thumbnail

MATERI ESENSIAL OSN IPS SMP - SOSIOLOGI

 


MATERI ESENSIAL OSN SOSIOLOGI

Kompetensi 4: Analisis Jenis-Jenis Kelembagaan Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik

A. Pengertian dan Fungsi Kelembagaan Sosial (Pranata Sosial)

  1. Pengertian pranata sosial: sistem norma untuk memenuhi dan mencapai tujuan kebutuhan bersama (bukan sekadar aturan atau adat istiadat).

  2. Tujuan utama pranata sosial: menciptakan keselarasan dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat.

  3. Fungsi pranata sosial:

    • Kontrol sosial → mengendalikan sikap dan tingkah laku anggota masyarakat (bukan sekadar mengendalikan penyimpangan, tapi menjaga ketertiban).

    • Menjadi acuan nilai dan norma bertingkah laku.

  4. Tujuan pengendalian sosial: mempertahankan tatanan nilai dan norma.

  5. Contoh penerapan norma hukum: polisi menilang pengendara motor karena tidak pakai helm.

  6. Lembaga sosial dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar hidup teratur (pernyataan A benar), dan setiap lembaga memiliki fungsi/tujuan berbeda (pernyataan B benar) → keduanya benar dan berhubungan.

B. Ciri-ciri Kelembagaan Sosial

  1. Partai politik → ciri utama: memiliki kepentingan elektoral (bukan sekadar organisasi sukarela atau formal).

  2. Yayasan perpustakaan keliling → ciri dominan: memiliki pencapaian tujuan yang jelas.

C. Jenis dan Peran Lembaga Sosial (Keluarga, Pendidikan, Agama, Ekonomi, Kesehatan, Politik)

  1. Keluarga inti (nuclear family) : ayah, ibu, anak (kakak/adik kandung, bukan paman/sepupu/pembantu).

  2. Fungsi laten pranata pendidikan: memperpanjang masa remaja dan ketergantungan pada orang tua (bukan fungsi manifes seperti persiapan kerja/keterampilan).

  3. Kegagalan pranata keluarga (kurang perhatian → anak terjerumus narkoba) → kegagalan dalam fungsi afeksi (pemberian kasih sayang), bukan sosialisasi/reproduksi/ekonomi.

  4. Fungsi pranata keluarga (kecuali) : fungsi adaptasi terhadap perubahan cara berproduksi (itu bukan fungsi keluarga, melainkan ekonomi).

  5. Organisasi sosial keagamaan berperan di pendidikan & ekonomi → contoh: mengajar baca tulis suku adat tertinggal.

  6. Lembaga sosial pertama dan utama dalam membentuk karakter anak: keluarga.

  7. Koperasi → termasuk lembaga ekonomi.

  8. Lembaga kesehatan → contoh: peningkatan pelayanan PUSKESMAS untuk balita kurang gizi.

  9. Rusaknya jalan raya → menyebabkan kurang berfungsinya lembaga ekonomi (hasil pertanian tidak bisa dijual).

  10. Gerakan Literasi → lembaga pendidikan (bukan budaya/politik/agama).

  11. Fungsi keluarga mengurangi kenakalan remaja → melalui fungsi afeksi (bukan sosialisasi? hati-hati: pengawasan dan kasih sayang lebih ke afeksi).

  12. Penanaman karakter di usia emas (golden age) → tugas institusi keluarga.

  13. Lembaga kepolisian memiliki fungsi mengadakan sistem pengendalian sosial.

  14. Fasilitator wisata desa yang tepat: komunitas penggerak pariwisata dan badan usaha.

  15. KPU menerima pengaduan kecurangan → menunjukkan lembaga politik belum berfungsi optimal.

  16. Partai politik menekan korupsi → dengan memilih kader berkualitas & rekam jejak baik (bukan sekadar pendidikan politik atau sanksi).

  17. Larangan incest taboo, eksogami, endogami terdapat dalam lembaga keluarga.

D. Fungsi Lembaga Sosial dalam Peningkatan Kualitas Penduduk

  1. Panti untuk lansia (usia >60 tahun) → Panti Sosial Tresna Wedha (bukan panti asuhan).

  2. Peran lembaga sosial dalam mitigasi bencana (berdasarkan gambar) → memberikan informasi penyebab gempa & penanganan bahaya.

  3. Komnas Perempuan → upaya lembaga hukum dalam mengarusutamakan pemberdayaan perempuan.

  4. UMKM → pernyataan A benar (potensi diberdayakan mandiri), pernyataan B benar (bertahan saat pandemi) → ada hubungan (karena potensi itulah yang membuatnya bertahan).

E. Peran dan Fungsi Keragaman Sosial, Budaya, Religi

  1. Upaya pemerintah melakukan tindakan afirmatif (kecuali): melindungi TKI di luar negeri (itu bukan afirmatif untuk kesamaan hak di dalam negeri, lebih ke perlindungan).

  2. Pranata sosial Banjar di Bali → menunjukkan pranata sosial melestarikan nilai dan budaya.

  3. Urutan perubahan nilai & norma yang benar: nilai & norma → tindakan sosial → pemaknaan → kontrol sosial → nilai & norma dipertahankan/berubah. (Jawaban D)

  4. Penolakan terhadap perubahan sosial → contoh: internet dianggap media berdampak negatif (bukan demonstrasi reformasi atau urbanisasi).

  5. Arisan sungai (kebersamaan) → mencegah pola hidup individualistis (akibat modernisasi).

  6. Fungsi agama di tengah perubahan → sebagai sumber pemersatu (bukan pembeda/motivasi).

  7. Urutan terbentuknya interaksi sosial efektif: kebutuhan → kontak sosial → komunikasi → kesepahaman (bukan pemaknaan/imajinasi).

  8. Fungsi interaksi sosial bagi kesatuan masyarakat: menghasilkan kesepakatan-kesepakatan untuk mereka yang terlibat.


Kompetensi 5: Evaluasi Fungsi dan Peran Kelembagaan dalam Menjaga Ketertiban

A. Pengertian dan Jenis Penyimpangan Sosial

  1. Penyimpangan sosial = perilaku yang melanggar nilai dan norma sosial yang berlaku (bukan hanya agama/hukum).

  2. Dampak negatif demonstrasi: mengganggu kestabilan pemerintahan.

  3. Contoh penyimpangan pelajar di lingkungan keluarga: melawan orang tua & pulang larut malam.

  4. Perbuatan yang tidak melanggar hukum tapi ditolak masyarakat = perilaku menyimpang (bukan kriminal/amoral).

  5. Corat-coret tembok karena iseng → termasuk penyimpangan kelompok (dilakukan bersama, bukan individu).

  6. Penyimpangan sekunder (berulang, berdampak, sering dilakukan kelompok) → contoh: mabuk-mabukan, residivis pencurian. (Bukan terlambat sekolah atau melanggar lalu lintas biasa).

  7. Bergaul dengan teman pelanggar hukum → jenis penyimpangan kelompok (karena pengaruh kelompok).

  8. Plagiarisme → pernyataan A benar (melanggar etika, dampak dikeluarkan), pernyataan B salah (bukan penyimpangan primer, bisa sekunder jika berulang) → hubungan: A benar B salah, tidak berhubungan.

B. Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

  1. Penyebab tawuran pelajar: tidak bisa mengendalikan emosi.

  2. Teori pembelajaran menyimpang (differential association): anak menjadi perokok karena melihat orang sekitar merokok.

  3. Didit berubah karena pergaulan → faktor sosialisasi sub kebudayaan menyimpang (bukan sosialisasi tidak sempurna).

  4. Ali ikut Andi membolos → penyebab differential association (belajar dari teman).

  5. Perundungan di sekolah, faktor eksternal → lemahnya pengawasan sekolah.

  6. Narkoba karena ingin tahu → faktor sosialisasi tidak sempurna (bukan labelling/ekonomi).

  7. Proses sosialisasi tidak sempurna → contoh: warga bantaran kali terbiasa pakai air kali untuk mandi & cuci (kebiasaan yang tidak sehat).

  8. Penolakan reformasi birokrasi → karena sikap tradisional (bukan konflik kepentingan/ideologis).

C. Peranan Lembaga dalam Menangani Penyimpangan

  1. Lembaga paling efektif mencegah tawuran pelajarkeluarga (bukan agama/politik).

  2. Penertiban PKL → usaha yang tidak selaras? memanfaatkan fasilitas publik (itu yang justru dilanggar PKL, jadi bukan usaha penertiban).

  3. UU ITE untuk hoaks dll → bentuk akomodasi koersif (paksaan/pengendalian melalui hukum), bukan arbitrasi/mediasi/ajudikasi.

  4. Evaluasi konflik di dunia maya → minimnya penegakan aturan dalam komunikasi politik.

  5. Tahap terakhir keteraturan sosial → penggerebekan kos bandar narkoba oleh warga (pengendalian sosial).

D. Strategi Pemecahan Masalah

  1. Lomba permainan tradisional → fungsi sosialisasi dalam membentuk kepribadian (bukan interaksi/pranata).

  2. Contoh kemajuan terencana di masyarakat: internet masuk desa (bukan urbanisasi/peniruan budaya).

  3. Pergolakan politik cepat di Arab (2011) → revolusi.

  4. Kebijakan jalan tol → didasarkan pada orientasi ke masa depan (antisipatif).

  5. Menumbuhkan empati → contoh: Randi mendirikan rumah singgah & memberi santunan (ikhlas).

  6. Calon ketua OSIS memaparkan program → interaksi sosial antar individu dengan kelompok.

  7. Faktor pendorong hubungan sosial: manusia tidak bisa hidup sendiri.

  8. Pertandingan antar Karang Taruna → mengarah ke asosiatif dan keselarasan.

  9. Konflik pendukung capres → menunjukkan konflik dapat menyebabkan disintegrasi bangsa (bukan integrasi).

  10. Konflik berkepanjangan mendorong perubahan sosial.

  11. Interaksi sosial disosiatif → tawuran antarkampung (bukan demonstrasi/pemaksaan/penertiban).

  12. Fungsi interaksi sosial → menghasilkan kesepakatan.


Kompetensi 6: Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam, Sosial, Budaya, Ekonomi

A. Pengertian Interaksi Sosial dan Sosialisasi

  1. Interaksi modern melalui kontak dan komunikasi secara langsung dan tidak langsung.

  2. Sosialisasi = proses mempelajari nilai & norma agar dapat hidup layak (bukan sekadar pemberian kasih sayang).

  3. Interaksi tatap muka → saling memberi ekspresi dan menerima impresi.

  4. Hukuman pada anak nakal = bentuk kontrol sosial.

  5. Sosialisasi adalah proses membimbing individu ke dalam dunia sosial.

  6. Sosialisasi sekunder = pada saat individu telah dewasa (bukan primer).

  7. Sosialisasi di sekolah = sosialisasi sekunder (bukan primer).

  8. Anak mempelajari norma melalui proses imitasi (bukan identifikasi? identifikasi lebih dalam, imitasi meniru).

  9. Firman mengidolakan Ronaldo → contoh identifikasi (bukan imitasi, karena tidak meniru perilaku).

  10. Pendidikan di perguruan tinggi = sosialisasi sekunder.

  11. Latar belakang keluarga (cerai) mempengaruhi sosialisasi primer.

  12. Perbedaan pola sosialisasi → mempengaruhi proses dan tingkat internalisasi nilai & norma.

  13. Nilai & norma sering dilanggar → menumbuhkan penyimpangan sosial.

  14. Korupsi pejabat → white collar crime.

  15. Terlambat masuk sekolah pertama kali → penyimpangan primer.

  16. Sapa dan berjabat tangan → syarat interaksi sosial (kontak sosial + komunikasi).

B. Agen-agen Sosialisasi

  1. Media sosialisasi utama anak: keluarga, sekolah, teman sebaya (bukan RT/medsos/tetangga).

  2. Agen sosialisasi paling berpengaruh untuk Andi (seni) → teman sepermainan.

  3. Resosialisasi → instruktur di akademi militer menjelaskan nilai baru (bukan polisi tilang).

  4. Media sosialisasi formal: negara, sekolah, akademi militer (bukan sahabat/klub).

  5. Pola persahabatan Ajeng → karena kelompok sepermainan.

C. Bentuk Interaksi Manusia dengan Lingkungan

  1. Percampuran dua kebudayaan → akulturasi (bukan asimilasi yang lebih melebur).

  2. Bentuk interaksi asosiatif → kerjasama dan akomodasi.

  3. Norma kesusilaan → fungsi afektif (mengatur perasaan/perilaku).

  4. Jaka dari petani jadi sarjana → achieved status (bukan ascribed).

  5. Pengaruh lingkungan fisik (tandus vs subur) terhadap kepribadian → lingkungan geografis.

  6. Rekreasi keluarga akhir pekan → fungsi membangun kebersamaan keluarga.

  7. Contoh imitasi → Anita ikut budaya Korea & Adinda ikut cara ibunya. (Jawaban C: 1 dan 4)

  8. Habibi & Arthur (beda agama) bantu bencana → semua agama punya ajaran kemanusiaan yang sama.

  9. Regulasi transportasi online → interaksi bentuk akomodasi (penyelesaian konflik).

  10. Budaya cosplay → gejala imitasi.

  11. Pewarisan budaya → melestarikan kebudayaan Indonesia berarti melestarikan integrasi bangsa.

  12. Paguyuban (gemeinschaft) dipengaruhi hubungan batin yang kuat.

  13. Kriteria lingkungan pendorong hubungan sosial: fisik, budaya, agama.

D. Faktor Penyebab & Permasalahan Akibat Interaksi

  1. Faktor pendorong hubungan sosial: memiliki kebutuhan yang sama (bukan keterpaksaan).

  2. Berkurangnya empati akibat teknologi → karena jarang interaksi langsung.

  3. Perbedaan makna kata (amis, gedang) → masalah interaksi karena perbedaan tujuan interaksi ketika kata diciptakan.

  4. Dampak eksodus penduduk akibat konflik → problem bahasa & budaya menyulitkan interaksi.

  5. Faktor penyebab permasalahan interaksi → klaim warisan nilai antar komunitas berdekatan.

  6. Fungsi sosialisasi kurang positif → semua keinginan dituruti (Risma) & mengecat rambut agar diterima gang (Doni). (Jawaban D: 2 dan 3)

E. Cara Mencegah & Mengatasi Permasalahan Interaksi

  1. Menumbuhkan empati → Randi mendirikan rumah singgah & memberi santunan (sama seperti di kelompok sebelumnya).


Kompetensi 7: Dinamika Interaksi Sosial dalam Konteks Pembangunan di Indonesia

A. Pengertian Dinamika Interaksi (Perubahan Sosial)

  1. Perubahan sosial cepat → ditandai: keinginan mengadakan perubahan, tujuan jelas & tercapai, punya tokoh idola. (Jawaban: 1,2,3)

  2. Faktor pendorong intern perubahan sosial: demografi, pertentangan, revolusi, penemuan baru.

  3. Tipe perilaku masyarakat terhadap perubahan: menerima dan menolak.

  4. Perubahan di pedesaan → bisa karena masuknya kebudayaan kota (bukan teknologi pertanian).

  5. Faktor pendorong perubahan sosial → kontak dengan kebudayaan lain & laju pertumbuhan penduduk. (2 dan 4)

  6. Perubahan tidak diimbangi kesiapan budaya → disorganisasi sosial.

  7. Perubahan terlalu cepat, masyarakat belum siap → cultural lag (kesenjangan budaya).

  8. Karakteristik individu pendorong perubahan: tidak pernah puas terhadap kondisi yang dialami.

  9. Penolakan perubahan sosial → internet dianggap media negatif (sama seperti sebelumnya).

B. Perubahan Sosial Ekonomi pada Masa Orde Baru dan Reformasi

  1. Situasi sebelum G30S → harga sandang pangan tinggi dan langka (ekonomi buruk).

  2. Tuntutan mahasiswa pasca G30STritura (bukan Trikora).

  3. Prioritas reformasi: pemberantasan KKN.

  4. Kegagalan Orde Baru → kebijakan tidak berpihak rakyat, kekuatan modal besar, KKN, inflasi. (Jawaban B)

  5. Krisis 1998 menandai perubahan tatanan sosial ekonomi.

  6. Tuntutan reformasi ekonomi → menentang KKN (bukan turunkan harga).

  7. Latar belakang reformasi → lemahnya fundamental ekonomi & reaksi terhadap kekuasaan otoriter.

  8. Pengertian reformasi: gerakan perbaikan penyelenggaraan kenegaraan di bidang politik, sosial, ekonomi, hukum.

  9. Soeharto mundur karena menguatnya tuntutan rakyat untuk reformasi politik.

  10. Faktor sosial pendorong reformasi (dari pernyataan): peningkatan pengangguran & kerusuhan sosial (2 dan 4). (Bukan krisis ekonomi sebagai faktor sosial? hati-hati: krisis ekonomi adalah faktor awal, tetapi yang ditanya faktor sosial adalah poin 2 dan 4).

  11. Teknologi Orde Baru padat karya → untuk mengatasi tingginya angka pengangguran.

C. Dampak Positif dan Negatif Perubahan Sosial Era Reformasi

  1. Dampak positif untuk remaja → memanfaatkan peluang untuk maju.

  2. Perilaku negatif akibat perubahan → meniru gaya berpakaian minim (bukan meniru artis atau makan cepat saji).

  3. Dampak globalisasi terhadap tata kelakuan → melemahnya kepatuhan terhadap norma hukum (bukan berkurangnya penghargaan budaya).

  4. Manfaat globalisasi → sikap terbuka dan demokratis.

  5. Tantangan globalisasi → masuknya paham yang mempengaruhi integrasi bangsa.

  6. Dampak negatif globalisasi di Jepang → meningkatnya budaya konsumerisme generasi muda.

  7. Transportasi online → dipengaruhi oleh: macetnya jalan & sulitnya akses transportasi publik (2 dan 3).

  8. Pergeseran belanja online karena praktis & efisien.

D. Dampak Globalisasi dan Modernisasi terhadap Tatanan Sosial Budaya

  1. Ciri globalisasi → perubahan ke positif, penggunaan teknologi canggih, terbuka kerjasama. (1,2,3)

  2. Faktor pendorong dari agen perubahan → visi ke depan & komitmen terhadap kemajuan.

  3. Kesimpulan wacana teknologi & transportasi → teknologi informasi dan transportasi mempercepat globalisasi.

  4. Demam piala dunia → gejala identitas global (bukan refleksi/fenomena/reaksi).

  5. Dampak positif globalisasi di pendidikan → peningkatan kualitas guru, siswa inovatif, kemudahan akses informasi. (1,2,4)

  6. Literasi yang dibutuhkan di revolusi industri 4.0 → humanistik (kemampuan kerjasama & kepemimpinan).

  7. Need for Achievement (N.Ach) → semangat berprestasi merupakan syarat kemajuan bangsa.

  8. Pernyataan yang tidak mendukung etos kerja (Koentjaraningrat) → rajin mengerjakan tugas sekolah tidak berkorelasi dengan pembentukan kepribadian (B).

  9. Cosplay → imitasi (sama).

  10. Pewarisan budaya → melestarikan kebudayaan Indonesia berarti integrasi bangsa.

  11. Perbedaan pewarisan budaya modern vs tradisional → modern menggunakan teknologi canggih.

  12. Dampak modernisasi terhadap lembaga ekonomi → munculnya online market (bukan ATM atau money changer? online market adalah bentuk baru).


Kompetensi 8: Pluralitas, Konflik, Integrasi, dan Pemberdayaan Masyarakat

A. Perbedaan Agama, Suku, Pekerjaan, Gender, Kelas

  1. Priyayi, santri, abangan → contoh diferensiasi yang memiliki fungsi sosial seimbang (bukan strata/kehormatan berbeda).

  2. HBS hanya untuk priyayi → menunjukkan stratifikasi sosial.

  3. Stratifikasi kolonial → Eropa – Timur asing – Pribumi.

  4. Faktor dominan stratifikasi → kekayaan (Pak Haji Samiun) dan kehormatan/status (Pak Guru). (1 dan 3)

  5. Masyarakat kota individualis, desa gotong royong → pengaruh wilayah terhadap pola interaksi sosial.

  6. Suku bangsa → identifikasi berdasarkan garis keturunan, budaya, bahasa, agama, perilaku.

  7. Kebenaran pernyataan suku → Mentawai (Benar, Austronesia), Dayak (Benar, campuran), Batak Karo (Salah, bukan percampuran Dravidia), Manggarai (Salah, NTT bukan NTB) → B, B, S, S (A).

  8. Mengatasi diskriminasi perempuan → meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuan di ruang publik.

  9. Pernyataan gender dan jenis kelamin → (1) Benar (gender konstruksi sosial), (2) Salah (bukan kodrat, bisa berubah), (3) Benar, (4) Salah → Benar-Salah-Benar-Salah (A).

B. Potensi Pluralitas Masyarakat Indonesia

  1. Negara maju vs berkembang 1945-1980 → Mexico dan Amerika Serikat (tidak tepat? seharusnya Jepang & Jerman? tapi opsi C Irak & Korea Selatan juga nggak tepat. Biarkan).

  2. Artefak → manuskrip, permainan tradisional, teknologi tradisional.

  3. Kesimpulan gambar kebudayaan → bersifat unik dan universal.

  4. Peran & fungsi keragaman → daya tarik bangsa asing & kesempatan saling mengisi berinovasi (1 dan 4).

  5. Pluralitas berdampak positif → keberagaman etnis memperkaya warisan budaya nasional.

  6. Kain Tenun Sasak → berfungsi sebagai daya tarik wisata daerah & identitas budaya nasional (1 dan 2).

C. Diaspora Indonesia

(Tidak ada soal yang secara eksplisit membahas diaspora. Kosongkan.)

D. Konflik dalam Kehidupan Sosial (Faktor Penyebab)

  1. Ledakan jumlah penduduk → persaingan di pasar kerja semakin ketat (A).

  2. Dampak negatif industri terhadap udara → pembakaran bahan bakar fosil mempercepat pelapukan kimia (B) (atau A? yang paling sesuai: cerobong asap melawan arah angin menurunkan kesehatan).

  3. Masyarakat Baduy & teknologi → permasalahan: mengurangi kepatuhan terhadap adat, terutama generasi muda (A).

  4. Korupsi → pernyataan A (penyebab ringannya sanksi) benar, pernyataan B (korupsi penyimpangan sekunder) benar, dan ada hubungan (penyebab menyebabkan jenis).

E. Integrasi Sosial, Demokrasi, Kebebasan Berpendapat di Era Digital

  1. Arisan sungai → mencegah individualistis (sama).

  2. Gagasan Bung Karno (etnis → suku bangsa) → padanan integrasi bangsa.

  3. Internet → bentuk invensi (penemuan baru) atau inovasi? Biasanya invensi = penemuan baru, inovasi = pengembangan. Soal menyebut "keberadaan internet" → invensi.

  4. Agama di tengah perubahan → sumber pemersatu (sama).

  5. Peran Indonesia di APEC → mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya Asia Tenggara? (B) Atau menjaga stabilitas? Opsi B lebih tepat.

  6. Kerjasama Indonesia-Malaysia 2013 → mencapai neraca perdagangan lebih berimbang & promosi sawit (A).

  7. Sikap negara Asia Afrika terhadap proklamasi → solidaritas.

  8. Kerjasama era mempertahankan kemerdekaan → Konferensi Asia Afrika di Bandung.

  9. Faktor utama dukung kemerdekaan → kerjasama dengan India dan Australia.

  10. Nasionalisme dipicu → munculnya elite terdidik.

  11. Rumpun bahasa Indonesia → Austronesia sublinguistik Melayu-Polinesia (B).

  12. Integrasi keanekaragaman bahasa → menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

  13. Hubungan pernyataan A dan B (menghargai budaya lain & komunikasi terbuka) → keduanya benar dan berhubungan.

  14. IPM Indonesia 2023 → pembangunan di wilayah timur belum sebanding dengan barat (C).

F. Faktor Pendorong Integrasi Sosial (Mobilitas Sosial)

  1. Pendidikan sebagai mobilitas vertikal → karena meningkatkan wawasan dan ilmu (bukan ijazah).

  2. Mobilitas Elang Gumilang → dari tenaga pemasaran jadi pimpinan proyek (B).

  3. Lembaga pendidikan memberi fungsi positif dalam merespon perubahan (keterampilan perbengkelan dari SMK).

  4. Faktor pendorong sukses Khoirul Anwar → penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

G. Uang, Pendapatan, Investasi, Literasi Keuangan

  1. Dampak modernisasi terhadap lembaga ekonomi → online market (sama).

  2. Relokasi industri → dampak positif: teknologi dari negara maju berpindah ke Indonesia (D).

  3. Syarat barang sebagai alat tukar → barang tersebut dapat diterima dan dibutuhkan semua orang.

  4. Mata uang di Aceh awal kemerdekaan → URIPS (Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera).

  5. Internatio berdiri → tahun 1863 di Rotterdam (A).

  6. Cikal bakal pegadaian → Bank Van Leening pada jaman VOC (A).

  7. Perbedaan mata uang antarnegara → difasilitasi pasar valuta asing.

  8. Peranan bank dalam perdagangan internasional → mendukung kelancaran mekanisme pembayaran (A) atau transaksi internasional (B)? keduanya mirip, tapi lebih umum B.

H. Peranan Komunitas dalam Keluarga

  1. Siti Nurbaya → dampak pada perubahan pandangan terhadap lembaga perkawinan.

  2. Orang tua cerita dongeng → dilakukan secara komunikasi verbal (bukan tatap muka langsung? tatap muka langsung juga benar, tetapi komunikasi verbal lebih tepat karena melalui lisan).

  3. Perempuan bekerja & menikah → dampak: berubahnya pola asuh anak (A).

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments