS, Andi Azis, dll).

  • Peran PBB:

    • KTN (Komisi Tiga Negara): Australia (pilihan Indonesia), Belgia (pilihan Belanda), AS (netral).

    • Digantikan oleh UNCI (United Nations Commission for Indonesia).

    • UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority): Mengawasi penyerahan Irian Barat.

  • Irian Barat: Latar belakang konflik karena Belanda mengingkari hasil KMB. Diselesaikan melalui PEPERA, diawasi PBB.


8. MASA DEMOKRASI LIBERAL & TERPIMPIN

  • Demokrasi Liberal (1950-1959):

    • Ciri: Parlementer kabinet, partai oposisi dominan, kabinet silih berganti.

    • Pemilu 1955: 4 partai besar: Masyumi, PNI, NU, PKI.

    • Program Benteng: Memberi bantuan kepada pengusaha pribumi.

  • Demokrasi Terpimpin (1959-1965):

    • Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (kembali ke UUD 1945).

    • Konfrontasi dengan Malaysia.

    • Trikora (perebutan Irian Barat).

  • Gerakan 30 September (G30S/PKI): Dipicu persaingan kekuatan politik (Angkatan Darat vs PKI). Tuntutan mahasiswa pasca-G30S: Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat: Bubarkan PKI, Turunkan Harga, Reformasi Kabinet).


9. ORDE BARU (1966-1998)

  • Awal Orde Baru: Lahir dari Tritura dan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

  • Keberhasilan:

    • Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun).

    • Revolusi Hijau: Intensifikasi pertanian (pupuk kimia, bibit unggul, Dasa Usaha Tani), capai swasembada beras.

    • Teknologi diarahkan padat karya (mengatasi pengangguran).

  • Kegagalan & Jatuhnya Orde Baru (1998):

    • Faktor utama: Krisis ekonomi & politik (lemahnya fundamental ekonomi, kekuasaan otoriter, KKN, inflasi).

    • Krisis ekonomi mulai dari Thailand (Juli 1997) jadi pemicu.

    • Faktor sosial pendorong reformasi: Pengangguran & kerusuhan sosial.

    • Tuntutan reformasi: Pemberantasan KKN.

  • Pasca Reformasi:

    • Habibie: Kabinet Reformasi Pembangunan.

    • Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Kabinet Persatuan Nasional, kebijakan pemisahan POLRI dari ABRI, mengakui agama Konghucu sebagai agama resmi.

    • Megawati: Kabinet Gotong Royong (Timor Timur lepas).

    • SBY: Kabinet Indonesia Bersatu.


10. POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA

  • Prinsip: Bebas Aktif.

  • Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung:

    • Pencetus: Indonesia, Burma, Ceylon (Sri Lanka), India, Pakistan (Konferensi Kolombo & Bogor).

    • Tujuan: Mendukung kemerdekaan bagi negara terjajah, termasuk Irian Barat.

    • Hasil: Dasa Sila Bandung.

    • Arti penting bagi Indonesia: Memperoleh dukungan internasional untuk masalah Irian Barat.

  • Gerakan Non-Blok (GNB): Indonesia sebagai salah satu pendiri. Periode 1992-1995 Indonesia menjadi ketua (KTT Non-Blok ke-10 di Jakarta).

  • Kerja Sama Multilateral Indonesia: ASEAN, APEC, GNB.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments